Menurut laporan “Harian Malam Qianjiang”, setelah teman sekelasnya Ma Chi (nama samaran) muncul, Qin Hao menghunjamkan pisaunya ke jantung Ma Chi, setelah Ma Chi meronta dan berlari ke pintu luar gedung, Qin Hao mengayunkan pisaunya lagi memotong putus arteri karotis Ma Chi, lalu menusukkan pisaunya hingga berkali-kali dibagian dada dan punggung korbannya, setiap tusukan mematikan berjumlah 13 tusukan, tingkat kebrutalannya sangat mengerikan!

Sebelum pembunuhan terjadi, sudah didahului dengan pertanda. Pada akhir Mei, Qin Hao pernah memperingatkan Ma Chi dengan ganas: “Nilai Ujian Bersama-mu harus mendapatkan 4 buah B. Jika hasil ujianmu lebih bagus dariku maka aku pasti membunuhmu.”

Pada 4 Juni hasil ujian diumumkan, nilai hasil ujian Ma Chi masih tetap lebih bagus dari Qin, maka lantas terjadi adegan sangat tragis seperti awal artikel ini. Laporan mengatakan bahwa si pembunuh berkata terus terang bahwa dia akan menjadi yang nomor satu di kelasnya setelah menghabisi si empunya peringkat pertama.

Menurut laporan media “Tokoh Setiap Hari”, mendengar teriakan di lantai bawah, ibunya Ma Chi dengan hanya mengenakan baju tidur dan sandal bergegas turun dari lantai 3. Diatas lantai semen di lantai dasar, sang putra yang masih duduk di SMP kelas 3 dengan tubuh terhunjam 13 tusukan terbaring diam diatas lantai, genangan darah yang berkelok membentuk profil tubuhnya. 

Qin Hao sempat melihat kedatangan ibunya Ma tapi tidak segera lari malah masih menambahkan satu tusukan lagi di tubuh kawan sekelas pesaingnya itu. Ketika diangkat ke dalam mobil ambulans, nyawa Ma Chi sudah tidak tertolong lagi.

Menyemangati Teman Kelas Malahan Dibunuh

Hanya karena kata-kata yang menyemangati teman sekelas dua tahun sebelumnya, Xie Diao, siswa master Balai Penelitian Teknik Informasi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, dibunuh oleh teman sekolahnya semasa di SMA, Zhou Kaixuan.

Pada 14 Juni petang pukul 6 lebih, Xie menjamu Zhou yang datang dari tempat jauh kota Chongqing di sebuah rumah makan. Kala itu, suasana cukup akrab, Xie bahkan sempat meng-upload foto mereka berdua di internet.

Terlihat dari film pendek (hasil rekaman cctv) yang tersebar di internet, Zhou yang mengenakan kemeja biru tiba-tiba mengeluarkan pisau dan langsung menusuk amat dalam ke dada Xie yang mengenakan baju putih, Xie pun terjatuh di atas lantai, lalu kejadian lebih kejam kembali terjadi hingga korbannya sama sekali tidak bergerak lagi, Zhou bahkan masih berlagak sebagai pemenang dengan mengangkat tinggi kedua tangannya, baru kemudian dengan santai meninggalkan rumah makan itu.

Insiden kejam di Tiongkok (istimewa)

Menurut laporan, setelah lulus SMA, Zhou melanjutkan sekolah di Universitas Sichuan, berhubung merasa tidak puas, maka mengundurkan diri, lalu pada tahun berikutnya masuk ke Universitas Jiaotong kota Xi An, berturut-turut mengambil S1 dan S2. Namun karena kecanduan dalam permainan game online, hampir saja tidak lulus dari S1, sampai baru-baru ini mencari pekerjaan di kota Chongqing. Dua tahun lalu, di tengah reuni mantan teman sekolah, Xie pernah menasehati Zhou agar dia dapat bangkit dan bersemangat lagi, sebuah niat baik yang berbuah malapetaka pembunuhan. 

Share

Video Popular