Gu Qinger – Epochtimes.com

Daratan Tiongkok di bawah kekuasaan PKT (Partai Komunis Tiongkok), masyarakatnya telah berubah menjadi egois, narsis, iri, dendam, suka kekerasan dan lain-lain, perilaku menyimpang dan minim nurani semacam itu sudah menjadi fenomena umum dalam masyarakat.

Baru-baru ini di daratan Tiongkok telah terjadi banyak kasus ganas yang menghebohkan, seperti kasus anak melindas tewas sang ayah dengan mobil beroda tiga, anak perempuan tak berbakti menghajar ibunya sendiri di jalanan, membunuh hanya lantaran iri hati dan berbagai kasus lainnya, setiap kasus betul-betul mengiriskan hati.

Kalangan luar berpendapat bahwa kekacauan sosial yang kerap terjadi di daratan Tiongkok saat ini menunjukkan bahwa masyarakatnya sudah berada di titik kritis meletusnya krisis besar. Akar penyebab semua ini adalah kekuasaan kediktatoran PKT.

Anak Menabrak Hingga Tewas sang ayah uzur dengan kendaraan roda tiga

Orangtua bersusah payah membesarkan anak-anak mereka, budi mengasuh dan mendidik bagi anak-anak tidak bakal mampu dibayar lunas seumur hidup. Namun di Kota Danlin, Distrik Jiangyang Luzhou, Provinsi Sichuan telah terjadi sebuah tragedi kemanusiaan.

Menurut laporan situs web Dan Dan Zan, pada 22 Juni pagi hari, karena bertengkar mulut dengan ayahnya, pria bermarga Jiang itu menabrakkan dengan kecepatan tinggi mobil listrik beroda tiga terhadap sang ayah (79) yang berada didepan jalan dan sama sekali tidak berniat untuk berhenti. Orangtua tertabrak roboh dan mobil itu langsung melindas diatas tubuhnya, yang lebih mengejutkan lagi adalah kendaraan itu kemudian mundur dan sekali lagi melindas orangtua tersebut.

Laporan menambahkan, tidak tahu ada dendam kesumat apakah si Jiang itu sehingga tega melindas berulang kali orang tua yang sudah renta dengan cara sangat kejam dan biadab, dengan tujuan langsung mencabut nyawa, seolah tidak berhenti sebelum mati. Padahal manula itu adalah ayah kandungnya sendiri yang telah membesarkannya selama puluhan tahun, tak dinyana nyawanya berakhir tragis di tangan anak sendiri!

Para warganet di RRT memaki habis-habisan si pembunuh antara lain, “Lebih rendah dari binatang, harus dihukum mati.”; “Masyarakat tanpa batasan akhlak, masyarakat ini benar-benar sakit.”……………

Membunuh teman kelas dengan 13 tikaman karena iri hati

Hanya karena ingin menjadi nomor satu dalam kelas, siswa di peringkat kedua menghunjamkan 13 tusukan pisau terhadap teman sekolahnya yang juara kelas, sehingga siswa peringkat pertama itu jatuh di atas tanah dibawah gedung apartemen tempat tinggalnya dan tidak dapat bangun lagi.

Pada 4 Juni malam, Qin Hao siswa kelas 3-D SMP Linzi Xuegong di kota Zibo provinsi Shandong membunuh teman sekelasnya Ma Chi dengan 13 tusukan hingga teman tewas. (Istimewa)

Pada 4 Juni di petang hari pukul 6:50 waktu setempat (matahari belum terpendam karena memasuki musim kemarau), Qin Hao (nama samaran) siswa Sekolah Menengah kelas 3-D Linzi, Xuegong di kota Zibo provinsi Shandong, yang sebelumnya bersembunyi di salah satu koridor gedung apartemen wilayah IV Area Pemukiman Linyuan.  

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds