Erabaru.net. Satu-satunya yang selamat dari suku asli tinggal di hutan Amazon Brasilia. Dia telah hidup sendiri selama 22 tahun dan menolak untuk berhubungan dengan dunia luar. Dalam sebuah video langka yang dirilis minggu ini oleh pihak berwenang Brasil, dia terlihat sehat dan sedang beraktivitas mengayunkan kapaknya ke sebatang pohon.

Antropolog mengatakan bahwa lelaki itu berusia sekitar 50 tahun dan tinggal sendirian di hutan Rondônia karena anggota lain sukunya telah meninggal pada tahun 1990-an dan kemungkinan dibunuh oleh pemilik peternakan.

The New York Times melaporkan bahwa Yayasan Indian Nasional Brasil (atau disebut Funai), sebuah lembaga pemerintah yang mendukung masyarakat adat, telah mencoba menjalin kontak dengan pria itu beberapa kali sejak tahun 1996, tetapi mereka diperlakukan sebagai “musuh”.  Pada tahun 2005, dia memanah dan melukai seorang anggota yang mencoba menghubunginya.

Sejak itu, pemerintah memilih untuk secara diam-diam membantu pria misterius itu, memberinya alat dan benih untuk bercocok tanam, dan mencoba mengklasifikasikan habitatnya sebagai tanah adat yang dilindungi.

Komisaris Yayasan Funai, Altair Algayer, menyatakan: “Kehidupannya cukup baik, pandai berburu dan menanam sejumlah tanaman seperti pepaya dan jagung. Dia juga sangat sehat dan melakukan kegiatan ini sehingga membuatnya tetap dalam kondisi yang baik.”

“The Guardian” melaporkan bahwa binatang di hutan adalah makanan pria ini, biasanya dia dengan busur berburu babi hutan, burung dan monyet, juga dapat membuat sendiri perangkap, menggali lubang di tanah, dengan sejumlah kayu yang telah dipertajam sebagai senjata, menunggu mangsa datang terperangkap.

Dalam sebuah pernyataan, Mr. Algayer berkata: “Pria ini adalah misteri bagi kita. Dia telah kehilangan segalanya, sukunya, serangkaian adat kebiasaan dan budaya.”; “Namun, ia telah membuktikan bahwa meskipun sendirian di hutan, tetapi ia masih memungkinkan untuk eksis dan menolak bergabung dengan masyarakat arus utama. “

Fiona Watson, direktur penelitian dan advokasi dari Survival International menyatakan, dia berharap video baru itu akan memperkuat upaya untuk melindungi wilayah penduduk asli.

Ms. Watson mengatakan bahwa pria dalam video itu sebagai orang terakhir dari sukunya yang hidup sangat kesepian, seharusnya berhak untuk menentukan nasibnya sendiri.

Satu-satunya yang selamat dari suku asli yang masih tinggal di hutan Amazon Brasilia. Dia telah hidup sendiri selama 22 tahun. (video screenshot)

“Dia adalah simbol terakhir dari keuletan dan daya tahan tubuh,” katanya, selain itu “Tapi kita sedang menyaksikan genosida terhadap sukunya secara nyata. Setelah dia meninggal, maka populasi sukunya akan hilang selamanya, bersama dengan sejarah dan pengetahuan mereka. Bagi saya, ini adalah sebuah kerugian besar, kerugian yang seharusnya bisa dicegah dan harus dicegah,” pungkas Ms Watson.

Saat ini ada lebih dari 100 suku asli di Brasilia. Selama beberapa dekade ini, antropolog dan aktivis adat senantiasa memperdebatkan apakah mereka seharusnya tetap berusaha untuk menjalin kontak dengan sejumlah suku terisolasi ini, dan menerapkan vaksinasi bagi mereka untuk mencegah pecahnya wabah, karena wabah dapat dengan cepat memusnahkan suku-suku asli tersebut.

Namun sejak akhir 1980-an, pemerintah Brasil memutuskan hanya akan mengadakan kontak dengan mereka jika mereka dianggap sedang berada dalam bahaya yang mendesak. (HUI/WHS/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular