Erabaru.net. Wulan adalah seorang anak yatim piatu yang dicampakkan orangtuanya sejak kecil dan tumbuh besar di panti asuhan. Agar bisa hidup dengan lebih baik di masa depannya, Wulan belajar dengan tekun, dan akhirnya berhasil diterima di perguruan tinggi. Setelah lulus, Wulan mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan yang lumayan. Selain itu, dia juga menjalin hubungan asmara dengan Dimas di perusahaan yang sama. Kedua sejoli ini mengisi hari-harinya dengan rasa bahagia .

Suatu malam, Dimas dan Wulan sedang jalan santai bersama. Di tengah perjalanan, sayup-sayup mereka mendengar tangisan bayi. Karena penasaran, mereka pun mencari-cari asal tangisan itu, dan menemukan sesosok bayi perempuan yang dibungkus selimut di samping sebuah pohon besar.

Wulan melihat ada secarik kertas di badan bayi perempuan itu : “Dengan sangat terpaksa bayi ini saya tinggalkan di sini, semoga ada orang baik hati yang bersedia merawatnya!”

Melihat itu, darah Wulan pun seketika bergejolak dan merasa sedih, membayangkan dirinya sendiri juga anak buangan yang dicampakkan orangtuanya, hingga akhirnya tinggal di panti asuhan karena tidak ada yang mengadopsinya.

Karena tak ingin bayi malang itu bernasib sama dengannya, Wulan pun membawa pulang bayi perempuan itu dan mengadopsinya.

Namun, keinginan Wulan ditentang oleh Dimas, pacarnya. Tetapi Wulan bersikeras dengan pendiriannya, hingga akhirnya mereka pun bertengkar dan akhirnya putus karena masing-masing tidak ada yang mau mengalah.

Setelah mengadopsi bayi perempuan itu, Wulan pun mengalihkan segenap perhatiannya pada si bayi. Dia memberi nama Allisa pada bayi yang diadopsinya itu. Dia berharap Allisa akan hidup bahagia di kemudian hari sesuai dengan arti namanya – kebahagiaan.

Karena harus mengurus Allisa, Wulan mengundurkan diri dari pekerjaannya, kemudian dia mencari nafkah dengan memulung sambil membawa Allisa, anak angkatnya.

Menjalani hari-hari sebagai pemulung jelas sangat tersiksa dan melelahkan. Sejak saat itu, teman-teman Wulan pun satu persatu mulai menjauhinya, karena teman-temannya merasa otak Wulan bermasalah. Putus dengan Dimas dan mengundurkan diri dari pekerjaaan hanya demi mengurus bayi perempuan itu. Namun, tidak peduli apa pun yang dikatakan mereka, Wulan tidak akan pernah meninggalkan anak itu, dan tekadnya untuk membesarkan anak angkatnya itu juga tak tergoyahkan.

Seiring berjalannya waktu, Allisa pun mulai tumbuh besar, dan tidak mengecewakan Wulan, karena meski masih kecil, tapi Allisa bisa bersikap layaknya orang dewasa. Allisa bukan saja suka membantu Wulan, ibu angkatnya, tapi juga pintar dan tekun belajar.

Ilustrasi.

Wulan pun merasa terhibur dan bahagia melihat Allisa yang tidak pernah membuat hal-hal yang merepotkannya.

Singkat cerita, berkat ketekunan dan usaha kerasnya, Allisa berhasil diterima di sebuah universitas.

Setelah lulus, Allisa pun mulai meniti kariernya di sebuah perusahaan besar. Dua tahun kemudian, Allisa menjalin hubungan cinta dengan Hengky, seorang pria kaya. Ayah Hengky adalah seorang direktur perusahaan multinasional, sementara ibunya telah meninggal beberapa tahun sebelumnya.

Setelah mengetahui perjalanan hidup yang dialami Allisa, Hengky semakin sayang dan berencana segera melamar Allisa dan memberinya sebuah keluarga yang bahagia.

Namun, Allisa belum bisa menerima lamaran Hengky, karena dalam hatinya, kebahagiaan Wulan, ibu angkatnya itu jauh lebih penting. Meski pun Hengky berjanji akan membawa serta ibunya tinggal bersama setelah menikah, namun, Allisa merasa belum cukup membuatnya tenang, dia ingin mencari pasangan untuk ibunya, dan menghabiskan sisa hidupnya bersama pasangan yang menyayangi ibunya.

Mengetahui ayah pacarnya juga hidup sendiri sejak ditinggal pergi mendiang istrinya, Allisa pun mencoba memperkenalkan Wulan, ibunya pada ayah Hengky, pacarnya.

Setelah keduanya dipertemukan, mereka pun tercengang saling memandang. Karena ayah Hengky itu ternyata adalah Dimas, cinta pertama Wulan, ibu angkatnya.

Ternyata ketika Dimas dan Wulan putus kala itu, Dimas menikah dengan seorang gadis kaya, anak dari keluarga berada. Namun, Dimas menyesal karena baru mengetahui kalau ternyata anak orang kaya yang dinikahinya itu punya tempramen yang buruk.

Saat itulah, Dimas baru teringat dengan kebaikan Wulan, dia sangat menyesal, tetapi sudah terlambat.

Ilustrasi.

Dua tahun lalu, istrinya Dimas meninggal karena sakit, namun, sejak itu Dimas tidak berniat untuk menikah lagi, karena dalam lubuk hatinya, dia masih mencintai Wulan.

Dan tak disangka, sekarang dia bertemu lagi dengan Wulan, mungkin inilah yang disebut dengan takdir/jodoh.

Bukan main senangnya Allisa mengetahui kalau Wulan, ibunya dan Dimas, ayah pacanya itu dulunya adalah pasangan kekasih.

Karena ibunya telah menemukan kembali kebahagiaan pertamanya. Tak lama kemudian, Allisa dan ibunya pun mengadakan pernikahan bersama, keduanya telah menemukan kebahagiaannya masing-masing, dan sekeluarga pun hidup bahagia.

Bagaimanapun, orang yang berbuat baik dan tulus, pasti akan mendapatkan balasan baiknya suatu ketika !(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular