Santiago – Chili menjadi negara Amerika Selatan pertama yang melarang kantong plastik. Namun, mereka memberikan tenggang waktu bagi dunia usaha untuk benar-benar melarang penggunaan ‘kantong kresek’.

Bisnis besar diberi waktu enam bulan untuk mematuhi larangan. Sementara usaha kecil akan memiliki waktu lebih lama, yaitu dua tahun, untuk benar-benar lepas dari penggunaan kantong plastik.

Setiap plastik yang digunakan untuk menjaga kebersihan suatu produk atau mencegah pemborosan makanan, dibebaskan dari larangan ini. Setiap orang yang tertangkap menggunakan kantong plastik karena alasan selain itu, akan didenda 370 dolar AS atau sekitar 5 juta rupiah. Denda itu hampir setara dengan upah minimum bulanan negara itu, yaitu 426 dolar AS.

Asosiasi Produsen Plastik melaporkan bahwa dibutuhkan satu menit untuk memproduksi kantong plastik yang rata-rata digunakan selama 15 hingga 30 menit. Sementara itu dibutuhkan waktu 400 tahun untuk hancurnya sebuah kantong plastik.

Sebanyak 3,4 miliar kantong plastik digunakan di Chili setiap tahunnya. Dengan populasi 18 juta jiwa, setiap orang Chili rata-rata menggunakan 189 kantong per tahun, The Santiago Times melaporkan.

“Sebuah kantong plastik membutuhkan waktu beberapa detik untuk membuatnya, digunakan kurang dari setengah jam antara supermarket dan rumah, dan kemudian memakan waktu 400 tahun untuk terurai,” kata Presiden Chili, Sebastian Piñera.

Sementara itu, di Amerika Serikat, Washington, D.C. mulai mengurangi polusi plastik dengan menerapkan pajak atas kantong plastik pada tahun 2009. Sebelum kebijakan tersebut diundangkan, sebanyak 22,5 juta kantong plastik digunakan per bulan. Setelah kebijakan diterapkan, hanya ada 3,3 juta kantong yang digunakan per bulannya.

Di daerah lain, sejak 2012, semua toko ritel di San Francisco telah dilarang menggunakan kantong plastik sekali pakai. Untuk perusahaan makanan, larangan tersebut dimulai pada tahun 2013.

Hanya tas yang dapat dikomposkan, dapat digunakan kembali, atau didaur ulang yang diizinkan untuk dijual. Semua tas yang tercantum di atas memiliki muatan wajib 10 sen, biaya ini mengurangi kantong sekali pakai hingga 70 hingga 90 persen.

Tiongkok juga melarang distribusi kantong plastik yang kurang dari 0,025 milimeter pada 2008. Setiap toko yang tertangkap mendistribusikan tas ini akan menghadapi denda sekitar 1,465 dolar AS. Sejak itu, penggunaan kantong plastik telah berkurang hingga 66 persen. (Alan Cheung/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds