Perusahaan Huawei Tiongkok Memberi ‘Resiko Serius’ Bagi Telkom Inggris

LONDON – Dewan yang memantau penggunaan teknologi komunikasi yang dibuat oleh perusahaan Tiongkok Huawei di Inggris mengatakan bahwa ia hanya dapat memberikan “jaminan terbatas” yang tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.

Laporan dari Pusat Evaluasi Keamanan Siber Huawei, Huawei Cyber Security Evaluation Center (HCSEC), meminimalkan pentingnya penaksiran-penaksiran sebelumnya bahwa risiko-risiko apapun dari perusahaan Tiongkok “cukup dikurangi.”

Huawei adalah pemasok utama perangkat broadband dan jaringan seluler di Inggris, yang berarti produk-produknya digunakan dalam infrastruktur nasional penting yang dapat ditargetkan oleh musuh-musuh asing.

Perusahaan tersebut telah mendapat kecaman di Amerika Serikat dan Australia atas kekhawatiran ia dapat memfasilitasi mata-mata pemerintahan Tiongkok.

Di Amerika Serikat, Best Buy telah menghentikan persediaan produk-produk Huawei, dan potensi terobosan kesepakatan dengan operator AS, AT&T, telah gugur pada bulan Januari.

Pemerintah AS telah melarang perusahaan tersebut untuk mengajukan penawaran kontrak.

Dan di Australia, pemerintah berencana untuk melarang Huawei dalam memasok peralatan untuk jaringan 5G yang akan datang, setelah badan-badan intelijen memperingatkan bahwa Beijing dapat memaksa perusahaan tersebut untuk menyerahkan data sensitif.

huawei dicurigai mata-mata
Presiden Tiongkok Xi Jinping (depan kiri) diperlihatkan di sekitar kantor perusahaan teknologi Tiongkok Huawei oleh Presiden Ren Zhengfei di London selama kunjungan kenegaraan pada 21 Oktober 2015. (Matthew Lloyd / AFP / Getty Images)

Sebuah laporan, yang dirilis pada Kamis, 19 Juli, mengatakan bahwa ada “risiko signifikan di dalam infrastruktur telekomunikasi Inggris” dari menggunakan peralatan Huawei.

Para pejabat mengatakan HCSEC telah memberikan “jaminan keahlian keamanan siber dan jaminan teknis kelas dunia yang unik,” tetapi juga mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi masalah-masalah teknis yang membatasi kemampuan para peneliti keamanan untuk memeriksa kode produk internal.

Ada juga kekhawatiran tentang keamanan komponen dari pemasok luar yang digunakan dalam produk Huawei, kata laporan itu.

‘Risiko Jangka Panjang’

Telah ada “penemuan berulang tentang kekurangan-kekurangan penting yang gawat … dalam praktik-praktik dan proses-proses rekayasa Huawei yang akan menyebabkan peningkatan risiko jangka panjang di Inggris,” laporan tersebut menyimpulkan.

Reuters melaporkan bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan langsung tentang pekerjaan Huawei dengan pemerintah Inggris mengatakan bahwa penaksiran-penaksiran baru yang HCSEC dapatkan sekarang tersebut yang hanya dapat memberikan jaminan terbatas adalah sebuah “perubahan besar, meskipun diungkapkan dengan cara yang halus.”

Huawei menyediakan peralatan broadband ke penyedia (provider) telekomunikasi terbesar di Inggris, British Telecommunications (BT), dan jaringan seluler untuk Vodafone. Baik BT maupun Vodafone keduanya memiliki perwakilan di dewan pengawas yang menghasilkan laporan tersebut.

huawei mengancam keamanan perusahaan telekomunikasi negara
Personil keamanan di dekat pilar dengan logo Huawei pada acara peluncuran Huawei MateBook di Beijing. (Mark Schiefelbein / AP / File Photo)

HCSEC didirikan pada tahun 2010 sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran pemerintah Inggris tentang kemungkinan ancaman-ancaman keamanan terhadap infrastruktur nasional oleh Huawei. Pejabat keamanan Inggris, termasuk dari agen mata-mata Kantor-kantor pusat Komunikasi Pemerintah (GCHQ), duduk di dewan pengawasnya dan melaporkan setiap tahun tentang pekerjaannya.

Pusat tersebut didanai dan dijalankan oleh Huawei, dengan salah satu anggota stafnya, David Francis, melayani sebagai managing director. Namun, ia dipantau oleh dewan pengawas, yang melaporkan kegiatan-kegiatannya setahun sekali.

Dewan pengawas tersebut diketuai oleh Ciaran Martin, kepala eksekutif Pusat Keamanan Siber ​​Nasional, yang merupakan bagian dari GCHQ, tetapi ada empat anggota dari Huawei juga di dewan tersebut, serta perwakilan-perwakilan pemerintah Inggris.

Terhubung dengan Rejim Komunis

Seorang perwakilan dari Pusat Keamanan Siber ​​Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email bahwa ia “sepenuhnya berkomitmen” untuk tindakan pengawasan Huawei di dalam Inggris.

“Operator-operator telekomunikasi Inggris dan pemerintah ini bekerja dengan Huawei di dalam dan di luar negeri untuk memastikan Inggris dapat terus memanfaatkan teknologi baru sambil mengelola risiko-resiko keamanan siber,” tulis perwakilan tersebut.

Huawei mengatakan ia adalah perusahaan swasta yang tidak di bawah kendali pemerintah Tiongkok dan tidak tunduk pada undang-undang keamanan Tiongkok di luar negeri.

Namun, didokumentasikan dengan baik bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok terkait dengan rezim komunis. Banyak yang diharuskan oleh hukum untuk membentuk cabang-cabang Partai yang dapat ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan untuk memastikan kegiatan-kegiatan perusahaan tersebut sejalan dengan kebijakan negara.

Sebuah laporan investigasi tahun 2012 tentang masalah keamanan nasional AS yang disajikan melalui Huawei dan ZTE, perusahaan telekomunikasi besar Tiongkok lainnya, mengatakan ia “menemukan bahwa Huawei tidak sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan dan tidak mau menjelaskan hubungannya dengan pemerintahan Tiongkok atau Partai Komunis Tiongkok.” (ran)

ErabaruNews