Erabaru.net. Seorang guru di Tiongkok timur telah dipecat setelah dia berulang kali menampar seorang siswa begitu kuat sehingga meninggalkan bekas telapak tangan berwarna merah di wajah muridnya tersebut.

Guru di Sekolah Tinggi Suyu itu dilaporkan menghukum anak laki-laki itu, seorang siswa senior karena mengobrol dengan teman sekelasnya saat sesi pengulangan pelajaran. Guru itu menampar 12 kali, menurut laporan itu.

Siswa laki-laki, yang dikenal sebagai Xiaochen, menderita luka termasuk gegar otak dan kulit wajah di dekat mata luka. Siswa tersebut dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, menurut laporan setempat.

Rekaman video yang menunjukkan dampak dari insiden yang dirilis oleh Beijing Time menunjukkan Xiaochen terbaring di tempat tidur di Rumah Sakit Medis Suqian, Tiongkok, pada hari Rabu.

Tanda merah yang menyerupai telapak tangan jelas terlihat di sebelah kiri wajahnya.

Anak itu mengatakan kepada wartawan bahwa dia dijatuhi hukuman setelah guru itu mengetahui dirinya berbicara dengan teman sekelasnya.

Guru tersebut bertindak dengan menyeretnya keluar dari kursinya dan mulai memukulnya di depan kelasnya, menurut Yangtze Evening News.

“Sang guru tampak marah dan mula-mula menampar seorang siswa perempuan sebelum memukul Xiaochen,” seorang siswa di kelas yang sama mengatakan.

Dia didiagnosis dengan luka di telinga kirinya, gegar otak, cedera jaringan lunak dan luka di dekat matanya, menurut laporan itu. Dia juga mengalami kehilangan pendengaran sementara.

Insiden ini telah dilaporkan ke Departemen Pendidikan dan keluarga Xiaochen juga telah mengajukan laporan ke polisi. Sekolah telah setuju untuk menutup biaya pengobatan Xiaochen.

Sekolah juga telah bertindak dengan memecat guru tersebut dan dilaporkan tidak memberikan bonusnya dari tahun akademik sebelumnya.(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds