oleh Qin Yufei

Kepala Asosiasi Buddhis Tiongkok juga rohaniwan Buddha di Beijing, Tiongkok dituduh memperkosa bikhsuni dan menyebabkan paling tidak satu orang bunuh diri. Sedangkan 2 orang yang mengajukan dakwaan tersebut mengatakan kepada media AS bahwa mereka telah menyerahkan bukti-bukti kepada pihak berwenang.

Dua orang mantan Bikhsu Buddha bernama Shi Xianjia (nama asli Liu Xinjia) dan Shi Xianqi (nama asli Tu Qixin) pada bulan Juli lalu telah menyerahkan sebuah dokumen setebal 95 halaman kepada pihak berwenang yang berisikan tuntutan kepada Shì Xuecheng yang telah memperkosa beberapa bikhsuni.

Hal mencolok adalah kedua orang mantan bikhsu tersebut memiliki gelar Ph.D dari Universitas Tsinghua.

Insiden ini terjadi ketika gerakan “Me Too” (gerakan anti-seksual) menyebar dari Barat ke Tiongkok.

Sebelumnya telah terskspos banyak kalangan akademisi, sastra dan seni ternama juga terlibat skandal seks.

Shi Xiecheng adalah pemimpin Asosiasi Buddhis Tiongkok, Komite Tetap CPPCC, Municipal Komite Tetap CPPCC Beijing, wakil direktur komite etnis dan agama, ia hampir merupakan pejabat PKT tertinggi yang terlibat dalam skandal seks “Me Too” sejauh ini.

Shi Xiecheng yang berusia 51 tahun pada 1 Agustus memposting sebuah pernyataan di microblogging yang membantah semua isu yang beredar, dan menuduh ada pihak terorganisir dan berbahaya mencoba untuk mendistorsi fakta dan menyebarkan tuduhan palsu. Dia mengklaim bahwa dia akan meminta pemerintah untuk melakukan penyelidikan resmi untuk mengklarifikasinya.

Biro Urusan Agama di Tiongkok pada Kamis (02/08/2018) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka menempatkan perhatian besar pada insiden tersebut dan telah memulai melakukan penyelidikan dan verifikasi.

Dalam dokumen pelapor berisi pesan teks kiriman Shi Xuecheng kepada 6 orang  bikhsuni. Dalam pesan pendek itu ia mengatasnamakan kepentingan agama sebagai alasan untuk meminta bikhsuni sepenuhnya menuruti instruksinya, termasuk tidur dengan dia.

Laporan itu pada hari Rabu lalu diedarkan online secara luas tetapi tak lama kemudian ada yang menghapus.

Dokumen itu juga mencatat laporan verbal beberapa korban. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka dihancurkan oleh pengalaman ini, semangat mereka menjadi tidak stabil dan mereka bahkan melakukan bunuh diri.

Menurut laporan itu, salah seorang korban telah mendatangi Kantor Kepolisian Beijing untuk menyampaikan tuduhan pemerkosaan oleh Shi Xuecheng pada bulan Juni lalu.

Salah satu pelapor, Shi Xianqi hari Kamis memberitahu CNN bahwa ia bersama Shi Xianjia bersikeras pada pernyataan mereka dan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang.

“Kami telah mengirimkan lebih banyak bukti” katanya, “Kami sekarang sedang menunggu hasil investigasi pemerintah”

Media lokal melaporkan pada hari Kamis bahwa setelah skandal seks dalam kuil itu terekspos keluar, jalan menuju ke kuil itu tiba-tiba ditutup.

Setan Mengenakan Jubah

Shi Xianqi mengeluarkan sebuah pernyataan kepada CNN yang menjelaskan bagaimana dia mulai menyelidiki Shi Xuecheng awal tahun ini.

Pada saat itu, seorang bikhsuni yang ketakutan dan gugup mengatakan kepadanya bahwa Shi Xuecheng mengirim pesan teks eksplisitnya.

Setelah menerima SMS ini, Shi Xianqi dan Shi Xianjia menghubungi polisi dan berkonsultasi dengan ahli teknis. Para ahli mengesampingkan kemungkinan akun Shi Xuecheng teretas pihak lain.

Shi Xianqi mengatakan, banyak wanita awam yang taat ingin masuk ke kuil, dan dia selalu setuju. Dia mengatakan : “Saya tidak tahu apakah saya yang mengirim mereka ke mulut harimau”

“Citra diri Shi Xiancheng di mata saya sudah runtuh” kata Shi Xianqi. “Hanya rasa takut yang tertinggal. ia adalah setan yang mengenakan jubah.” (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular