Sebuah restoran di Tiongkok digugat karena menggunakan nama dan gambar ikonik aktris Hollywood, Audrey Hepburn, untuk mempromosikan dirinya sendiri.

Keturunan yang tidak disebutkan namanya dari Hepburn mengajukan gugatan di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, di mana restoran tersebut berada, mengutip pelanggaran hak privasi, menurut laporan 3 Juli oleh surat kabar Taiwan The Liberty Times.

Penggugat tersebut, yang tinggal di Italia, menuntut 1 juta yuan (sekitar $150.000) sebagai kompensasi.

Nama restoran Tiongkok tersebut menggunakan karakter yang sama yang digunakan untuk nama Hepburn dalam bahasa Mandarin. Nama bahasa Inggrisnya adalah Angel’s Lakeview Garden Cafe.

melanggar hak privasi aktris Hollywood, Audrey Hepburn
Foto restoran yang dituduh melanggar nama dan gambar Audrey Hepburn. (Screenshot via Jiangsu Television)

Gambar etalase restoran yang diposkan di media sosial Tiongkok mengungkapkan tanda-tanda komersial dalam warna biru unggulan Tiffany. Hepburn paling sering dikaitkan dengan perannya dalam “Breakfast at Tiffany’s,” sebagai sosialita Holly Golightly, terkenal di masyarakat modis dan suka kegiatan sosial dan hiburan.

Restoran tersebut juga menggunakan foto dan nama Hepburn di dalam dekorasi dan menu, menurut pengacara penggugat, Wang Feng. Dia berpendapat bahwa restoran itu telah mengotori reputasi Hepburn.

Kemiripan Hepburn juga muncul dalam iklan-iklan yang menghina ingatan tentang dirinya, Wang mengatakan kepada Jiangsu TV, seorang penyiar lokal.

Kasus ini dibuka untuk persidangan di pengadilan Kota Suzhou pada 29 Juni.

Di situs web ulasan TripAdvisor, restoran ini hanya memiliki dua ulasan, yang keduanya menempati peringkat lima bintang. Namun, ulasan tunggal tertulisnya tidak menyebutkan tema Hepburn. “Mi rasa tak terbayangkan [sic]” adalah judul ulasan oleh pengguna TripAdvisor clem81, dimana pengguna tersebut menjelaskan nama hidangan yang disajikan di restoran tersebut.

“Makanan umumnya berkualitas tinggi dan saya akan mengatakan bahwa hidangan yang direkomendasikan benar-benar baik, sementara yang lain di atas rata-rata,” kata pengguna “clem81”.

Karena Tiongkok adalah pelanggar properti intelektual terbesar di dunia dan sumber dari mayoritas barang palsu di dunia, tidak mengherankan jika perusahaan Tiongkok sering menyalahgunakan merek terkenal dan melakukan pelanggaran hak cipta.

pelanggaran hak cipta dan hak privasi
Foto restoran yang dituduh melanggar nama dan gambar Audrey Hepburn. (Screenshot via Jiangsu Television)

Pada bulan Mei, Intercontinental Great Brands LLC, pembuat biskuit Ritz yang populer di AS, menggugat dua merek makanan Tiongkok karena membuat kue yang menggunakan kemasan dan tipografi yang mirip dengan merek Amerika.

Dan selama 16 tahun, Nike telah terperosok dalam pertempuran hak cipta dengan Perusahaan Olahraga Qiaodan yang berbasis di Tiongkok atas merek sepatu kets Air Jordan. Qiaodan Sports menjual sepatu dengan logo yang mirip dengan Nike, dan namanya terdengar seperti transliterasi fonetik “Jordan” dalam bahasa Mandarin.

Pengadilan Tiongkok sering gagal melindungi terhadap pelanggaran hak cipta, mantan bintang bola basket Michael Jordan, yang diberi nama Air Jordan, juga berjuang untuk hak hukum atas namanya di Tiongkok selama empat tahun. Jordan pertama kali menggugat Qiaodan pada tahun 2012 dan kalah.

Barulah pada bulan Desember 2016, setelah tim hukum Jordan membawa kasus tersebut ke pengadilan tinggi Tiongkok, bahwa putusan sebelumnya dibatalkan dan Pengadilan Tinggi Rakyat akhirnya memutuskan mendukung Jordan. (ran)

Share

Video Popular