“Sesosok roh, roh gentayangan komunisme, berkeliaran di Eropa.” Manifesto Partai Komunis Menggunakan “roh gentayangan” sebagai kata pembuka, pastinya bukan keinginan Karl Marx yang mengebu-gebu sesaat.

Roh gentayangan ini adalah roh jahat yang berada di dimensi lain, yang terbentuk dari “kebencian” dan berbagai macam makhluk sampah dari tingkat rendah alam semesta.

Ia aslinya adalah seekor ular, setibanya di dimensi tingkat permukaan, bentuk perwujudannya adalah seekor naga merah. Ia berkomplot dengan setan yang mendendam pada Dewa lurus dan pada kebenaran.

Roh jahat ini bertujuan hendak memusnahkan umat manusia, pada saat terakhir Tuhan datang kembali untuk menyelamatkan makhluk hidup, membuat manusia tidak percaya pada Tuhan, merusak moralitas manusia sedemikian rupa sampai tidak dapat memahami perintah Tuhan sehingga pada saat terakhir disapu bersih dan Yuanshen (jiwa prima)nya dimusnahkan selamanya.

Poster propaganda anti-Bolshevik Putih Rusia dari tahun 1919 menggambarkan pemimpin senior komunis Lenin, Trotsky, Kamenev, Radek, Sverdlov, dan Zinoviev yang mengorbankan karakter alegoris yang mewakili Rusia untuk patung Karl Marx. (Domain publik)

Orang-orang mungkin beranggapan paham komunis sama saja seperti berbagai macam paham yang lain, adalah semacam tren ideologis dalam dunia manusia, atau juga semacam eksperimen yang gagal. Sama sekali bukan! Komunisme bukan tren ideologis, juga bukan percobaan, ia bukanlah suatu hal yang dihasilkan sendiri oleh manusia.

BACA JUGA : Editorial“Sembilan Komentar”: Tujuan Terakhir Komunisme

Paham komunis adalah ajaran iblis, adalah ajaran yang diberikan secara paksa oleh roh jahat dan yang secara khusus digunakan untuk merusak dunia manusia. Dia datang demi tujuan memusnahkan umat manusia.

Jika dikatakan orang yang berada didalamnya belum dapat melihat tipu muslihat roh jahat komunis, coba sekarang kita kilas balik sejarah seratus tahun partai komunis, maka dapat terlihat dengan jelas peta jalan roh jahat komunis untuk memusnahkan umat manusia yang diatur secara cermat.

Karl Marx beserta para pengikutnya tepatnya adalah perwakilan di dunia manusia yang dipilih oleh roh jahat ini untuk menjalankan konspirasinya, untuk mendirikan ajaran sesat komunis di atas dunia ini.

Oleh karena itu kita membahasnya dari kepercayaan ajaran sesat Karl Marx dan peta jalan roh jahat.

  1. Sisi Karl Marx yang Tidak Diketahui Orang – Percaya Pada Ajaran Sesat

Di antara orang Barat yang paling dikenal oleh orang Tiongkok, Karl Marx tentu saja menjadi salah satunya. Akan tetapi terhadap asal-usul Karl Marx, seberapa banyakkah kita memahaminya? Sebenarnya sangatlah sedikit.

Karl Marx dilahirkan di sebuah keluarga Yahudi kaya. Pada saat dia berumur 6 tahun, ayahnya meninggalkan Yudaisme dan beralih mempercayai agama Kristen dan Karl Marx juga dibaptis menjadi pengikut Kristen pada gereja yang sama.

Dia pernah dalam tulisannya secara hangat memuliakan Tuhan, tetapi kemudian telah terjadi peristiwa misterius. Karl Marx secara mendadak timbul kebencian yang tidak masuk akal kepada Tuhan, seorang Karl Marx yang sepenuhnya berbeda telah muncul.

(pepper&bones)

Peneliti Karl Marx dari Barat menemukan bahwa, perubahan Karl Marx adalah dikarenakan mendapat pengaruh dari pengikut satan, dan juga telah menjadi seorang pemuja satan. Satan tepatnya adalah iblis, hal ini akan membuat sangat banyak orang Tiongkok merasa terkejut. Tidak ada salahnya dari karya-karya pribadi Karl Marx kita meneliti proses perubahannya menjadi iblis dan dunia batinnya yang penuh dengan kekerasan dan kebencian.

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme : Bagian Tiongkok – Negara yang Menjadi Pusat  Kebudayaan Warisan Dewata (1)

Saat berumur 18 tahun Karl Marx menulis sebuah skenario drama berjudul Oulanem, di dalamnya tertulis: “Musnah, musnah…diikuti dengan teriakan keras ala alam liar, mengucapkan kutukan kepada seluruh umat manusia… di tengah kegelapan, celah menganga neraka tanpa dasar menghadap kamu dan aku, jika kamu terjatuh ke dalam, aku akan mengikuti dari belakang sambil tertawa terbahak-bahak dan berbisik di samping telingamu: ‘Turunlah temani aku, kamerad!’… jika eksis suatu benda yang dapat menelan semuanya, maka aku akan melompat masuk ke dalam, untuk memusnahkan dunia ini.”

Hati Karl Marx yang penuh kebencian dan kebrutalan mengherankan itu, sungguh membuat bergidik.

Di dalam puisi lain Pemain Pertunjukan (The Fiddler), Karl Marx menulis: “Ah! Aku akan menggunakan pedang hitam berdarahku, secara presisi menusuk jiwamu… aku menukarnya dari tangan Satan… aku mainkan musik mars kematian yang kuat nan indah.” Di dalam Gadis Pucat (The Pale Maiden), Karl Marx menulis: “Aku sudah meninggalkan Surga… sekarang sudah ditakdirkan harus turun ke neraka.”

Gambar itu memperlihatkan patung Marx dari seorang pekerja Jerman yang pindah ke Berlin pada September 2010. Patung itu didirikan oleh Anneke, kepala Partai Komunis Jerman Timur sebelum tahun 1986. (Getty Images via Epochtimes.com)

Di puisi Arogansi Manusia (Human Pride), Karl Marx mengakui, tujuannya sama sekali bukan membuat dunia lebih baik, melainkan ingin memusnahkan dunia, bahkan menganggapnya sebagai kegembiraan.

“Dengan penuh penghinaan, aku menantang dunia, pada wajah dunia, kulemparkan sarung tangan bajaku (gauntlet) dimana-mana, raksasa kurcaci ini roboh, terisak dan tergeletak mati, tetapi kejatuhannya tidak bisa memadamkan api kebahagiaanku. Pada saat itu aku bakal laiknya Tuhan, menerobos melalui kerajaan yang sudah menjadi puing, berjalan layaknya kembali dari kemenangan perang. Setiap kata yang aku ucapkan adalah api dan karma, aku merasa duduk  setara dengan Sang Pencipta.”

Kebencian dan dendam Karl Marx terhadap dunia berasal dari manakah? Karl Marx dalam Kutukan Magis dari Orang yang Putus Asa (Invocation of One in Despair) telah menuliskan sejumlah petunjuk.

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme : Bagian Tiongkok – Negara yang Menjadi Pusat Kebudayaan Warisan Dewata (2)

 “Di tengah kutukan dan siksaan takdir, sebuah roh telah merampas seluruh milikku; seluruh dunia telah dihempaskan ke belakang, yang tersisa dariku hanyalah dendam dan kebencian. Di atas langit akan kudirikan singgasana kerajaanku, yang berpuncak dingin dan ketakutan, gemetar karena takhayul adalah fondasinya, sedangkan penderitaan ekstrem yang paling gelap itulah pemiliknya.”

Karl Marx di dalam surat kepada ayahnya menuliskan: “Tirai dari sebuah era telah turun, suci di atas segala kesucian milikku telah terkoyak-koyak, roh yang baru pasti datang menggantikan”.

Sejenis kegelisahan sejati telah menguasaiku, aku tak berdaya menenangkan hantu gelisah ini, sampai aku dan dirimu yang menyayangiku, kumpul bersama.”

Perubahan hati Karl Marx tentu saja menimbulkan kekhawatiran ayahnya. Dia di dalam surat berpesan kepada sang anak: “Asalkan hatimu dipertahankan tetap murni dan memiliki denyut kemanusiaan, tidak membiarkan iblis membuat hatimu menjauhi perasaan nan indah, hanya dengan demikian, aku barulah dapat bahagia.”

Hati Karl Marx telah berubah menjadi iblis, di dalam puisi Tentang Hegel dengan arogan menuliskan:

 “Oleh karena aku melalui pemikiran mendalam telah menemukan prinsip sejati yang paling mendalam dan paling agung, maka aku sama agungnya dengan Tuhan, kegelapan adalah jubahku, layaknya seperti ‘Dia’.”

Jalan Karl Marx menjadi iblis, di masa sekarang ini bukanlah suatu rahasia, semua karya, komunikasi dan sejumlah  besar penelitian tertulis dari para cendekiawan Barat, telah dipublikasikan, hanya saja negara-negara komunis itu sengaja mengabaikannya.

Menurut penulis buku Marx dan Satan, Richard Wurmbrand, dia pernah menghubungi Institut Marx di Moskow, dan diberitahu bahwa karya Karl Marx seluruhnya ada 100 lebih, di antaranya hanya 13 buah saja yang dicetak dan dipublikasikan.

Karl Marx pada waktu itu, yang dia pikirkan hanyalah ingin memusnahkan dunia, sama sekali tidak terpikir ingin melakukan sesuatu terhadap kaum proletar, kaum petani dan pekerja.

 Akan tetapi, Karl Marx sebagai seorang yang sangat cerdas dan pernah mendapat pendidikan tinggi, pada saat yang sama juga sosok manusia dengan hati dipenuhi oleh kebencian dan kekerasan.  Marx menentang Tuhan, mengutuk umat manusia serta menyembah iblis, ini cocok sekali sebagai perwakilan dunia manusia yang dicari-cari oleh roh jahat komunis. Maka itu roh jahat telah memilih Marx.

Buku Marx dan Setan karya Richard Wurmbrand (eBay)

 Karl Marx yang percaya pada ajaran sesat dan membenci Tuhan pada dasarnya bukan ateis. Dia telah mengubah komunisme menjadi ajaran sesat yang percaya pada ateisme, ingin menggunakan ajaran sesat komunis yang ateis untuk menentang Tuhan, dan menyelesaikan misi dari roh jahat komunis yaitu memusnahkan umat manusia

Sebagai hasilnya, telah terjadi sebuah tragedi pertunjukan yang menggunakan kaum proletar untuk mengaduk-aduk dunia manusia hingga jungkir balik dan hujan angin berbau anyir. (WHS/asr)

Bersambung

BACA :  Tujuan Terakhir Komunisme – Konspirasi Iblis Merah Menghancurkan Umat Manusia (Bagian II)

Share

Video Popular