Erabaru.net. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan vaksin rabies dan vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) yang terjerat skandal vaksin palsu diproduksi oleh Industri Farmasi Changsheng Biotechnology di Tiongkok tak terdaftar di Indonesia.

Bahkan secara langsung pada 15 Juli 2018, Administrasi Obat dan Makanan Tiongkok (CFDA) mengumumkan bahwa terhadap Changchun Changsheng Biotechnologi, telah ditemukan bukti data palsu dalam produksi vaksin rabies sel Vero-nya. Laporan ini ditulis surat kabar Securities Daily yang dikelola pemerintah Tiongkok.

Terkait hal tersebut, BPOM menyampaikan penjelasan resminya :

  1. Vaksin  adalah  produk  biologi  yang  berisi  antigen  berupa  mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan,  masih  utuh atau bagiannya,  atau berupa  toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau  protein  rekombinan,  untuk menimbulkan  kekebalan  spesifik  secara  aktif  terhadap  penyakit tertentu.
  2. Vaksin rabies dan vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) produksi Changsheng Biotechnology China yang diberitakan telah dihentikan produksinya dan ditarik dari peredaran. Penghentian produksi dan penarikan produk dilakukan karena vaksin tersebut tidak sesuai standar.
  3. Berdasarkan data di BPOM RI, vaksin produksi Changsheng Biotechnology China tersebut tidak terdaftar di Indonesia.
  4. Vaksin impor hanya dapat diedarkan di Indonesia setelah melalui tahapan sampling, pengujian laboratorium serta evaluasi seluruh data keamanan vaksin oleh BPOM RI. Hal ini sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 30 tahun 2017 tentang Pemasukan Obat dan Makanan ke dalam Wilayah Indonesia.
  5. Dalam hal pengawasan produk vaksin, BPOM RI diakui sebagai lembaga yang terkualifikasi, bermutu dengan jaminan sistem pengawasan yang baik dan handal sesuai standar internasional (WHO).
  6. BPOM RI akan terus memantau dan menindaklanjuti permasalahan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM RI di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia

(asr)

Share

Video Popular