- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Seorang Wanita Arizona Menemukan Catatan Tersembunyi di Dompet Baru — Ketika Dia Tahu Apa yang Tertulis, Hatinya Hancur

Erabaru.net. Hal pertama yang mungkin kita lakukan saat membuka tas atau dompet baru adalah membuang semua kertas yang ada di dalamnya.

Ketika seorang wanita Arizona melakukan hal itu, dia menemukan sebuah catatan tersembunyi di dompet barunya, awalnya dia tidak peduli dan tidak tertarik untuk membacanya, namun akhirnya dia mengambil catatan itu dan kemudian menerjemahkan isinya. Hatinya hancur ketika dia menyadari apa yang ditulis disitu.

Setelah menerima kartu hadiah dari menantunya, Christel Wallace, dari Sierra Vista, memutuskan untuk menggunakannya, untuk membeli dompet baru di Walmart. Dompet itu tidak tersentuh selama beberapa bulan sampai satu hari pada bulan Maret 2017, ketika Wallace memutuskan untuk menggunakannya.

[1]
© Video Screenshot | New @ 5

Ketika dia membuka kompartemen ritsleting kecil, dia menemukan sebuah catatan kecil yang terlipat tersembunyi di dalamnya. Dia tidak terlalu memikirkannya dan membuangnya ke tempat sampah.

Tapi dia kemudian memutuskan untuk mengambilnya dan mendapati bahwa catatan itu ditulis tangan dalam bahasa Mandarin.

Setelah menantu perempuan Wallace, Laura, menerjemahkan catatan itu, mereka baru menyadari dari mana asalnya surat itu.

Posted by Laura Barnhart-Wallace [2] on Wednesday, December 16, 2015 [3]

“Catatan itu menyatakan bahwa orang yang menulisnya adalah seorang tahanan di Tiongkok,” kata Laura kepada News4Tucson. “Menjelaskan keadaan mereka dan bagaimana mereka bekerja berjam-jam, 14 jam sehari. Dan mereka tidak mendapat cukup makan. ”

“Saya sangat yakin, persis itulah yang dikatakan surat itu,” kata Laura.

Catatan itu, sebagaimana diterjemahkan oleh NTD, berbunyi: “Para narapidana di Penjara Yingshan di Guangxi, Tiongkok, bekerja 14 jam setiap hari tanpa istirahat / istirahat di siang hari, terus bekerja lembur sampai jam 12 malam, dan siapa pun yang tidak menyelesaikan pekerjaan akan dipukuli. Makanan yang mereka dapatkan tidak mengandung minyak dan garam. Setiap bulan, bos memberi narapidana 2.000 yuan (sekitar 4 juta rupiah) dan setiap ada hidangan tambahan akan dihabiskan oleh polisi. Jika narapidana sakit dan butuh obat, biayanya akan dipotong dari gaji mereka. Menjadi tahanan di Tiongkok lebih buruk daripada menjadi kuda, sapi, domba, babi, ataupun anjing di Amerika Serikat. ”

[4]
© Video Screenshot | New @ 5

“Hatiku hancur,” kata Wallace kepada Arizona Daily Star.

Laura memutuskan untuk mempostingnya di halaman Facebook-nya pada bulan April.

“Saya tidak memiliki sarana ataupun akses untuk membantu mereka dengan cara apa pun. Jadi saya pikir ini saya akan lakukan itu saja, ”Lucille menjelaskan. “Saya tidak ingin ini menjadi serangan terhadap toko di manapun … Itu bukan solusinya. Ini mungkin terjadi di semua jenis toko dan orang mungkin tidak tahu.”

[5]
© Wikipedia

Setelah foto catatan itu menjadi viral, juru bicara Walmart berkata, “Kami tidak dapat berkomentar secara khusus tentang catatan itu, karena kami tidak memiliki cara untuk memverifikasi asal surat itu, tetapi salah satu persyaratan kami untuk pemasok yang menyediakan produk untuk dijual di Walmart adalah semua pekerjaan harus bersifat sukarela sebagaimana disebutkan dalam Standar Pemasok kami. ”

Ini bukan pertama kalinya catatan seperti itu ditulis oleh tahanan di Tiongkok dan telah berhasil mencapai konsumen di negara lain.

Pada tahun 2014, Stephanie Wilson dari Australia, yang tinggal di West Harlem, New York City, menemukan surat di dalam tas belanja kertas dari Saks Fifth Avenue. Surat itu ditulis oleh Tohnain Emmanuel Njong, yang dijatuhi hukuman tiga tahun penjara di Kota Qingdao, Provinsi Shandong, karena penipuan, kejahatan yang Njong klaim tidak pernah dia lakukan.

[6]
© Video Screenshot | NTDCHINESE

Dan pada tahun 2012, Julie Keith dari Oregon menemukan surat S.O.S yang disembunyikan di dalam set mainan perlengkapan “makam” Halloween yang dia beli dari K-Mart. Catatan ini merinci perlakuan yang bahkan lebih buruk daripada catatan lain yang ditemukan oleh Wallace.

I found this in box of Halloween decorations that I just opened. Someone in a Chinese labor camp asking for help. I am…

Posted by Julie Keith [7] on Sunday, October 21, 2012 [8]

Pria yang menulis surat itu kemudian diketahui bernama Sun Yi, seorang insinyur Tiongkok, yang ditahan di Kamp Kerja Paksa Masanjia yang terkenal brutal, di kota Shenyang Utara selama dua setengah tahun karena dia berlatih Falun Gong.

Posted by 孙毅 [2] on Wednesday, January 18, 2017 [9]

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan kultivasi jiwa-raga kuno berdasarkan prinsip-prinsip – Sejati, Baik, dan Sabar. Dengan pesatnya pertumbuhan latihan itu selama tahun 1990-an di Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok (PKT) menganggap latihan ini sebagai ancaman terhadap aturan otoriternya. Akibat dari ketakutan paranoid ini, pemimpin Partai saat itu, Jiang Zemin memerintahkan penganiayaan brutal untuk “memberantas” latihan pada 20 Juli 1999.

[10]
Orang-orang berlatih meditasi duduk Falun Dafa. (Kredit: Minghui.org)

Surat Sun menyatakan bahwa tahanan dipaksa untuk bekerja 15 jam sehari tanpa istirahat, atau tanpa hari libur, “jika tidak, mereka akan mengalami penganiayaan, pemukulan [sic] dan perlakuan kasar. hampir tidak ada bayaran, hanya (10 yuan (sekitar 20 ribu Rupiah / 1 bulan). ”

Meeting Sun Yi.

Posted by Julie Keith [7] on Tuesday, March 7, 2017 [11]

 

Setelah ditangkap beberapa kali selama 15 tahun, Sun berhasil melarikan diri dari Tiongkok pada bulan Desember 2016 ke Jakarta, Indonesia, dan Keith memiliki kesempatan untuk bertemu secara langsung dengannya di sana, yang dilaporkan secara luas. (lpc/an)

Sumber: NTDIN.tv