Empat puluh satu anggota parlemen negara bagian Minnesota menulis untuk dua universitas di Minnesota meminta mereka untuk menutup cabang-cabang  Institut Konfusius setempat.

Institut-institut kontroversial tersebut didanai sebagian atau sepenuhnya oleh rezim komunis Tiongkok. Tujuan yang mereka nyatakan adalah untuk mengajarkan bahasa dan budaya Tionghoa, namun pejabat-pejabat di dalam Tiongkok dan para kritikus di luar mengatakan bahwa institut-institut tersebut sebenarnya adalah upaya propaganda.

Sepucuk surat dari Senator negara bagian Jim Abeler, yang ditandatangani bersama oleh 40 anggota legislatif lainnya dan ditujukan untuk Presiden Ashish Vaidya dari St. Cloud State University (SCSU), berbunyi, “Kami menulis sehubungan dengan upaya-upaya dari ‘Institut Konfusius’ yang dikelola pemerintah Tiongkok untuk mengintimidasi para akademisi dan upaya agresif mereka untuk mengubah wacana akademik yang berkaitan dengan Republik Rakyat Tiongkok.”

Surat tersebut mengutip laporan oleh Asosiasi Profesor Universitas Amerika yang mengatakan bahwa institut-institut tersebut “berfungsi sebagai kepanjangan lengan negara Tiongkok” dan “mengesampingkan kebebasan akademik.”

Surat tersebut mengutip laporan itu yang mengatakan, “Sebagian besar perjanjian membangun Institut Konfusius mengutamakan ketentuan-ketentuan tidak mengungkapkan informasi dan pengurangan-pengurangan yang tidak dapat diterima untuk tujuan-tujuan dan praktik-praktik politik pemerintah Tiongkok.”

Tekat politik dari Institut Konfusius tersebut dinyatakan dalam sebuah pernyataan pada tahun 2009 oleh Li Changchun, yang kemudian menjadi pemimpin propaganda rezim Tiongkok. Dia menggambarkan institut-institut tersebut sebagai “bagian penting dari pengaturan propaganda luar negeri Tiongkok.”

Para kritikus mengatakan bahwa institut-institut tersebut memberikan informasi yang berat sebelah atau menghindari topik yang menurut rezim Tiongkok sensitif, seperti Taiwan, pembantaian Lapangan Tiananmen, Tibet, dan latihan spiritual Falun Gong.

Dalam balasannya kepada Abeler, Vaidya mengatakan bahwa universitas “terus menerus meninjau program-program ini dan memastikan Institut Konfusius SCSU ​ beroperasi demi kepentingan terbaik untuk siswa-siswa tersebut dan komunitas yang kami layani.”

Abeler dan rekan-rekannya juga menulis kepada Universitas Minnesota, dimana juga membela Institut Konfusiusnya. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular