- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Hakim Brasil Perintahkan Penutupan Perbatasan Bagi Pengungsi Venezuela

Brasilia – Seorang hakim Brasil memerintahkan penutupan penyeberangan perbatasan bagi warga dari negara tetangganya, Venezuela. Imigran Venezuela dalam beberapa tahun terakhir melarikan diri dari gejolak ekonomi dan politik negara mereka.

Hakim federal Helder Barreto pada 5 Agustus 2018 memerintahkan perbatasan ditutup sampai negara bagian perbatasan Roraima dapat menciptakan kondisi ‘kemanusiaan’ untuk menerima gelombang pengungsi yang besar dan tidak teratur. Namun keputusan itu belum diberlakukan, karena masih menunggu banding oleh para pengacara negara Brasil.

“Pintu perbatasan tetap terbuka pada 6 Agustus 2018. Penutupan masih menunggu banding oleh pemerintah federal. Ratusan orang Venezuela masih terus berjalan menyeberang ke Brasil,” kata seorang petugas perbatasan.

[1]
Wisatawan berdiri di perbatasan Brasil dengan Venezuela, difoto dari wilayah Brasil, Pacaraima, negara bagian Roraima, Brasil 16 November 2017. (Nacho Doce/Reuters/The Epoch Times)

Selama tiga tahun terakhir, puluhan ribu orang Venezuela telah tiba di Roraima. Kondisi itu membutuhkan layanan sosial yang luar biasa dan menyebabkan krisis kemanusiaan. Banyak keluarga yang tidur di jalanan, di tengah meningkatnya kejahatan dan prostitusi.

Pemerintah negara bagian pada 2 Agustus 2018, memutuskan bahwa warga Venezuela yang mencari layanan medis dan sosial lainnya di Roraima harus menunjukkan paspor yang sah. Identitas yang tidak dimiliki oleh mayoritas pengungsi.

Barreto memutuskan bahwa tindakan semacam itu ‘diskriminatif’ dan melawan hukum Brasil. Dia menangguhkan ketentuan yang akan memungkinkan deportasi atau pengusiran imigran Venezuela yang melakukan tindakan ilegal dan memerintahkan vaksinasi bagi mereka yang dirawat di Brasil.

Namun, sang hakim juga memerintahkan penangguhan masuknya warga Venezuela ke Roraima. Penangguhan berlaku hingga negara bagian itu dapat mencapai keseimbangan antara kedatangan migran dan keluarnya mereka ke negara bagian lain di Brasil.

Brasil sudah mengikuti rekomendasi dari badan pengungsi PBB, UNHCR. Angkatan Udara Brasil pada awal Mei mulai mengangkut imigran Venezuela dari Roraima. Mereka dipindahkan untuk pemukiman kembali di kota-kota lain di Brasil.

Hingga kini, baru sekitar 820 orang Venezuela telah diterbangkan keluar dari Boa Vista, ibukota negara bagian, oleh Angkatan Udara. Akan tetapi, pejabat negara mengatakan lebih dari 500 orang Venezuela menyeberang ke Brasil setiap harinya. Banyak diantaranya yang tinggal di Roraima karena mereka tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan.

Pemerintah federal Brasil telah menolak permintaan dari gubernur Roraima untuk menutup perbatasan. Jaksa Agung, Grace Mendonça memperbarui banding ke Mahkamah Agung pada 6 Agustus 2018, untuk menangguhkan keputusan negara bagian yang membatasi layanan bagi orang-orang Venezuela, dengan alasan kebijakan itu melangkahi kekuasaan federal. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :