oleh Qin Yufei

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Senin (30/07/2018) mengumumkan serangkaian inisiatif investasi Asia yang berfokus pada ekonomi digital, energi dan infrastruktur. Langkah-langkah tersebut ia ambil dalam rangkah penerapan strategis Indo-Pasifik yang dicanangkan Presiden AS Donald Trump.

Pilar Strategi Indo-Pasifik Trump

Dalam Forum Bisnis Indo-Pasifik yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Amerika Serikat, Pompeo mengatakan bahwa memperbesar investasi di kawasan Indo-Pasifik diharapakan menjadi pilar strategi Indo-Pasifik Trump. Inisiatif baru akan bergantung pada dukungan perjanjian investasi tripartit yakni Amerika Serikat, Jepang dan Australia.

“Kita semua berharap kepada semua negara, masing-masing negara, yang mampu melindungi kedaulatan mereka, agar terbebas dari paksaan luar negeri” kata Pompeo, “Kami ingin menyelesaikan konflik terotorial dan maritim dengan cara yang damai”. Demikian Pompeo menyampaikan sindiran halus terhadap tingkah laku PKT.

‘Ke mana pun Amerika pergi, kita akan mencari kemitraan, bukan dominasi. Kami percaya pada strategis kemitraan, bukan strategis ketergantungan. Rakyat American dan seluruh dunia berkaitan erat dengan kedamainan dan kemakmuran Indo-Pasifik. Itulah sebabnya mengapa ia harus bebas dan terbuka” jelas Pompeo.

Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menginvestasikan USD. 113 Juta dalam proyek teknologi, energi dan infrastruktur baru di kawasan Indo-Pasifik. Amerika Serikat juga akan menghabiskan USD. 25 juta untuk wilayah tersebut guna memperluas ekspor teknologi AS.

Selain itu, Amerika Serikat tahun ini juga berencana untuk mengeluarkan dana USD. 50 juta yang akan dipakai untuk membantu negara-negara di kawasan Indo-Pasifik memproduksi dan menyimpan energi, membangun jaringan bantuan baru, dan mempromosikan pembangunan infrastruktur.

Pompeo mengatakan bahwa AS juga telah menandatangani perjanjian investasi sebesar USD. 350 juta untuk pengembangan sumber daya air baru dengan pemerintah Mongolia. AS juga menandatangani perjanjian dengan Millenium Challenge Corporation, MCC (badan pembangunan milik pemerintah AS) untuk berinvestasi hingga ratusan juta dolar AS di bidang transportasi dan proyek-proyek pembangunan lainnya di Sri Lanka.

Hadirin dalam forum tersebut termasuk sejumlah pemimpin bisnis, diplomat dan pejabat tinggi pemerintah. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat bertekad untuk memainkan peran fundamental dalam mendorong pertumbuhan dan kemakmuran bagi seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Dia mengatakan bahwa tugas ini akan berlanjut karena program memperdalam partisipasi di kawasan Indo-Pasifik sejalan dengan kepentingan strategis AS.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dalam forum mengatakan bahwa rencana baru berfokus pada investasi swasta di sektor energi dan infrastruktur di kawasan Indo-Pasifik diharapkan dapat membantu memangkas defisit perdagangan AS.

Sebagai contoh, Amerika Serikat sebagai eksportir minyak dan gas terbesar dapat membantu mengatasi kelemahan dalam sumber daya minyak dan gas negara kawasan Indo-Pasifik.

Istilah Indo-Pasifik mencerminkan pengakuan Amerika Serikat terhadap India. Pada bulan Mei, militer AS telah mengganti nama Komando Asia-Pasifik menjadi Komando Indo-Pasifik. Administrasi Trump sejak tahun lalu mulai menggunakan kata Indo-Pasifik sebagai pengganti kata Asia-Pasifik.

Pidato Pompeo pada hari Senin itu bertepatan dengan upaya pemerintahan Trump untuk membentuk kembali hubungan perdagangan globalnya. Sejak menjabat presiden, Trump telah mewakili AS mundur dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

Sebagai komitmen terhadap peserta forum Menteri Luar Negeri mengatakan bahwa meskipun AS telah menarik diri dari TPP, tetapi pemerintah tetap berkomitmen tetap berusaha untuk membangun wilayah India-Pasifik melalui perdagangan bilateral yang lebih baik, standar mutu yang lebih tinggi dan saling menguntungkan.

Reuters melaporkan bahwa Brian Hook, penasihat kebijakan senior Pompeo mengatakan kepada wartawan : “Kawasan Indo-Pasifik adalah fokus mutlak dari pemerintah AS dan para pembuat keputusan kongres.”

Amerika Serikat pertama menguraikan strategi pengembangan ekonomi Indo-Pasifik pada saat KTT Asia-Pasifik tahun lalu.

Indo-Pasifik menjadi topik bahasan hangat

Indo-Pasifik telah menjadi topik bahasan hangat dalam lingkaran diplomatik. Ia sudah dipakai untuk menggantikan pengertian Asia-Pasifik dan mencakup kawasan yang lebih luas. Dalam beberapa hal, istilah Asia-Pasifik lebih terpusat segala sesuatu yang terkait dengan rezim otoriter PKT.

Situs Kamar Dagang AS menyebutkan bahwa skup ekonomi kawasan Indo-Pasifik mungkin dapat mengambil setengah dari porsi ekonomi dunia dalam beberapa dekade mendatang, tetapi untuk mewujudkan potensinya, diperlukan investasi sebesar 26 triliun dolar AS.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Hook, inisiatif dan pembiayaan baru AS akan difokuskan pada ekonomi digital, energi dan infrastruktur.

Selain Pompeo, Menteri Energi Rick Perry dan Menteri Perdagangan Ross juga berpartisipasi dalam forum tersebut. Selain itu, pejabat dari negara-negara seperti Jepang, Australia, India dan Indonesia juga menghadiri pertemuan tersebut.

Jalan Tiongkok vs jalan Amerika

Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan (OBOR) Tiongkok terdiri dari serangkaian proyek infrastruktur yang dipimpin negara yang menghubungkan Asia, Afrika dan Eropa.

Dalam forum tersebut Menteri Ross menyampaikan kritikan terhadap proyek OBOR Tiongkok yang karena tidak menggunakan tenaga kerja dan material lokal. Dia meminjam komentar Menteri Pertahanan James Mattis tahun lalu mengatakan : “Ada lebih dari satu sabuk satu jalan (di dunia). banyak sabuk dan banyak jalan yang menuju kawasan Indo-Pasifik.”

Hook membandingkan investasi antara inisiatif OBOR Tiongkok dengan Indo-Pasifik mengatakan : “OBOR itu dibuat oleh Tiongkok untuk melayani kepentingan Tiongkok”; “Kami melakukan hal-hal dengan cara pemerintah hanya mainkan peran terbatas dengan fokus yang ditujukan untuk membantu perusahaan lokal melakukan apa yang terbaik untuk mereka.”

Komentator OBOR mengatakan, Tiongkok memanfaatkan OBOR untuk memperluas pengaruh PKT dan berpotensi membebani utang bagi negara-negara yang berpartisipasi.

Washington menyambut kontribusi Tiongkok dalam partisipasinya untuk membangun kawasan, tetapi berharap kepada PKT untuk menghormati dan mengikuti standar transparansi internasional, supremasi hukum dan pembiayaan yang berkelanjutan.

“Kita tahu bahwa model partisipasi ekonomi AS adalah yang tersehat bagi negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Kualitasnya tinggi, transparan, dan berkelanjutan dalam pembiayaan,” kata Hook. (Sin/asr)

Share

Video Popular