Xia Xiaoqiang

Konflik internal di kalangan para petinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) adalah suatu hal yang lumrah, sejak PKT didirikan, hal seperti itu tidak pernah berhenti. Motivasi dari konflik internal seyogyanya adalah demi merebut kekuasaan dan kekayaan.

Bagi PKT secara keseluruhan, untuk mampu menduduki posisi pemimpin tertinggi, maka misi utama yang juga terpenting yang harus dirampungkan adalah: memastikan terjaganya kekayaan dan kepentingan bagi seluruh para petinggi PKT berikut keluarga dan kerabat mereka, serta kepentingan para anggota kelompok penguasa tingkat tingginya. Dalam hal ini, selama sistem PKT masih eksis, maka hl ini tidak akan berubah, tak terkecuali pada Presiden RRT, Xi Jinping.

Korupnya sistem PKT menyebabkan pemberantasan korupsi pada pemerintahan Xi Jinping tidak mampu menyelesaikan masalah korupsi di dalam tubuh PKT, setidaknya, bahkan korupsi keluarga besar Jiang Zemin pun tak tersentuh.

Setelah Xi Jinping menjabat, sehebat apapun ia memberantas korupsi, betapapun banyaknya pejabat kubu Jiang yang telah diciduk, namun tidak mampu menyentuh kepentingan mayoritas kerabat para petinggi itu dari akarnya, pada tingkatan yang sangat besar merupakan permainan peralihan kekayaan di tingkat tinggi.

Oleh karena itu, setelah menjabat Xi Jinping mengalami banyak bahaya, tapi masih dapat bertahan hingga saat ini.

Akan tetapi, setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat tahun 2016 lalu, terutama dengan dimulainya perang dagang AS-RRT tahun ini, telah menyentuh basis kepentingan para petinggi PKT.

Akibat kesalahan fatal dalam menilai kepribadian dan kebijakan Trump, menyebabkan PKT melakukan kesalahan dalam bertahan maupun menyerang menghadapi perang dagang ini, sehingga mengalami kekalahan di seluruh aspek.

Baca juga : Gerakan Anti Korupsi Xi Jinping yang Tak Terhindarkan

Kebijakan dagang Trump terhadap Tiongkok, pada akhirnya akan mengubah situasi perdagangan di Tiongkok secara fundamental, juga akan berdampak sangat serius bagi kepentingan keluarga para petinggi PKT.

Dari sudut pandang ini, jika Xi Jinping tidak mampu melindungi kepentingan para kelompok kepentingan internal PKT, maka Xi akan menjadi musuh dan orang yang diasingkan oleh kelompok tersebut, ini juga salah satu penyebab munculnya tantangan terhadap posisi Xi Jinping dan terjebaknya Zhongnanhai dalam isu kudeta.

Setelah PKT menghancurkan moralitas dan kebudayaan tradisional Tiongkok, mayoritas warga Tiongkok sudah tidak lagi memiliki kepercayaan yang ortodoks dan konsep tradisional, terhadap teori dan ajaran sesat paham komunis, masyarakat Tiongkok termasuk kalangan pejabat PKT, hampir tidak ada seorang pun yang benar-benar percaya dari lubuk hatinya.

Oleh sebab itu, kekuasaan dan kepentingan, hampir telah menjadi satu-satunya motivasi bagi para pejabat untuk tetap eksis dan berusaha. Menggunakan ideologi komunis sudah tidak mampu lagi menyatukan hati masyarakat, melainkan hanya bahan candaan di meja makan para pejabat.

Di dalam partai, Xi Jinping dikelilingi musuh-musuhnya, kelompok berkepentingan tingkat tinggi PKT tahu bahwa setelah perang dagang RRT-AS ini, mereka akan kehilangan jalur untuk mengumpulkan kekayaan, ini menjadi alasan yang kuat untuk melengserkan Xi Jinping; di pentas internasional, situasi dunia telah mengalami perubahan drastis, Trump bersekutu dengan Uni Eropa, Jepang dan berbaikan dengan Rusia yang membentuk kepungan terhadap PKT dalam hal ekonomi maupun politik.

Di Korut juga terjadi perubahan, PKT pun tengah dipinggirkan dalam masalah ini. Ruang gerak PKT di ajang internasional semakin sempit, mengandalkan uang untuk mendapatkan dukungan negara lain, efektivitasnya sangat kecil. Ini yang disebut orang yang sudah ketemu jalannya akan mendapat banyak bantuan, orang yang belum ketemu jalannya miskin bantuan.

Baca juga : Beijing Perlu Waspada Agar Tidak Terjebak ke Dalam ‘Perangkap Berpintu Ganda’

Membandingkan Trump selama setahun lebih menjabat dengan Xi Jinping, perbedaan kedua tokoh dan kedua negara sangat mencolok.

Setahun lebih Trump menjabat, telah meraih banyak kemenangan, survey warga terbaru menunjukkan dukungan 45%, bursa saham Amerika meningkat, tingkat pengangguran memecahkan rekor terendah, banyak hal baik terjadi; Xi Jinping menumbuhkan musuh di luar maupun dari dalam, krisis terus terjadi, kemarahan warga Tiongkok bergejolak, ekonomi terpuruk, dan tengah menyongsong meletusnya krisis. Penyebabnya sederhana, Trump bertindak sesuai kehendak Langit.

Sebenarnya, kian hari kian banyak orang mengetahui, runtuhnya rezim PKT telah dipastikan akan terjadi, hanya tinggal menunggu waktu saja dan dengan cara apa akan runtuh.

Di dalam tubuh PKT, sudah tidak ada lagi jalan keluar dan cara-cara untuk menyelesaikan krisis sosial yang terjadi di Tiongkok, inilah dunia nyata dan kondisi kongkrit yang tengah dihadapi oleh Xi Jinping saat ini. (SUD/WHS/asr)

Share
Tag: Kategori: OPINI

Video Popular

Ad will display in 09 seconds