Erabaru.net. Dalam masyarakat dewasa ini, masalah kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin serius. Menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Oxfam, bahwa sekitar 82% dari pertumbuhan kekayaan global tahun lalu, 1% -nya jatuh ke dalam genggaman orang kaya, sementara lainnya hanya dapat berbagi sisa kekayaan dari 18% itu.

Dalam laporan “Reward Work, Not Wealth” menyebutkan, bahwa sejak 2010 lalu, kekayaan miliarder global rata-rata tumbuh 13% per tahun, enam kali lebih tinggi daripada kenaikan gaji rata-rata kaum pekerja. Dan yang lebih menakjubkan lagi, selama kurun waktu satu tahun dari Maret 2016 hingga Maret 2017, setiap dua hari, ada satu orang yang meroket menjadi miliarder, sementara ada lebih dari separuh populasi dunia yakni sekitar 3,7 miliar orang, dimana kekayaan mereka tidak meningkat sedikit pun pada tahun 2017.

Laporan terkait juga mengungkapkan bahwa seorang CEO dari lima merek fashion teratas dunia hanya perlu kerja selama 4 hari, sudah bisa mendapatkan penghasilan yang setara dengan penghasilan seumur hidup seorang pekerja garmen di Bangladesh. Sementara di Amerika Serikat, seorang CEO hanya perlu kerja selama satu hari, penghasilannya sama dengan gaji tahunan seorang pekerja biasa.

Fenomena yang tidak wajar seperti itu bukanlah simbol “kemakmuran ekonomi,” tetapi kegagalan sistem ekonomi. Karena pekerja yang bekerja secara real tidak dapat berbagi hasil ekonomi, sementara para elite terkait dapat menikmatinya dengan nyaman atas hasil keringat orang lain.

Untuk menghilangkan situasi ini, harus membatasi pendapatan pemegang saham dan level manajemen, untuk memastikan kaum pekerja dapat memperoleh “upah hidup” dasar, dan menghilangkan perbedaan pendapatan antara pria dan wanita, melindungi hak-hak karyawan perempuan dan secara aktif memerangi penghindaran pajak. Jika situasi ini tidak diperbaiki, maka populisme dan nasionalisme dunia mungkin akan menjadi lebih ekstrim!

Meskipun dunia pada dasarnya memang tidak adil, tetapi tingkat ketidakadilan seperti itu terlalu berlebihan, bagaimana tidak, pasalnya baru kerja selama beberapa hari pendapatannya sama dengan pendapatan seumur hidup orang lain. Fenomena seperti ini benar-benar tidak normal!(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular