Erabaru.net. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis gempa yang melanda di NTB, Minggu (29/07/2018) 05:47 WIB menyebabkan terjadinya 16 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka serta ribuan rumah rusak.

“Dampak gempa 6,4 SR di Lombok hingga 31/7/2018 pagi, 16 orang meninggal dunia, 228 orang luka berat, 127 orang luka ringan, 5.141 orang mengungsi, 1.454 rumah rusak. Bantuan terus disalurkan kepada korban,” tweet Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Data yang dihimpun BNPB menyebutkan gempa terdampak di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat.

Laporan menyebutkan, 11 orang meninggal dunia di Lombok Timur termasuk seorang warga negara Malaysia bernama Siti Nur Lesmawida Ismail (30).  Di Kabupaten ini, 343 orang terluka terdiri 223 luak berat dan 120 luka ringan. Pengungsi mencapai 2.663 jiwa.

Korban meninggal dunia di Lombok Utara mencapai 4 orang. Sedangkan korban luka mencapai 12 orang terdiri 5 luka berat dan 7 luka ringan. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 2.478 jiwa.

Dampak di Kota Mataram hanya sekitar 2 rumah rusak berat. Sama halnya di Kabupaten Lombok Barat dan Sumbawa Barat hanya menyebabkan 2 rumah rusak berat.

Seorang pendaki asal Makassar meninggal dunia dikarenakan tertimpa material longsor di jalur pendakian  Gunung Rinjani.

Upaya yang dilakukan BNPB atas gempa ini, BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 750 juta untuk Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara masing-masing Rp 250 juta.

BNPB telah mengirimkan bantuan logistic dan peralatan seberat 15 ton terdiri dari 50 unit tenda pengungsi, 100 unit tenda keluarga, 5.000 lembar matras, 1,500 family kit, 1500 pcs kidsware dan 25.000 pcs makanan siap saji.

Kementerian Sosial juga mengerahkan personil Tagana serta menyalurkan bantuan logistik termausk bantuan santunan Rp 15 juta kepada ahli waris keluarga korban meninggal dunia dan bantuan pengobatan Rp 2,5 juta untuk korban luka.

Atas gempa ini, Pemerintahan Daerah NTB menetapkan status Tanggap Darurat Penanganan Bencana selama 5 hari sejak 29 Juli – 2 Agustus 2018. BPBD NTB melakukan pendampaingan kepada BPBD Kabupaten/Kota serta memberikan bantuan logistic dan peralatan serta pengarahan mobil komunikasi di lapangan. (asr)

Share

Video Popular