Washington DC – Pihak berwenang di Michigan, Amerika Serikat, mengatakan sebuah puing pesawat ditemukan di dekat St. Ignace, pekan lalu. Pesawat itu adalah milik pasangan yang menghilang pada tahun 1997.

Anggota keluarga dan teman-teman tidak tahu apa yang terjadi pada Mark dan Janet Davies sejak saat itu. Pasangan itu terbang pulang ke Howell, sekitar 300 mil (480 kilometer), dengan pesawat kecil dari Pulau Drummond di Lake Huron ketika mereka menghilang.

Mark Davies memiliki kemampuan menerbangkan pesawat, tetapi dia adalah pilot yang tidak berpengalaman. Saudara Janet Davies, Michael Smith, memberi tahu Up North Live bahwa dia tidak pernah mau terbang bersama Mark.

Sebuah radar melihat pesawat itu terbang ke arah selatan, ketika tiba-tiba berbalik dan menghilang.

“Hampir semua orang telah putus asa bahwa (jenasah) mereka akan ditemukan,” kata Smith. “Saya tahu itu mengganggu orang tua saya. Itu benar-benar mengganggu ibuku. Dia meninggal dua tahun lalu.”

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS mengumumkan penyelidikan setelah puing-puing ditemukan di bagian terpencil St Ignace. Lokasinya sekitar 70 mil sebelah barat Pulau Drummond, di mana pasangan itu pertama kali lepas landas.

Ted Sarrach mengatakan kepada Fox 2 bahwa itu adalah bukti pertama yang ditemukan, meskipun pencarian besar-besaran dilakukan setelah mereka menghilang.

“Mereka membentuk sebuah pencarian gabungan bersama selama beberapa pekan, ada para guru, polisi, siapa saja yang ingin pergi. Itu adalah misteri, tidak ada apa-apa. Tidak ada yang mengambang di Danau Huron,” kata Ted.

“Mereka tidak menemukan apa-apa. Selama 21 tahun mereka tidak menemukan apa pun.”

Dewan mengatakan bahwa Mark Davies kemungkinan mengalami vertigo karena cuaca berkabut pada saat itu.

Patroli Udara Sipil Michigan, Letnan Kolonel Tom Dickinson mengatakan pada waktu itu, bahwa Mark Davies tidak mengajukan rencana penerbangan. Sehingga operasi pencarian waktu itu seperti mencoba menemukan jarum di tumpukan jerami.

Detroit Free Press melaporkan, para pejabat kini sedang menyusun rencana untuk mengeluarkan rongsokan pesawat dari pedalaman hutan dan sungai.

“Kami sedang menilai lokasi reruntuhan dan logistik yang diperlukan untuk menanggapi dan menyelidiki,” kata juru bicara NTSB, Eric Weiss.

“Ini di Hutan Nasional Hiawatha, di daerah yang cukup terpencil. Ini adalah situasi di mana penyidik tidak bisa hanya pergi ke tempat kejadian, puing-puing harus dipindahkan ke area di mana kami dapat meninjau dan melihatnya.” (NTD.tv/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular