oleh Xu Zhenqi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Kamis (05/07/2018) menegaskan bahwa tarif atas komoditas asal Tiongkok senilai USD. 34 miliar akan mulai diberlakukan pada hari Jumat pukul 12:01 EST. Dia juga mengatakan bahwa tarif komoditas asal Tiongkok lainnya senilai USD. 16 miliar diperkirakan akan berlaku dalam waktu dua minggu mendatang.

Dalam perjalanan ke Montana dengan Air Force One Trump mengatakan bahwa jika Beijing membalas dengan kenaikan tarif, maka ia sudah siap untuk mengenakan tarif tambahan sebesar USD. 500 miliar atas komoditas yang diimpor dari Tiongkok.

Yang pertama ada “USD. 34 miliar, lalu ada lagi USD. 16 miliar 2 minggu kemudian, dan seperti yang Anda tahu, kami memiliki USD. 200 miliar (tarif atas barang-barang Tiongkok) yang sementara ditangguhkan, dan setelah 200 miliar, kami masih memiliki 300 miliar yang masih  ditunda. Jadi Kami memiliki USD. 50 miliar ditambah USD. 200 miliar, ditambah hampir USD. 300 miliar (tarif)” kata Trump.

“Ini hanya diberlakukan untuk Tiongkok,” tambahnya.

Amerika Serikat pada 15 Juni mengumumkan daftar 1,102 item komoditas impor Tiongkok dengan nilai mencapai sekitar USD. 50 miliar, di mana USD. 34 miliar (818 item) dijadwalkan akan ditambahkan dengan tarif 25% pada 6 Juli. Sementara 284 item lainnya bernilai sekitar USD. 16 miliar masih akan ditentukan setelah proses komentar publik selesai sebelum memutuskan tanggal kenaikan tarif diberlakukan.

Jika tarif sebesar USD. 16 miliar diimplementasikan mulai 20 Juli, maka dua minggu setelah Jumat ini, tarif ini akan berlaku sebelum tenggat waktu 23 Juli mendatang.

Akibat pencurian kekayaan intelektual dan pengalihan paksa teknologi sebagaimana yang terungkap dalam Special Report 301, Trump mengenakan tarif tambahan atas komoditas impor dari Tiongkok bernilai USD. 16 miliar. Ini merupakan bagian pertama dari tarif USD. 50 miliar yang dikenakan karena perdagangan tidak adil, pencurian hak. Jika Tiongkok melakukan pembalasan, Trump pernah mengatakan akan mengenakan tarif tambahan atas komoditas Tiongkok yang mencapai USD. 400 miliar.

Richard Ellings, Direktur National Bureau of Asian Research mengatakan bahwa untuk waktu yang lama, Amerika Serikat telah berada dalam perang dagang yang diprakarsai oleh Tiongkok, tetapi tidak pernah menyerang balik. “Sekarang kita telah terbangu, Ini adalah perubahan yang mendasar, ini adalah momen bersejarah.”

Pada 4 Juli siang, pemerintah Tiongkok mengindikasikan akan menerapkan tarif pembalasan atas komoditas impor asal AS pada 6 Juli mulai pukul 00:01 waktu Beijing. Pada sore hari, pihak berwenang Tiongkok mengoreksi kesalahan dan mengatakan bahwa bukan pukul 00:01 tetapi 12:01. Alasannya yang dikemukakan adalah bahwa “Pihak Tiongkok tidak akan pernah menembak lebih dulu”

Para pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS akan mengenakan tarif 25% untuk berbagai produk asal Tiongkok, termasuk mobil, disk drive komputer, suku cadang pompa, katup dan printer, dan banyak suku cadang industri lainnya.

Daftar ini menghindari pengenaan tarif atas barang-barang konsumsi seperti telepon seluler dan alas kaki. Tetapi beberapa produk, termasuk termostat, diklasifikasikan sebagai produk antara dan barang modal.

Pihak Tiongkok mengancam akan mengenakan tarif tambahan atas ratusan komoditas AS, termasuk kedelai, sorgum dan kapas, Tindakan tersebut dilakukan dalam upaya untuk mengancam Trump lewat petani di Texas dan Iowa yang merupakan pendukung mayoritas Trump dalam pemilihan AS pada tahun 2016. (Sin/asr)

Share

Video Popular