Washington DC – Pemerintah Tiongkok melakukan penjualan drone militer dengan tanpa pembatasan. Oleh sebab itu, mereka dengan cepat meraih omzet penjualan hingga miliaran dolar AS dan mendominasi pasar drone global.

Kondisi tersebut membuat rugi perusahaan Amerika pada industri terkait. bahkan, itu juga memberikan ancaman keamanan nasional bagi Amerika Serikat, seperti dikutip dari Washington Times pada 9 Juli 2018.

Para pengamat industri mengatakan bahwa pemerintahan Trump sedang berupaya untuk mengembangkan sistem penjualan drone militer yang baru. Sistem yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS memastikan, bahwa senjata canggih terkini ini tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggungjawab ketika memenuhi permintaan drone dunia yang sangat besar.

Sebaliknya, otoritas Beijing telah menyatakan kesediaannya untuk menjual drone kepada siapa saja, termasuk pelanggan dari sarang teroris seperti Pakistan. Beijing mengecam kebijakan AS yang khawatir berlebihan itu, sebagai sikap yang ketinggalan jaman.

Michael Blades, Direktur Kedirgantaraan dan Pertahanan dari perusahaan Frost & Sullivan, sebuah perusahaan riset pasar terkemuka di AS mengatakan bahwa, saat Tiongkok menjual drone ke negara-negara lain, mereka melanggar hukum layaknya fenomena ‘Wild West’ di AS abad lalu. Tiongkok sama sekali tidak peduli untuk menerima pelanggan yang telah ditolak oleh perusahaan Amerika.

Tiongkok komunis memilih uang, menguasai pasar teknologi mutahir dan bernilai tinggi sebagai target penjualan. Sedangkan kebijakan AS tidak jelas, negara yang diijinkan untuk membeli drone ditentukan secara kasus per kasus.

Dalam kebijakan Amerika, tidak ada daftar jelas yang dapat digunakan untuk menentukan negara mana dan kapan dapat membeli produk perusahaan Amerika Serikat. Selain itu, kurangnya data statistik yang menunjukkan besarnya jumlah penjualan drone militer AS setiap tahunnya, dan kepada siapa saja drone itu dijual.

Pasar drone militer global diperkirakan akan meledak dalam beberapa tahun mendatang. Hal tersebut terkait dengan kepentingan ekonomi Amerika Serikat dan para pesaingnya.

Tiongkok akan memandu persaingan di bidang ini, dan negara-negara seperti Israel juga akan secara aktif berusaha mendominasi pasar.

Menurut data dari perusahaan konsultan pertahanan dan aerospace ‘Teal Group’ bahwa, total produksi drone militer diperkirakan akan bernilai melebihi 80 miliar dolar AS dalam 10 tahun mendatang.

Tiongkok tampaknya siap memimpin persaingan global. Mereka telah mengambil langkah-langkah persiapan, seperti mendirikan pabrik drone di Arab Saudi untuk memasuki pasar global. (Li Jiaxin/NTDTV/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds