Erabaru.net. Ratusan praktisi Falun Dafa atau Falun Gong menggelar malam nyala lilin sebagai rangka memperingati berlangsungnya 19 tahun penindasan terhadap praktisi Falun Gong di  Lapangan Puputan Denpasar, Bali, Minggu (15/07/2018).

Saat pagi harinya, acara yang dikoordinir oleh Pusat Bimbingan Falun Dafa Bali ini sempat menggelar latihan bersama serta pawai di kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali.

Saat menggelar pawai, praktisi Falun Gong membentangkan spanduk bertuliskan “Falun Dafa is Great.” Spanduk lainnya bertuliskan “Dunia Membutuhkan Sejati-Baik-Sabar.”Turut menyertai spanduk lainnya “Hentikan Penganiayaan Falun Gong di Tiongkok.”

Pawai di kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)

Barisan pawai lainnya membawa foto-foto praktisi Falun Gong yang menjadi korban pembunuhan akibat kekejaman dan kejahatan sejak penindasan terhadap praktisi Falun Gong berlangsung di Tiongkok.

Pawai di kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)

Pesan lainnya yang disampaikan kepada masyarakat adalah spanduk bertuliskan “Satu-satunya Harapan Bagi Manusia Adalah Meningkatkan Moralitas.” Spanduk lainnya menyampaikan pesan “Tujuan Akhir Komunisme : Menghancurkan Umat Manusia.”

Pawai di kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)
Pawai di kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)

Falun Dafa adalah sebuah latihan kultivasi jiwa dan raga yang “berasimilasi dengan karakter tertinggi alam semesta – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar).

Pawai di kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)

Ketiga prinsip ini sebagai fundamental, dengan karakter tertinggi alam semesta sebagai pembimbing, melakukan latihan sesuai prinsip evolusi alam semesta.” Latihan Falun Gong disertai dengan 5 perangkat gerakan termasuk bermeditasi.

Falun Dafa mulai disebarkan di Tiongkok pada 1992 silam. Latihan ini menjadi semakin populer di kalangan masyarakat Tiongkok hingga mencapai 100 juta orang. Beragam manfaat diperoleh setelah latihan ini termasuk kesehatan.

Atas dasar kecemburuan, pada  20 Juli 1999 silam dicetuskan penindasan terhadap Falun Gong oleh  oleh Jiang Zemin selaku Sekjen Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada saat itu. Jiang Zemin dalam perintahnya menginstruksikan tiga instruksi yakni cemarkan reputasinya, bangkrutkan secara finansial dan hancurkan secara fisik.

Sejumlah penindasan dan penyiksaan dialami oleh para praktisi Falun Dafa di Tiongkok. Bahkan parahnya, ada para pengikut latihan ini meninggal dunia dikarenakan menjadi korban pencurian terhadap organ tubuh mereka secara hidup-hidup.

Lebih jauh Jiang Zemin dengan kroninya memanfaatkan Kedubes RRT di seluruh dunia tuntuk melakukan intervensi kepada pemerintah setempat turut mengekang aktivitas Falun Dafa dengan berbagai fitnah dan propaganda yang kerap menyudutkan Falun Gong . (asr)

Pawai di kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)
Praktisi Falun Gong menggelar latihan bersama di Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)
Praktisi Falun Gong menggelar latihan bersama di Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)
Warga memberikan dukungan menolak penindasan terhadap Falun Gong di Tiongkok, warga membubuhkan petisi di Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)
Praktisi Falun Gong menggelar latihan bersama di Denpasar, Bali, Minggu 15 Juli 2018 (Foto : Wayan Diantha/Istimewa)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular