Athena – Api yang berkobar dan merembet dengan liar di hutan pada kota Rafina, dekat Athena, Yunani. Kebakaran hutan itu kini sudah menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai lebih dari 150 orang.

Para korban berjatuhan ketika api menyapu kota kecil di dekat Athena itu. Api yang sangat besar menjebak keluarga dengan anak-anak saat mereka melarikan diri.

Api mematikan itu berkobar sekitar 30 kilometer di timur ibu kota, pada sore hari 23 Juli 2018. Ini adalah bencana kebakaran hutan terburuk di negara itu sejak 2007. Sebelumnya, api juga menghancurkan semenanjung Peloponnese selatan pada Agustus 2007. Saat itu kebakaran hutan menewaskan lusinan orang.

Warga di sekitar lokasi kebakaran bergegas mengungsi ke tempat aman. Mereka bahkan menghindar ke tengah laut ketika api berkobar di dekat pantai. Ratusan orang berhasil diselamatkan oleh kapal yang lewat. Akan tetapi, sebagian orang gagal mencapai perairan karena jalan mereka terhalang oleh asap dan api.

Seorang pria melihat api membara dan membakar tumbuhan di kota Rafina, dekat Athena, Yunani, 23 Juli 2018. (Costas Baltas/Reuters/The Epoch Times)

“Saya diberitahu oleh penyelamat bahwa dia melihat gambar mengejutkan, 26 orang yang berkerumun di lapangan sekitar 30 meter dari pantai,” kata Nikos Economopoulos, kepala Palang Merah Yunani, kepada Skai TV.

“Mereka telah mencoba menemukan rute pelarian tetapi sayangnya orang-orang ini dan anak-anak mereka tidak datang tepat waktu,” katanya.

Seorang saksi Reuters juga melihat beberapa mayat bergelimpangan di daerah itu.

Kawasan Mati berada di wilayah timur Rafina. Tempat itu populer bagi wisatawan Yunani, terutama pensiunan dan tempat anak-anak berkemah.

Insiden 26 kematian itu terjadi melebihi sejumlah insiden terpisah dengan hanya 20 korban, yang dilaporkan oleh juru bicara pemerintah Dimitris Tzanakopoulos pada 24 Juli. Selain korban tewas, ada lebih dari 88 orang dewasa dan 16 anak-anak terluka.

Salah satu korban termuda adalah bayi berusia enam bulan yang meninggal karena menghirup asap. Seorang saksi Reuters sebelumnya melihat setidaknya empat orang tewas di jalan sempit, karena terjebak di dalam mobil ketika menuju ke pantai terdekat.

Penjaga pantai kemudian mengatakan mayat empat orang lagi diambil dari laut. Secara total, penjaga pantai dan kapal lainnya menyelamatkan 696 orang yang melarikan diri ke tengah laut.

Beberapa bagian dari kawasan Mati masih membara dengan asap putih pada 24 Juli 2018. Mobil-mobil yang terbakar berserakan di luar gedung-gedung yang berpagar di mana bangunan bertingkat tiga dan empat memiliki tanda-tanda kerusakan akibat kebakaran.

“Kami berurusan dengan sesuatu yang benar-benar asimetris,” ujar Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, terlihat pucat, mengatakan setelah mempersingkat kunjungan ke Bosnia.

Yunani mengeluarkan seruan mendesak untuk membantu mengatasi kebakaran yang mengamuk di luar kendali di beberapa tempat di seluruh negeri. Kebakaran bahkan merembet menghancurkan rumah-rumah dan mengganggu jaringan transportasi utama. Protrus dan Spanyol menawarkan bantuan setelah Yunani mengatakan mereka membutuhkan aset-aset udara dan darat dari mitra Uni Eropa.

Pihak berwenang mengatakan mereka akan menggunakan drone tanpa awak dari Amerika Serikat pada 24 Juli untuk memantau dan melacak aktivitas yang mencurigakan.

Para pejabat Tsipras dan Yunani telah menyatakan was-was atas fakta bahwa beberapa kebakaran besar terjadi pada saat yang bersamaan. Kebakaran hutan tidak jarang terjadi di Yunani, dan musim dingin yang relatif kering membantu menciptakan kondisi kotak yang mudah terbakar. Namun, otoritas setempat belum memastikan penyebab kebakaran.

Sebelumnya pada 23 Juli, pihak berwenang Yunani mendesak penduduk dari sebuah wilayah pantai di sebelah barat Athena untuk meninggalkan rumah mereka ketika api liar lain membakar dengan ganas, menutup salah satu jalan raya tersibuk Yunani, menghentikan hubungan kereta api dan mengirim gumpalan asap ke ibukota.

Jalan raya utama Athena-Korintus, salah satu dari dua rute jalan ke semenanjung Peloponnese, ditutup dan layanan kereta api dibatalkan. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular