oleh Luo Ya

Perang dagang AS – Tiongkok baru memasuki hari keempat, situs web Kementerian Perdagangan Tiongkok merilis sebuah artikel yang isinya selain berjanji untuk memperbaiki  lingkungan bisnis dengan AS. 

Bahkan, pada saat yang sama mereka secara drastis telah mengubah sikap dari sebelumnya yang bernada menantang Trump untuk berperang dagang menjadi berterima kasih kepada Trump yang bermaksud mendesak pemerintah Tiongkok melakukan reformasi secara menyeluruh.

Pada hari keempat setelah AS meresmikan kenaikan 25 % tarif impor atas komoditas Tiongkok senilai USD. 34 miliar, media resmi PKT secara inisiatif menawarkan perluasan skup impor komoditas AS agar lebih cepat dalam mencapai keseimbangan transaksi perdagangan.

Pada saat yang sama, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengemukakan empat langkah sebagai tanggapan terhadap dampak dari perang dagang, di samping menilai dampak dari kenaikan pajak, menyesuaikan struktur impor, Kementerian Perdagangan Tiongkok juga berkomitmen untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah dari investor AS, termasuk memperbaiki lingkungan investasi.

Liu Hong, wakil editor ‘Globe’ milik Xinhua Agency dalam artikelnya yang dirilis lewat WeChat menyebutkan bahwa 4 langkah yang dikemukakan Kementerian Perdagangan tersebut memiliki makna yang mendalam. Artikel dalam kesimpulan akhirnya mengatakan : Akibat tindakan Trump yang luar biasa itulah memberi kekuatan pendorong bagi Tiongkok untuk mempercepat langkah reformasi dan liberalisasi pasarnya. Meskipun setelah beberapa tahun berlalu, mungkin saja kita masih tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Trump !

Artikel tersebut langsung tersebar luas di situs internet Tiongkok. Bahkan ketika dipublikasikan media, judulnya diubah menjadi : Tiongkok ingin mengucapkan terima kasih kepada Trump atas pemberian hadiah berupa perang dagang.

Li Hengqing, peneliti di Institut Informasi dan Strategi, Maryland ketika berwawancara dengan Epoch Times mengatakan, pada kenyataannya, Beijing tidak berkeinginan untuk berperang dagang, ini adalah sikap pelunakan yang ditunjukkan mereka, “Trump memberlakukan tarif 25% pada komoditas ekpor Tiongkok ke AS, yang berarti akan meningkatan biaya sebesar 25%, hasilnya adalah pedagang tidak membeli produk Anda, dan beralih pada membeli dari negara Asia Tenggara atau lainnya. Jadi ekspor Tiongkok akan hilang”

Li menambahkan bahwa, Xi Jinping saat bertemu Menhan AS juga telah menyatakan sikap yang sama. Xia mengatakan : “Kami tidak ingin berperang dan bertentangan dengan AS”. Baru-baru in, dalam pertemuan untuk membahas beberapa isu perdagangan dengan AS (termasuk dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Propaganda dan lainny). Xi Jinping mengatakan : “Dalam rangka konfrontasi perdagangan dengan AS, kita sebaiknya merendah”, jangan sampai konflik perdagangan mempengaruhi situasi.

Li Hengqing percaya bahwa dengan munculnya sekeranjang komentar terkait sikap dari PKT padahal perang dagang baru berjalan 4 hari, hal ini menunjukkan bahwa para pejabat Tiongkok sudah kehilangan kepercayaan diri untuk memenangkan pertempuran.

Ekonom terkenal Tiongkok, Gong Shengli juga mengatakan kepada Epoch Times bahwa dalam menghadapi perang dagang dengan AS, Beijing sesungguhnya ‘tidak memiliki kartu untuk dimainkan’.

Menurut Li Hengqing bahwa mengenai perubahan sikap PKT ini, akan mengubah tekanan dari perang dagang menjadi kekuatan untuk kemajuan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan seterusnya. Ini adalah ucapan bohong. Jika mereka memang memiliki kemampuan, memiliki tekad untuk mereformasi di bidang ekonomi, merealisasikan pasar terbuka, itu sudah semestinya mereka lakukan  di waktu lampau, tidak perlu sampai AS menurunkan tekanan kepada mereka.

Li menambahkan : “Ini juga menunjukkan bahwa Beijing sedang mendapatkan tekanan ekonomi dan keuangan yang bertambah besar. Sementara itu, baru pertama kali terjadi di ‘Harian Rakyat’ Tiongkok tanggal 9 Juli bahwa tidak muncul satu kali pun nama Xi Jinping pada halaman utama media itu. Ini juga sangat tidak biasa.”

Media Hongkong ‘South China Morning Post’ pada 9 Juli juga mengungkapkan bahwa pemerintah Beijing baru-baru ini mengeluarkan ‘Petunjuk Laporan Media’ , setidaknya ada dua media resmi yang menerima instruksi dari atasan mereka untuk tidak menggunakan kata-kata yang bersifat ofensif terhadap Presiden Trump.

Li Hengqing mengatakan bahwa salah satu intepretasi menunjukkan bahwa perang dagang Tiongkok – AS dan konflik geopolitik di kawasan sekitarnya telah menyebabkan ekonomi Tiongkok terpuruk.

Interpretasi lainnya menunjukkan bahwa Tiongkok mau menyampaikan keinginan untuk berbaikan dengan AS melalui media. Otoritas Beijing tidak bermaksud untuk merebut posisi hegemoni dari Amerika Serikat. Dari sana juga dapat terlihat bahwa PKT telah merasakan akibat krisis rezim, suara yang mendukung kepemimpinan Xi Jinping telah memiliki kekuatan untuk ‘bertanding’ dalam partai. (Sin/asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds