Erabaru.net. Dahulu kala, seorang kakek tua menyebarkan gosip bahwa tetangganya adalah seorang pencuri.
Akibatnya, pemuda itu ditangkap …

Beberapa hari kemudian, ia terbukti tidak bersalah…

Setelah dibebaskan, ia menggugat kakek tua itu karena salah menuduhnya…

Di pengadilan, kakek tua itu memberitahu hakim, “Itu hanya sebuah ucapan dan tidak menyakiti siapa pun.”

Para hakim berkata: “Tulis semua hal yang kamu katakan tentang dia di selembar kertas.”
“Gunting kertas itu kecil-kecil dan lemparkan dari jendela mobilmu dalam perjalanan pulang.”
“Besok, kembali ke sini untuk mendengar keputusan.”

Keesokan harinya, hakim berkata, “Sebelum menerima hukuman, aku ingin kamu pergi keluar dan mengumpulkan semua potongan kertas itu”

Kakek tua itu berkata, “Aku tidak mungkin melakukannya! Angin menyebarnya ke berbagai tempat dan aku tidak tahu di mana menemukannya.”

Lalu hakim menjawab, “Dengan cara yang sama! perkataan dan ucapan dapat menghancurkan kehormatan seseorang sehingga seseorang tidak akan dapat memperbaikinya.”

“Jika kamu tidak dapat berkata tentang kebaikan seseorang, maka diamlah. Mari menjadi tuan dari mulut kita, bukan menjadi budak dari ucapan kita.”

“Penyebar gosip lebih buruk daripada pencuri… karena mereka mencuri martabat, kehormatan, reputasi, dan kredibilitas orang lain…”

“Saat kakimu tergelincir, kamu masih bisa memulihkan keseimbanganmu… Tapi, saat lidahmu tergelincir, kamu tidak mampu memulihkan kata-katamu!”

Bagikan cerita ini, jika Anda setuju. (vv/an)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular