Ankara – Pastur Amerika Serikat, Andrew Brunson dibebaskan dari penjara di Turki dan menjalani tahanan rumah karena masalah kesehatan. Hurriyet Daily News melaporkan Rabu (25/7/2018).

Surat kabar itu mengatakan Pengadilan Tinggi Kedua di provinsi barat İzmir membebaskannya karena masalah kesehatan. Brunson telah dipenjara selama dua tahun karena didakwa melakukan kegiatan spionase atau memata-matai dan tuduhan terorisme. Brunson menyebut dakwaan itu sebagai tuduhan ‘memalukan dan menjijikkan’.

Selama 23 tahun terakhir, Brunson dan keluarganya telah tinggal di Turki. Dia menjalankan gereja protestan di provinsi Aegean di Izmir di pantai barat Turki.

Pada 2016, Dia ditangkap karena diduga bekerja dengan militan Kurdi PKK yang dilarang. Kurdi PKK telah mengobarkan pemberontakan selama bertahun-tahun di Turki tenggara. Brunson juga diduga terlibat dalam kudeta yang gagal terhadap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada 2016.

“Tidak ada bukti konkrit terhadap saya,” kata Brunson awal bulan ini setelah pengadilan Turki memutuskan untuk menahannya di penjara. “Saya adalah orang yang tidak bersalah atas semua tuduhan ini. Saya membantahnya.”

Pidato pendeta Kristen itu telah membuat marah Washington, sekutu Turki NATO. Senat AS meloloskan RUU yang melarang Turki membeli F-35 Joint Strike Fighter Jets, dan mengutuk pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh Turki.

Presiden Trump menyebut nama Erdogan dalam sebuah tweet pada 18 Juli 2018. Trump mengatakan bahwa penahanan Brunson adalah ‘aib total’.

“Dia telah disandera terlalu lama. @RT_Erdogan harus melakukan sesuatu untuk membebaskan suami & ayah Kristen yang luar biasa ini. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun, dan keluarganya membutuhkannya!” Tulis Trump di Twitter.

Menanggapi kabar pembebasan Brunson dari penjara, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan mentransfernya ke tahanan rumah masih belum cukup baik.

“Kami menyambut baik berita lama yang tertunda bahwa Pastor Brunson telah dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah di #Turki, tetapi itu tidak cukup. Kami telah melihat tidak ada bukti yang kredibel terhadap Mr. Brunson, dan meminta pihak berwenang Turki untuk menyelesaikan kasusnya segera dengan cara yang transparan dan adil,” kata Pompeo dalam tweet-nya.

Tanggal sidang Brunson selanjutkan ditetapkan pada Oktober 2018. Pendeta berusia 50 tahun itu berasal dari Carolina Utara. Dia memiliki seorang istri dan seorang anak perempuan yang ikut menetap di Turki. (Holly Kellum/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular