Athena – Korban kebakaran hutan yang berbelok menyapu pemukiman warga di Kota Mati, Yunani, masih terus bertambah. Tim penyelamat terus mencari dan mengevakuasi tubuh korban bersama keluarga korban hilang yang berduka.

Hingga berita ini ditulis, Rabu (1/8/2018), jumlah korban tewas yang sudah dipastikan jenasahnya ada 91 jiwa. Kebakaran paling mematikan di negara itu terjadi di kawasan resor pantai, Senin (23/7/2018) pekan lalu. Kota kecil itu berjarak sekitar 30 kilometer (17 mil) di sebelah timur Athena.

Senin malam hari, penjaga pantai menemukan beberapa mayat lain di tengah laut, yang berkontribusi pada penambahan jumlah korban tewas menjadi 91 orang. Kini, sebanyak 25 orang masih dinyatakan hilang.

Sedangkan dari 91 jenasah yang sudah ditemukan, sebanyak 28 diantaranya belum berhasil diidentifikasi. Sehingga jumlah pasti korban tewas kemungkinan besar akan terus berubah.

Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, untuk pertamakalinya mengunjungi kawasan Mati dan para korban, pada Senin (30/7/2018) waktu setempat. Tsipras sendiri telah ‘diserang’ secara politik oleh partai-partai oposisi, dalam penanganan bencana yang juga menyebabkan puluhan orang terluka.

Tsipras mengatakan dia menerima tanggung jawab politik penuh atas bencana pekan lalu dan menjanjikan serangkaian perubahan. Dia menjanjikan tindakan keras terhadap konstruksi ilegal dan serampangan, kegagalan yang diduga memperburuk bencana kebakaran.

Seminggu setelah api mematikan menghanguskan kota Mati, perdana menteri sayap kiri, yang juga seorang insinyur sipil itu, menghabiskan sekitar satu jam di daerah itu dan bertemu penduduk setempat. Dia juga menemui petugas pemadam kebakaran dan polisi.

“Hari ini saya mengunjungi tempat tragedi,” kicau Tsipras di Twitter.

“Saya memiliki kesedihan yang tak terkatakan, tetapi juga penghormatan besar bagi mereka yang berjuang dalam pertempuran yang tidak seimbang melawan api,” kata Tsipras.

Sementara itu, di Ibu Kota, ratusan warga Yunani berkumpul di luar gedung parlemen, pada Senin malam. Mereka memegang lilin untuk mengenang dan menghormati korban yang meninggal.

“Kami sedang berduka bagi jiwa-jiwa yang hilang itu, orang-orang yang meninggalkan [kita] tergenggam dalam pelukan,” kata seorang wanita bernama Vasso, menangis ketika dia menyalakan lilin di Syntagma Square Athena.

“Lilin ini menunjukkan rasa hormat kami kepada korban tewas. Semoga Tuhan memaafkan kami yang masih hidup,” imbuh George Karakostas, 65 tahun.

Kematian orang-orang yang terperangkap dalam labirin terbakar, dengan akses ke pantai yang dihalangi tembok dan tebing, telah mengejutkan negara itu.

Seorang wanita bersedih sambil mencoba menemukan anjingnya yang hilang setelah api dari kebakaran hutan berbelok dan menghanguskan pemukiman kota kecil Mati, dekat Athena, Yunani 24 Juli 2018. (Costas Baltas/REUTERS/The Epoch Times)

Dari hampir 3.670 bangunan yang diperiksa di daerah-daerah yang dilanda kebakaran sejauh ini, setidaknya 1.046 perlu dibongkar, kata pemerintah, Senin.

Organisasi lingkungan, termasuk World Wildlife Fund (WWF) dan Greenpeace, mengatakan kebakaran di kawasan Mati adalah yang paling mematikan dalam sejarah Yunani.

Api pekan lalu membakar sekitar 17.000 acre (6.880 hektar) lahan hutan dan daerah pemukiman, mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan, memperingatkan perpanjangan musim berisiko tinggi karena perubahan iklim.

“Kejadian tragis ini menunjukkan ketidakcukupan dan ketidakefektifan sistem perlindungan hutan saat ini,” kata WWF dalam sebuah pernyataan. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular