Istanbul – Sedikitnya 19 orang tewas ketika sebuah kapal yang membawa para imigran tenggelam di lepas pantai Siprus utara, Laut Mediterania. Tim penyelamat berhasil 103 orang dari kapal itu, sementara 25 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR.

Penjaga pantai Turki mengatakan bahwa kapal migran itu tenggelam di dekat kota Yeni Erenkoy, Anadolu Agency. Para migran yang diselamatkan dibawa kembali ke Turki.

Seorang pejabat, berbicara dengan syarat anonimitas, mengatakan kepada The Associated Press bahwa satu orang yang terluka parah sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Siprus.

Menurut Reuters, sebuah kapal komersial berbendera Panama melihat kapal migran itu sekitar 25 mil dari provinsi Antalya di Turki selatan. Kapal itu memberitahukan kepada penjaga pantai Turki pada Rabu (18/7/2018) pagi.

Pihak berwenang mengatakan kepada AP bahwa mereka memperkirakan ada sebanyak 147 hingga 150 orang berada di kapal yang tenggelam. Mereka mengatakan tidak yakin apakah semua orang di kapal itu adalah migran.

Kabar ini datang setelah Proactiva Open Arms, sebuah kelompok penyelamat Spanyol, menuduh penjaga pantai Libya membiarkan seorang wanita dan anaknya tewas tenggelam di Laut Mediterania. Peristiwa tenggelamnya wanita dan anak itu terjadi setelah mereka mencegat 160 migran yang menuju ke Eropa, seperti dikabarkan oleh NBC News. Kelompok itu mengatakan menemukan tiga orang dalam sisa-sisa kapal yang hancur sekitar 80 mil dari pantai Libya.

Menurut laporan Reuters, penjaga pantai Libya membantah klaim itu. Mereka mengatakan bahwa mereka berhasil menyelamatkan 165 migran dari kapal. “Itu bukan (kebiasaan) dalam agama kami, etika kami atau perilaku kami untuk meninggalkan kehidupan manusia di laut, di mana kami justru datang untuk menyelamatkan mereka,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan pada 17 Juli 2018 bahwa lebih dari 1.400 migran telah meninggal di Mediterania sejak awal 2018.

Organisasi itu mengatakan bahwa sebanyak 50.872 migran dan pengungsi memasuki Eropa melalui laut itu hingga pertengahan Juli 2018. “Total itu dibandingkan dengan 109.746 pada periode yang sama tahun lalu, dan 241.859 pada periode sama tahun 2016,” katanya.

“Sampai saat ini, lebih dari 35 persen dari semua migran tidak resmi Mediterania telah datang melalui rute Mediterania Barat, yang volume migrasi tidak teraturnya hampir tiga kali lipat dari yang terdaftar pada tahun lalu,” menurut siaran persnya. (The Epoch Times/waa)

 

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds