Erabaru.net. Berdasarkan data dari  Balai Taman nasional Gunung Rinjani (BTNGR) yang diperoleh BNPB jumlah pendaki ke Gunung Rinjani saat gempa terjadi di NTB, Minggu (29/07/2018) tercatat 826 jiwa, baik wisatawan asing dan nusantara. Mereka pun dievakuasi oleh petugas.

“Evakuasi pendaki yang berada di Gunung Rinjani masih dilakukan oleh petugas,” kata Kepala Pusat, Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya.

Sutopo merinci dalam akun twitternya, dari 820 orang pendaki Gunung Rinjani terdapat 617 pendaki dari mancanegara.

Sutopo menambahkan, hingga (29/7/2018) pukul 13.00 WIB yang berhasil dievakuasi turun 246 orang. Sisanya menunggu evakuasi karena jalur Senaru dan Torean belum bisa dilalui. Kondisi para pendaki selamat.

Proses evakuasi pendaki masih dilakukan oleh petugas BTNGR, Kantor SAR Mataram, Brimob Polri NTB dan relawan.

Gempabumi dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WIB masih diikuti dengan gempa susulan.

Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 124 kali gempa susulan. Gempanya dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan data sementara berdasarkan laporan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak.

Kebutuhan mendesak terhadap korban saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids ware dan makanan siap saji. BPBD dan beberapa instansi lain telah menyalurkan bantuan permakanan, air mineral, tenda pengungsi, makanan lauk pauk, makanan tambahan gizi dan lainnya (asr)

Share

Video Popular