Erabaru.net. Sebagai angka memperingati Hari Anak Nasional 2018, Yayasan Lentera Anakbersama dengan 500 warga Cipinang Besar Utara (Cibesut) Jakarta akan menyelenggarakan Festival Telur VS Rokok dengan tema“Penuhi NutrisiAnak, Lindungi dari Nikotin, Cegah Stunting” Minggu (29/07/2018).

Festival ini bertujuan untuk menunjukan masyarakat mengenai perbandingan antara manfaat telur dan rokok, serta menunjukan pengetahuan tentang dampak berbahaya dari harga rokok yang lebih murah ketimbang makanan bergizi; salah satunya adalah fenomena anak stunting.

Untuk memeriahkan aksi kreatif tersebut, LenteraAnak beserta Ibu-Ibu Warga Cibesut mengundang Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, untuk hadir dan menjadi bagian dalam kesuksesan acara Festival Telur VS Rokok.

Ibu-ibu warga Cibesut nantinya akan memasak sebanyak 500 butir telur secara bersamaan dan menyajikannya secara gratis, sebagai bentuk kritik sosial mengenai murahnya harga rokok di Indonesia yang tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan harga telur.

Salah satu warga Cibesut, Tati Nurhayati, juga sudah menyampaikan kekhawatirannya akan harga rokok yang masih sangatmurah. Ia menambahkan, “Saya prihatin lihat Bapak-bapak yang kalau belanja rokok bisa habis Rp20.000 sampaiRp30.000 sehari, mending uangnya untuk beli telur, bisa dapat sekiloan.”

Hal ini didukung oleh pernyataan yang diungkapkan Presiden Jokowi, “Informasi yang saya terima, rokok menempati peringkat du akonsumsi rumah tangga miskin, keluarga miskin lebih memilih belanja rokok daripada belanjamakanan bergizi”.

Tati juga berharap agar Sri Mulyani dapat hadir pada hari minggu, dan mendukung kampanye Rokok Harus Mahal.

Selain beramai-ramai memasak telur, akan ada juga rangkaian acara menarik lainnya seperti terapi berhenti rokok, cek kesehatan gratis, pojok carnaval, art installation, dan live performance. Sebagai penutup,akan dilakukan deklarasi “Rokok Harus Mahal!” yang akan diikuti oleh seluruh peserta acara.

Sebagai penyelenggaraannya, Yayasan Lentera Anak akan bekerjasama dengan 14 kelompok masyarakat di Cipinang Besar Utara, Jakarta. (asr)

Share

Video Popular