Erabaru.net. Warga di daerah Katingan dan Kasongan, Kalimantan Tengah dikejutkan dengan terjadinya gempa bumi, Kamis (12/07/2018) pukul 14.43 WITA. Ini dikarenakan sangat jarang pulau Kalimantan dilanda gempa dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera.

Kepala BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, I Wayan Mustika ketika dihubungi Banjarmasinpost menuturkan gempa yang terjadi di katingan dan Kasongan tak berlangsung lama. Dia menyebut BMKG Balikpapan merilis kejadian ini.

BMKG melaporkan gempa terjadi pada pukul 14:43:59.6 WITA dengan kekuatan M = 4.2 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 1.87 LS dan 113.43 BT. Pusat gempa  berlokasi di 70 km Barat Laut Palangkaraya, pada kedalaman 5.0 km.

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat/lemah dirasakan di daerah Katingan dan Kasongan dalam skala intensitas IISIG – BMKG atau (III-IV MMI).

Laporan BMKG menyebutkan,  guncangan gempabumi dirasakan oleh orang banyak/beberapa orang, bahkan beberapa warga ada yang berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini termasuk dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Atas kejadian ini, masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG.

Ini bukan pertama kali Kalimantan dilanda gempa. Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/02/2015) mengatakan laporan BMKG menyebutkan saat itu pukul 08.31 WIB terjadi gempa 5,7 skala Richter di 413 km Timur Laut Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

Pusat gempa saat itu berada di laut pada kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

Ketika itu, Sutopo merilis berdasarkan peta zonasi gempa, wilayah di Kaltim dan Kaltara termasuk dalam peta rawan gempa rendah. Ancaman gempa dari megathrust Sulawesi Utara atau Sesar Palu Koro yang dapat berpengaruh gempa di Kalimantan bagian Timur.

Lebih rinci Sutopo menguraikan, gempa di daratan Kalimantan juga disebabkan gempa intraplate  yaitu gempa yang terjadi di dalam lempeng itu sendiri, yakni di lempeng Eurasia.

Sutopo menjelaskan, gempa ini mekanismenya berbeda dengan gempa interplate yang dihasilkan dari tubrukan antarlempeng yang banyak terjadi di barat Sumatera dan selatan Jawa.
Adapun, mekanisme gempa intraplate pada dasarnya belum banyak diketahui.

Sebagian hasil riset menunjukkan tiga kemungkinan penyebab gempa intraplate. Pertama, adanya akumulasi tekanan lokal dan akibat heterogenitas kerak benua — dalam kasus ini di Paparan Sunda.

Riset lainnya adanya zona lemah yang disebabkan proses-proses tektonik masa lalu. Kemungkinan, ketiga, adanya high heat flow, yang memunculkan akumulasi tekanan ke sekitarnya. Gempa ini pernah terjadi seperti gempa 5,5 SR Kota di Tarakan, Kaltim (12 November 2007) dan gempa 5,8 SR di Pulau Laut, Sebuku dan Batulicin Kalsel (5 Februari 2008). (asr)

Share

Video Popular