London – Seorang pria Inggris yang terserang racun agen (racun pelumpuh) saraf Novichok 11 hari yang lalu sudah siuman dari kolapsnya. Dia kini masih dalam kondisi kritis namun stabil, Salisbury District Hospital mengatakan pada hari Selasa (10/7/2018.

Charlie Rowley, 45, diracun bersama dengan Dawn Sturgess, yang meninggal pada hari Minggu (8/7/2018), dengan agen saraf kelas militer era Uni Soviet. Itu adalah racun saraf yang sama, dengan yang digunakan dalam serangan terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia Skripal pada Maret 2018.

“Kami telah melihat peningkatan kecil tetapi signifikan dalam kondisi Charlie Rowley,” kata Lorna Wilkinson, Direktur Keperawatan di Salisbury District Hospital.

“Dia dalam kondisi kritis tapi stabil, dan sekarang (sudah) sadar.”

Polisi mengatakan Sturgess, yang merupakan mitra Rowley, bersinggungan dengan barang yang terkontaminasi Novichok di Inggris barat daya. Lokasi itu terletak sekitar 11 kilometer dari Salisbury di mana Skripal dan putrinya Yulia dipukul.

Novichok dikembangkan oleh militer Soviet selama era Perang Dingin.

Seorang petugas polisi berjaga-jaga di luar rumah mantan perwira intelijen militer Rusia, Sergei Skripal, di Salisbury, Inggris, 8 Maret 2018. (Peter Nicholls/Reuters/The Epoch Times)

Inggris dan sekutu-sekutunya menyalahkan Rusia atas serangan terhadap Skripal. Insiden diplomatik itu mendorong pengusiran besar para diplomat Rusia dari puluhan negara. Moskow membantah tuduhan itu dan membalas dengan mengusir para diplomat negara-negara Barat.

Investigasi itu menjadi perburuan pembunuhan setelah kematian Sturgess, ibu tiga anak berusia 44 tahun, yang tinggal di Amesbury, sebuah kota dekat Salisbury.

Keluarganya memberi penghormatan terakhir kepadanya pada hari Selasa. “Fajar akan selalu diingat oleh kami sebagai jiwa lembut yang murah hati untuk suatu kesalahan,” kata mereka dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Polisi Metropolitan London.

“Dia memiliki hati terbesar dan dia akan sangat dirindukan oleh keluarga dekatnya dan kerabat yang lebih jauh.”

Polisi sedang bekerja untuk menentukan apakah orang Inggris terkena racun yang sama yang digunakan dalam serangan terhadap Skripal.

Polisi mengatakan pada Senin (9/7/2018) malam bahwa mereka menyita sebuah kendaraan dari sebuah alamat di Swindon, sekitar 30 mil (48 km) dari Amesbury. Kendaraan itu berkaitan dengan penyelidikan kasus Racun Saraf Jilid II tersebut. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds