Warga negara Tiongkok yang tinggal di California baru-baru ini mengaku bersalah telah mencuri teknologi militer AS untuk kepentingan rezim Tiongkok.

Antara tahun 2013 dan 2015, Cathy Chen, yang nama Tionghoanya adalah Chen Si, telah mengirim “radar canggih, pengacau komunikasi kelas militer, penguat suara rendah, dan radar komunikasi ruang Ka-band (radar yang beroperasi dalam rentang frekuensi 20-40 GHz)” ke Tiongkok melalui Hong Kong, tanpa meminta persetujuan dari Departemen Perdagangan AS, menurut laporan tanggal 12 Juli oleh Orange County Weekly, surat kabar California, mengutip jaksa federal. Produk-produk dengan teknologi sensitif berada di bawah kontrol ekspor dan memerlukan izin khusus untuk mengirim ke luar negeri.

Chen, yang menggunakan beberapa nama alias sejak tiba di Amerika Serikat pada tahun 2007, dapat memperoleh teknologi tersebut melalui perannya dalam menyediakan layanan akuntansi untuk perusahaan-perusahaan pesawat terbang, termasuk kontraktor pertahanan AS.

Dia memalsukan dokumen imigrasi untuk dapat terus tinggal di negara tersebut. Pada 2012, ia menikah dengan seorang pria Tiongkok yang lulus dari sekolah pelatihan militer Partai Komunis di Tiongkok.

Ayah Chen juga memiliki hubungan dengan militer, menurut OC Weekly.

Setelah mendapatkan peralatan militer tersebut, Chen berkomplot dengan beberapa perusahaan yang berbasis di Shenzhen di Tiongkok selatan untuk menyembunyikan tujuan yang sebenarnya dan pengguna peralatan tersebut. Perusahaan-perusahaan itu termasuk Chen Archangel Systems Space, Century Electronic International Co., dan Star Aero Investment Ltd.

Agen-agen federal mendapatkan rekaman-rekaman yang menunjukkan bahwa Chen menggunakan telepon genggam sekali pakai untuk menghubungi kontak dari Tiongkok, yang memberi instruksi, ketika ditanya, bersikeras bahwa teknologi itu tidak akan meninggalkan Amerika Serikat.

Ia menerima lebih dari $200.000 dalam pembayaran untuk membuat pengiriman-pengiriman peralatan tersebut.

Chen menghadapi maksimal 50 tahun penjara dan denda hingga $1,75 juta. Hukumannya akan diumumkan pada 1 Oktober.

Sejumlah warga negara Tiongkok telah ditangkap oleh otoritas AS yang mencuri teknologi militer untuk mendukung upaya rezim Tiongkok dalam mengejar militer AS.

Pada September 2017, Yiheng Percival Zhang, seorang profesor Tiongkok yang mengajar teknik sistem biologi di Virginia Tech, dituduh telah berkomplot untuk menipu pemerintahan federal. Penelitiannya melibatkan Angkatan Darat AS, angkatan udara, dan Universitas Pertahanan Nasional.

Dua warga negara Tiongkok telah didakwa dengan spionase ekonomi dan pencurian rahasia dagang pada tahun 2015, setelah mereka berkomplot untuk mencuri source code atau kode sumber (bentuk asli dari program komputer sebelum diubah menjadi kode yang dapat dibaca mesin) dan teknologi militer penting lainnya dari majikan-majikan Amerika mereka, Avago Technologies di Colorado dan Skyworks Solutions di Massachusetts. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds