London – Polisi kontra-terorisme Inggris mengatakan sudah berhasil menemukan sumber yang diduga kuat mengandung racun saraf Novichok. Racun pelumpuh (agen) saraf kelas militer era Uni Soviet itu membunuh satu orang korban (wanita), dan melukai satu lainnya (pria) baru-baru ini.

Polisi menemukan sumber racun saraf setelah memeriksa ratusan item (barang). Pemeriksaan itu adalah bagian dari penyelidikan tewasnya korban, di Inggris barat daya.

Dawn Sturgess, 44, meninggal pada 8 Juli 2018. Sebelum tewas, dia pingsan selama lebih dari seminggu akibat terpapar agen saraf Novichok di dekat kota Salisbury. Jarak insiden itu hanya belasan kilometer dari tempat mantan agen ganda mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia diserang dengan racun yang sama pada bulan Maret 2018. Duo Skripal berhasil pulih setelah koma dan sekarat selama berbulan-bulan.

Rekan Sturgess, Charlie Rowley, 45 tahun dari Amesbury, kini masih dalam pemulihan di rumah sakit setelah kolaps hampir bersamaan dengan Sturgess.

Sumber kontaminasi Novichok, diperkirakan dari botol kecil di rumah Rowley. Polisi, pada akhir pekan kemarin, mengatakan sekitar 400 item lainnya berpotensi terkontaminasi oleh racun yang sama. Mereka pun menyerahkan semuanya ke laboratorium untuk dianalisis.

“Pekerjaan sedang berlangsung untuk menentukan apakah agen saraf berasal dari kelompok yang sama seperti yang digunakan dalam serangan terhadap Sergei dan Yulia Skripal pada Maret lalu. Dan, ini tetap menjadi jalur utama penyelidikan bagi tim investigasi,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Lokasi srangan agen saraf Novichok, di dekat Salisbury, Inggris, 5 Juli 2018. (Henry Nicholls/Reuters/The Epoch Times)

Inggris dan sekutu-sekutunya menyalahkan Rusia atas serangan Maret terhadap Skripal. Kondisi yang kemudian mendorong pengusiran Barat terbesar para diplomat Rusia dari negara-negara barat sejak Perang Dingin. Moskow membantah tuduhan itu dan membalas dengan mengusir para diplomat Barat.

Kedutaan Rusia di London meminta Inggris pada hari Sabtu (14/7/2018) untuk berbagi informasi tentang zat yang digunakan dalam insiden keracunan terbaru.

“Kami ingin pihak Inggris untuk berbagi dengan kami informasi mengenai jenis zat yang digunakan dan korelasi antara insiden ini dan keracunan misterius lainnya yang terjadi di sekitar laboratorium kimia militer rahasia di Porton Down,” kata kedubes Rusia dalam sebuah pernyataan, yang diposting di situs webnya.

Inggris telah mengundang ahli teknis independen dari pengawas senjata kimia internasional untuk melakukan perjalanan ke Inggris awal pekan depan. Mereka akan secara independen mengkonfirmasi identitas agen saraf itu, menurut Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris, Jumat (13/7/2018). (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular