- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Inilah Situasi Paling Nyata yang Ditemui Xi Jinping Saat Ini di Tiongkok

oleh Xia Xiaoqiang

Pertikaian internal di kalangan pejabat tinggi PKT (Partai Komunis Tiongkok) bukan hal aneh. Sejak PKT berdiri hal demikian sudah terjadi sampai sekarang. Motivasi pertikaian juga tak jauh dari dorongan untuk merebut kekuasaan dan mengeruk kekayaan.

Bagi pejabat PKT secara keseluruhan, salah satu tanggung jawab paling penting yang harus dipikulkan untuk bisa duduk di posisi pemimpin partai adalah : melestarikan kekayaan dan kepentingan dari keluarga pemimpin atas PKT dan kepentingan para pemimpin beserta anggota rezim yang berkuasa. Tanggung jawab tersebut tidak akan dikurangi apalagi diubah selama sistem PKT masih ada. Tidak terkecuali Ketua PKT Xi Jinping.

PKT yang secara institusional sudah korup telah membuat rezim Xi Jinping tidak dapat secara mendasar menyelesaikan masalah korupsi dari PKT. Paling tidak, rezim sampai sekarang masih belum mampu mengkasuskan tindak korupsi dari Jiang Zemin dan keluarganya.

Selama ini tidak peduli seberapa gencarnya rezim Xi Jinping membasmi korupsi, seberapa banyaknya para antek Jiang Zemin yang terlibat kejahatan ditangkap, tetapi tidak membahayakan kepentingan keluarga mantan pemimpin seniornya.

Malahan dari sudut pandangan lain dapat diartikan sebagai permainan transfer kekayaan di antara pemimpin puncak.

Oleh karena itu, meskipun Xi Jinping berada dalam krisis sejak dia menjabat, dia masih bisa mempertahankan kedudukan sampai sekarang.

Namun, setelah Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat pada tahun 2016, terutama perang dagang Tiongkok – AS yang dimulai tahun ini telah bersinggungan dengan dasar-dasar dari kelompok kepentingan PKT.

Akibat kesalahpahaman serius dari para pembuat kebijakan PKT terhadap pemikiran Trump, yang akhirnya secara mendasar akan mengubah status quo perdagangan Tiongkok. Dan akan sangat berdampak pada kepentingan keluarga tingkat atas PKT.

Dari perspektif ini kita melihat bahwa jika Xi Jinping sampai gagal untuk melindungi kepentingan pribadi dari kelompok kepentingan PKT, maka ia akan menjadi musuh dari kelompok tersebut. Inilah salah satu alasan mengapa Zhongnanhai (Pusat Kantor Pemerintahan RRT) baru-baru ini kembali terdengar pertikaian sengit, awan kudeta kembali menyelimuti pusat pemerintahan Tiongkok.

Setelah PKT menghancurkan budaya Tionghoa tradisional dan moralitas, mayoritas rakyat Tiongkok sudah tidak memiliki konsep keyakinan ortodoks dan nilai-nilai tradisional, untukĀ  ideologi komunisme yang bertentangan dengan nilai-nilai universal hampir tidak ada warga Tiongkok yang benar-benar percaya, termasuk para pejabat PKT.

Hanya karena kebutuhan untuk bertahan hidup, karena ingin meraih kekuasaan dan kepentingan ini saja para pejabat Tiongkok mendukung PKT. Jadi ideologi komunis sudah tidak mungkin lagi dapat dijadikan kekuatan untuk menyatukan kembali hati rakyat.

Dalam partai, musuh politik Xi Jinping sedang menunggu peluang, kelompok-kelompok kepentingan tingkat tinggi tahu bahwa setelah perang dagang Tiongkok – AS, mereka akan kehilangan saluran untuk meraih kekayaan, sehingga memiliki cukup alasan untuk melengserkan Xi Jinping dari jabatannya.

Situasi internasional mengalami banyak perubahan yang drastis, Trump menggandengan tangan Uni Eropa dan Jepang, meningkatan hubungan persahabatan dengan Rusia dan membentuk pengepungan terhadap politik dan ekonomi PKT. Korea Utara juga telah berubah, sehingga peran PKT mulai terpinggirkan. Ruang bergerak PKT di dunia internasional semakin sempit dan ‘multi dana bantuan’ untuk menarik negara lain sedang menurun efektivitasnya.

Dibandingkan dengan kinerja Xi Jinping setelah lebih dari satu tahun berkuasa, kinerja Trump jauh lebih unggul. Baru-baru ini jajak pendapat tentang dukungan terhadap Trump menunjukkan naik, menjadi 45 % suara, pasar saham AS terus membaik, tingkat pengangguran berkurang hingga mencapai level terendah.

Tetapi Xi Jinping justru dimusuhi baik dari dalam maupun luar, krisis kekuasaan terus terjadi. tingkat kekecewaan masyarakat meningkat, ekonomi terpukul, krisis mengancam di mana-mana. Alasannya sederhana saja, yaitu Trump tidak berpikir untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan kodrat alam, berbeda dengan komunis.

Pada kenyataannya, banyak orang telah mengetahui bahwa keruntuhan rezim PKT sudah pasti akan terjadi, hanya masalah kapan dan dengan cara apa.

Otoritas Beijing tidak bisa menemukan cara lain atau solusi untuk mengatasi krisis sosial yang mereka hadapi karena sistem yang dianut PKT tidak menunjang hal itu. Inilah situasi paling nyata yang sedang ditemui Xi Jinping dan rezimnya saat ini. (Sin/asr)