WASHINGTON – Seorang warga negara sipil AS yang mengunjungi Tiongkok telah melaporkan gejala seperti para diplomat AS yang menderita penyakit misterius di Havana, Kuba, dan kota Guangzhou Tiongkok selatan, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada 5 Juli.

Orang tersebut, yang tidak disebutkan namanya oleh pejabat departemen, adalah orang Amerika sipil non pemerintah pertama yang diketahui telah mengalami gejala-gejala setelah melakukan perjalanan ke Tiongkok. Sembilan belas warga negara sipil AS telah melaporkan gejala-gejala serupa setelah bepergian ke Kuba.

Dua puluh lima pejabat AS di Havana dan setidaknya satu orang yang bekerja di konsulat AS di Guangzhou telah dikirim kembali ke Amerika Serikat setelah menunjukkan gejala-gejala yang serupa dengan gegar otak atau cedera otak traumatis ringan.

Banyak dari mereka melaporkan penyakit misterius, yang penyebabnya tidak diketahui, setelah merasakan suara-suara aneh dan tekanan, serupa dengan serangan-serangan senjata sonik.

Dalam peringatan perjalanan wisata 2 Maret, Departemen Luar Negeri mendesak warga AS untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Kuba, mengatakan bahwa “banyak karyawan Kedutaan Besar AS Havana tampaknya telah ditargetkan dalam serangan-serangan khusus.”

“Orang yang terkena dampak telah menunjukkan berbagai gejala fisik termasuk gangguan telinga dan kehilangan pendengaran, pusing, sakit kepala, kelelahan, masalah kognitif (gangguan daya berpikir/susunan saraf pusat), masalah penglihatan, dan kesulitan tidur,” tambahnya.

Berita tentang penyakit yang diderita oleh para pejabat AS di Kuba pertama kali terungkap Agustus lalu. Laporan tentang penyakit yang menimpa orang Amerika yang bekerja di konsulat AS di Guangzhou muncul pada bulan Mei.

Pada 7 Juni, Departemen Luar Negeri membawa sekelompok diplomat pulang dari Guangzhou untuk dievaluasi.

“Sejak rilis Peringatan Kesehatan [Guangzhou] yang pertama pada 23 Mei, Departemen Luar Negeri telah dihubungi oleh seorang warga AS yang melaporkan mengalami gejala serupa setelah melakukan perjalanan ke Tiongkok,” kata seorang pejabat Biro Konsuler Departemen Luar Negeri.

Ditanya apakah Departemen Luar Negeri memiliki informasi yang menunjukkan bahwa warga sipil tersebut terkena dampak oleh “serangan” yang sama seperti yang dilakukan oleh pejabat AS di Kuba, pejabat tersebut menjawab: “Ini adalah situasi yang berkembang. Seperti yang kami nyatakan dalam peringatan kesehatan kami, jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala atau masalah medis, konsultasikan dengan profesional medis sesegera mungkin.”

Para pejabat Kuba telah membantah keterlibatan atau perintah tentang apa yang ada di balik penyakit di Havana. Tiongkok telah mengatakan bahwa mereka telah menyelidiki secara menyeluruh kasus awal yang dilaporkan oleh Amerika Serikat di Guangzhou dan tidak menemukan alasan atau petunjuk untuk menjelaskannya. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular