Rio de Janeiro – Polisi Brasil menangkap seorang eksekutif senior General Electric pada Rabu (4/7/2018). Penangkapan itu sebagai bagian dari penyelidikan terhadap penipuan dalam tender peralatan medis yang diawasi oleh otoritas kesehatan di negara bagian Rio de Janeiro.

Jaksa setempat mengatakan chief executive GE untuk Amerika Latin, Daurio Speranzini Jr.,ditangkap bersama 21 orang lainnya. Kasus tersebut diduga melibatkan sebuah lembaga trauma yang dikenal sebagai Into, dan melibatkan sekitar 37 perusahaan.

Penyelidikan, yang diberi kode nama “Operasi Resonansi” adalah penipuan terbaru dan penyelidikan korupsi di Brasil. Di negara Amerika Selatan itu, penangkapan tokoh politik dan bisnis tingkat tinggi kini telah menjadi masalah rutin, terutama di Rio de Janeiro.

Speranzini sebelumnya adalah kepala Philips Medical Systems di Brasil. Frederik Knudsen, yang dikatakan jaksa adalah supervisor penjualan di Philips di Brasil selama periode penyelidikan, juga di antara orang-orang yang dicari polisi untuk ditangkap.

Dalam sebuah dokumen yang dikirim ke pengadilan federal dan dilihat oleh Reuters, jaksa mengatakan ada bukti kuat partisipasi Speranzini dan Knudsen dalam kasus korupsi, persekongkolan tender, dan konspirasi kriminal.

Selain penangkapan, polisi mengatakan mereka mengeksekusi 44 surat perintah penggeledahan pada hari Rabu. Itu termasuk bangunan yang ditempati oleh Philips dan Johnson & Johnson, sebuah perusahaan multinasional AS.

Sebuah pengadilan federal juga memerintahkan pembekuan aset sekitar 1,2 miliar reais (307 juta dolar AS), yang diduga terkait kasus korupsi.

Speranzini atau Knudsen belum menyampaikan konfirmasi publik resmi. Sementara GE mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Speranzini ditangkap tidak terkait perusahaan tersebut. Dia ditangkap terkait kasus di luar GE, ketika eksekutif itu memimpin sebuah perusahaan yang berbeda.

“GE menekankan bahwa itu bukan target penyelidikan. Perusahaan percaya bahwa fakta-fakta akan diklarifikasi oleh pengadilan dan perusahaan berada pada disposisi pihak berwenang untuk bekerja sama,” sambung pernyataan resmi GE.

Seorang kameramen merekam markas Philips di Barueri, di pinggiran Sao Paulo, Brasil pada 4 Juli 2018. (Nacho Doce/REUTERS/The Epoch Times)

Koninklijke Philips NV, sebagaimana Philips secara resmi dikenal, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemimpin perusahaan saat ini tidak terlibat dalam operasi polisi. Mereka menambahkan bahwa perusahaan itu bekerja sama dengan pihak berwenang.

“Philips masih tidak memiliki akses (terlibat) dalam dakwaan resmi; Namun, perusahaan ini bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menawarkan semua klarifikasi mengenai tuduhan, yang merujuk (aktivitas eksekutif) bertahun-tahun yang lalu,” kata perusahaan.

Mereka menambahkan bahwa kepala eksekutif Philips saat ini bukan bagian dari daftar tersangka dalam operasi pemberantasan korupsi polisi federal.

Sementara itu, Johnson & Johnson mengatakan selalu menjunjung tinggi hukum Brasil. Mereka juga mengaku siap bekerja sama sepenuhnya dengan aparat kepolisian terkait proses penyelidikan. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular