Beijing – Upaya pemerintah Tiongkok memprotes penempatan THAAD di Korea Selatan telah menyebabkan omzet penjualan Lotte Group di Tiongkok, bulan Maret tahun lalu. Lotte mengalami penurunan omzet penjualan cukup drastis.

Akibatnya, bisnis supermarket mereka di Tiongkok dijual. Kini, Lotte sedang mempersiapkan untuk melepas bisnis department store dan menarik diri secara total dari pasar ritel Tiongkok.

Harian Ekonomi Korea Selatan mengutip informasi dari sumber industri Korea Selatan pada 29 Juli 2018. Mereka melaporkan bahwa department store Lotte di kota Tianjin dan Weihai akan dilepas lebih dahulu. Sedangkan depstore di kota Shenyang dan Chengdu akan menyusul setelah urusan internal terkait operasi gabungan telah diselesaikan.

Laporan itu mengatakan bahwa bisnis supermarket Lotte di daratan Tiongkok akan benar-benar berakhir, dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Pada bulan Mei tahun ini, operator Lotte Mart mengadakan pertemuan dewan dan memutuskan untuk menjual kepada Liqun Group, Tiongkok. Transaksi melibatkan sebanyak 53 Lotte Mart yang berada di Tiongkok bagian timur, seperti Shanghai dan Jiangsu.

Pada bulan April, Lotte telah menjual 21 toko mereka yang berada di Beijing. Pada saat itu, Lotte Group mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk menyelesaikan 14 toko tersisa di Tiongkok Tengah dan Timur Laut pada semester pertama tahun ini.

Sejak Februari tahun lalu, Lotte Group mengalami kerugian besar mencapai 1,2 triliun Won dalam operasinya di Tiongkok akibat Korea Selatan mengijinkan AS menempatkan sistem pertahanan rudal THAAD di wilayahnya. Lotte Mart yang dijadikan sasaran balas dendam oleh PKT diperintahkan untuk menutup 87 tokonya di Tiongkok.

Bisnis depstore mereka di Tiongkok juga tidak berkembang sebagaimana yang diharapkan dan terus merugi sejak tahun 2016 hingga 2018. Selama dua tahun itu (2016 hingga 2017), kerugian bisnis depstore mereka di Tiongkok mencapai 140 miliar Won.

Lotte Group berencana untuk angkat kaki dari Tiongkok untuk mengembangkan sayap usaha supermarket dan depstore mereka di Vietnam dan Indonesia. (ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular