Erabaru.net- Sebanyak 25 pria ditangkap di India pada Minggu (15/07/2018) akibat terlibat kekerasan hingga memicu pembunuhan.

Penangkapan ini setelah massa berjumlah 2.000 orang menewaskan seorang pria berusia 27 tahun setelah beredar rumor bahwa dia adalah seorang penculik anak.

Melansir dari businessinsider, insiden ini merupakan terbaru ketika maraknya penganiayaan mematikan di seluruh negeri yang dipicu oleh hoax di media sosial.

Akibatnya, pemerintah India mengancam WhatsApp dengan tindakan hukum atas insiden ini. Pasalnya, pesan berantai tersebut menyeber via WhatsApp.

AFP melaporkan bahwa pemerintah India kini telah secara terbuka memperingatkan bahwa mungkin akan mengambil tindakan terhadap WhatsApp atas masalah ini.

Kementerian Teknologi Informasi India telah mengeluarkan pernyataan keras pada Kamis (19/07/2018).

“Penyebaran yang merajalela dari pesan yang tidak bertanggung jawab dalam volume besar di platform mereka belum ditangani secara memadai oleh WhatsApp,” kata pernyataan itu.

“Ketika rumor dan berita palsu disebarkan si pembuat onar, media yang digunakan untuk propaganda semacam itu tidak dapat menghindari tanggung jawab dan akuntabilitas,” tambah pernyataan itu.

“Jika (WhatsApp) tetap menjadi penonton bisu, mereka akan diperlakukan sebagai penjahat dan setelah itu akan diambil tindakan hukum.”

Aplikasi perpesanan yang dimiliki Facebook telah mendapat pemeriksaan ketat dalam beberapa bulan terakhir karena kebohongan dan disinformasi yang beredar di platform ini menyebabkan kekerasan massa yang kadang mematikan.

Menurut The Guardian, Ada dilaporkan setidaknya 20 insiden dalam dua bulan terakhir yang disebabkan oleh tuduhan penculikan anak.

Pesan WhatsApp dienkripsi secara menyeluruh untuk keamanan, yang berarti perusahaan tidak dapat memantau pesan pengguna untuk informasi yang salah atau sengaja hoax seperti yang dapat dilakukan Facebook di aplikasi Messenger-nya.

Perusahaan ini sedang mengambil beberapa langkah untuk mencoba dan mengatasi masalah, termasuk menandai pesan yang telah diteruskan, untuk memperjelas bahwa pengirim bukanlah penulis asli pos tersebut.

Pihak aplikator juga telah mengeluarkan iklan koran satu halaman penuh untuk memperingatkan tentang hoax-hoax di negara tersebut. (asr)

Share

Video Popular