Erabaru.net. Tentara  Nasional  Indonesia  (TNI)  mengerahkan  142  Prajurit Kopassus   untuk   melaksanakan   tugas    menyelamatkan   para   pendaki yang   masih terperangkap di atas Gunung Rinjani.

Pendaki ini terjebak akibat longsor  yang menutupi akses jalan untuk turun ke bawah karena bencana alam gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa, Minggu (26/07/2018).

Asisten  Operasi  (Asops)  Panglima  TNI Mayjen  TNI Lodewyk Pusung mengatakan 142 prajurit Kopassus ini terdiri dari Tim Pendaki Serbu, Tim Kesehatan dan Tim Perhubungan.

Menurut  Asops   Panglima   TNI, tim Kopassus ini diterjunkan dengan menggunakan Pesawat      C-130      Hercules A-1301, bertempat      di      Base      Ops      Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (30/7/2018).

Mayjen   TNI   Lodewyk   Pusung   mengatakan   bahwa pemberangkatan   142   Prajurit   Kopassus   tersebut   sesuai   perintah   Panglima   TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, untuk segera menyiapkan pasukan pendaki serbu, tim  kesehatan  dan  tim  perhubungan  dalam  rangka  membantu  evakuasi  wisatawan asing dan dalam negeri yang terperangkap di Gunung Rinjani.

“Pasukan Kopassus  yang dikirim ini tugasnya untuk mengevakuasi masyarakat atau  turis  mancanegara  yang  tersisa  dengan  menggunakan  berbagai  perlengkapan,” ujarnya dalam keterangan Puspen Mabes TNI.

Lebih lanjut Asops Panglima TNI mengatakan bahwa pagi ini Komando Pasukan Khusus     diberangkatkan     melalui     dua shorty dengan     membawa     perlengkapan diantaranya radio dikcom RF, alat kesehatan, bahan makanan dan kendaraan.

“Kodam IX/Udayana  juga  telah  menyiapkan  2  unit  Helikopter  untuk  membackup pergerakan pendaki serbu dari Kopassus,” ungkapnya.

Ditambahkan   oleh   Asops   Panglima   TNI   bahwa   Kodam   IX/Udayana   telah menggerakkan Batalyon  Infanteri  Raider  900/Satya  Bhakti  Wirottama untuk  mencari jalan  alternatif  dalam  rangka  mengevakuasi  masyarakat  yang  terjebak  di  Gunung Rinjani. 

“Kopassus  diterjunkan   agar  mempercepat  proses  evakuasi  masyarakat  yang terjebak,” katanya. (asr)

Share

Video Popular