London – Anak-anak sekolah di Prancis dilarang menggunakan smartphone atau ponsel pintar dan perangkat pintar lainnya di sekolah. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai September 2018 mendatang.

Anak-anak yang berusia antara 3 hingga 15 tahun, tidak akan diizinkan menggunakan perangkat yang terhubung ke internet di sekolah. Sekolah dengan siswa berusia di atas 15 tahun dapat memilih apakah akan menerapkan larangan itu.

Undang-undang itu disahkan melalui Parlemen pada hari Senin, 30 Juli 2018 lalu, dengan voting 62 suara setuju melawan satu suara menolak. Awalnya, itu adalah janji kampanye dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dia mengatakan akan melarang ponsel untuk anak-anak di pra-sekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah.

Undang-undang baru melarang anak-anak menggunakan telepon di taman bermain sekolah, saat istirahat, atau di mana saja di sekolah.

Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer mengatakan pada saluran berita Perancis BFMTV, “Kami tahu hari ini bahwa ada fenomena kecanduan layar, fenomena penggunaan ponsel yang buruk. Peran utama kami adalah untuk melindungi anak-anak dan remaja. Ini adalah peran pendidikan yang fundamental, dan hukum ini mengizinkannya.”

Anak-anak sudah dilarang menggunakan ponsel mereka selama semua kegiatan belajar-mengajar, setelah undang-undang terkait disahkan pada tahun 2010.

Tetapi pihak Macron’s La République En Marche mengatakan larangan total terhadap telepon di sekolah berarti anak-anak akan memiliki hak untuk memutuskan bagaimana menjalin hubungan.

Siswa sekolah menengah Prancis menggunakan smartphone dan komputer tablet di sekolah kejuruan di Bischwiller, Perancis timur. (Patrick Hertzog/AFP/Getty Images/The Epoch Times)

Kinerja Meningkat
Sebuah studi oleh London School of Economics, menemukan bahwa setelah ponsel dilarang, kinerja siswa dalam ujian meningkat secara signifikan. Membatasi penggunaan ponsel juga dapat menjadi kebijakan berbiaya rendah untuk mengurangi ketidaksetaraan pendidikan.

Larangan itu akan mempengaruhi jutaan anak-anak Prancis. Para politisi memperkirakan bahwa lebih dari 90 persen anak usia 12 hingga 17 tahun memiliki telepon pintar, menurut data regulator telekomunikasi Perancis ARCEP.

Namun, beberapa politisi kurang menyambut undang-undang baru tersebut. Dengan beberapa orang politisi memilih abstain.

Alexis Corbière, deputi dari partai Perancis berhaluan sayap kiri, mengatakan kepada CNN, “Ini bukan hukum abad ke-21 di mata kami, tetapi hukum dari era saluran berita dan debat biner. Kenyataannya, larangan itu telah dibuat. Saya tidak pernah tahu bahwa ada satu pun guru di negara ini yang memungkinkan penggunaan ponsel di kelas.”

Rincian tentang bagaimana menegakkan larangan itu belum dibuat dengan jelas.

Blanquer memberi kesan bahwa anak-anak dapat meletakkan ponsel mereka di loker ketika mereka tiba di sekolah. Tetapi beberapa sekolah mengatakan bahwa ini akan terlalu mahal dan sulit untuk ditegakkan.

Keputusan Prancis juga telah memicu perdebatan terkait masalah yang sama di Inggris.

Anne Longfield, komisaris anak-anak untuk Inggris, menulis bahwa sekolah-sekolah di Inggris tidak mungkin menanggapi dengan baik perintah seperti itu. Dia tidak mendukung larangan seperti itu.

“Ada argumen yang cukup persuasif untuk mendesak semua sekolah agar bebas dari smartphone,” tulis Longfield di Guardian.

“Saya tidak pernah berpendapat internet adalah hal yang buruk, itu adalah sumber yang luar biasa untuk anak-anak. Tetapi faktanya adalah bahwa itu tidak dirancang untuk bermanfaat buat mereka. Dan terlalu sering penyalahgunaan yang menghadirkan beberapa masalah serius bagi anak-anak.” (John Smithies/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular