oleh Lin Yan

Meningkatnya eskalasi perang tarif antara Tiongkok dengan AS, Uni Eropa dan Kanada melakukan pembalasan terhadap tarif produk baja dan aluminium AS, dan kebijakan perdagangan lanjutan dari berbagai negara sedang penuh ketidakpastian.

Namun, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa ketidakpastian tidak cukup bagi The Fed untuk mengubah jalur tentang kenaikan suku bunga.

Jerome pada Selasa dan Rabu (17, 18 Juli) menghadiri undangan sidang dengar pendapat semi-tahunan kedua di Kongres. Laporan kebijakan moneter semi-tahunan telah diumumkan pada Jumat (13 Juli) sebelum sidang tersebut.

Selama setengah tahun konflik perdagangan antara AS dengan Tiongkok ini, para pejabat The Fed mengadakan diskusi tentang dampak konflik perdagangan terhadap perekonomian AS.

Hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Juni menunjukkan bahwa pejabat Fed khawatir bahwa ketidakpastian perdagangan akan menyeret turun investasi bisnis.

Dalam sidang dengar pendapat, Powell mengatakan bahwa sulit untuk memprediksikan dampak potensial dari perselisihan perdagangan terhadap ekonomi AS. Namun dia segera mengisyaratkan bahwa setiap risiko penurunan yang ditimbulkan oleh kebijakan perdagangan dapat diimbangi oleh kenaikan dari langkah stimulus fiskal yang timbul akhir-akhir ini.

Pada saat yang sama, ia mengatakan bahwa karena isu-isu perdagangan merupakan bagian dari ruang lingkup kerja Kongres AS, The Fed tidak akan berkomentar terlalu banyak.

Selain itu, Powell juga membuat penilaian yang optimis terhadap ekonomi AS, dan menegaskan kembali bahwa ia optimis tentang pembangunan ekonomi AS, dan akan terus mendukung kebijakan menaikkan suku bunga.

Powell mengatakan bahwa The Fed percaya pendekatan yang terbaik adalah untuk terus secara bertahap menaikkan suku bunga dana federal, menjaga konsistensi dengan penguatan ekonomi AS, tidak akan menaikkan suku bunga terlalu tinggi atau terlalu cepat, karena itu hanya akan merugikan pertumbuhan ekonomi.

Menurut statistik ekonomi terbaru, tingkat pertumbuhan PDB AS pada kuartal kedua naik menjadi sekitar 4% per tahun. Data menunjukkan bahwa hasil survei mencerminkan bahwa kegiatan bisnis AS berada pada tingkat yang cukup tinggi.

Dunia luar percaya bahwa, secara keseluruhan, pernyataan Powell konsisten dengan pernyataan FOMC. Pernyataan terbaru dari FOMC menunjukkan bahwa pertumbuhan aktivitas perdagangan AS tergolong stabil dengan pasar tenaga kerjanya yang cukup kuat.

Powell menegaskan kembali bahwa inflasi akan tetap mendekati target the Fed, yakni 2 %. Dunia luar memperkirakan bahwa The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dua kali dalam tahun ini, dan tingkat bunga dana federal saat ini adalah 1,75% hingga 2%.

Capital Economics menyebutkan, The Fed selain akan menaikkan suku bunga dua kali selama tahun ini, kiranya the Fed juga akan menaikkan suku bunga dua kali atau lebih pada tahun 2019.

Meskipun sengketa perdagangan membawa bahaya berupa risiko penurunan pertumbuhan ekonomi, tapi kami berharap pertumbuhan ekonomi yang kuat dan meningkatnya inflasi akan mendesak The Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan September dan Desember tahun ini, dan menaikkan suku bunga dua kali atau lebih pada awal 2019, sampai perlambatan ekonomi muncul. Itu mungkin yang dapat memaksa FOMC untuk mengambil jalan lain. Demikian tulisan dalam laporan Capital Economics.

Bloomberg melaporkan bahwa kesaksian Powell menekankan bahwa kebijakan The Fed menganut pendekatan pelonggaran, bukan pengencangan. Ini dipahami oleh dunia luar sebagai upaya untuk menghapus kebijakan ultra-longgar yang diberlakukan selama krisis keuangan. Ketika suku bunga mencapai tingkat suku bunga kebijakan moneter netral, maka peluang The Fed untuk melanjutkan kenaikan suku bunga akan lebih terbuka daripada sekarang. (Sin/asr)

Share

Video Popular