Erabaru.net.  Serial ini adalah bagian dari Buku Tujuan Terakhir Komunisme yang diterbitkan oleh Editorial 9 Komentar Partai Komunis Tiongkok.  Bagian ini adalah bab kedua dengan judul Konspirasi Iblis Merah Menghancurkan Umat Manusia.

I. Peta Jalan Roh Jahat Memusnahkan Umat Manusia

Revolusi komunis yang berdarah-darah, terlihat kacau balau tak beraturan, tapi sebenarnya merupakan pengaturan roh jahat yang sangat cermat dengan niat jahat. Sasaran dari roh jahat tepatnya adalah “negara (yang terletak) di pusat (atau tengah)” yakni: Negara Pusat (Tiongkok).

Roh jahat tahu bahwa dengan merebut Tiongkok maka dapat mengangkangi dunia. Akan tetapi, ditilik dari warisan budaya moralitas dan spirit bangsa Tiongkok selama lima ribu tahun ini, tidak mungkin bisa menampung paham komunis yang begitu mengagungkan kekerasan dan mendendam-kesumat terhadap Buddha dan Dewa. Oleh karena itu, konspirasi berliku dari roh jahat komunis telah mulai dijalankan.

BACA JUGA : Editorial“Sembilan Komentar”: Tujuan Terakhir Komunisme

LANGKAH PERTAMA: MEMULAI DI EROPA

Tahun 1848 Manifesto Partai Komunis dipublikasikan, Karl Marx mengagungkan pandangan ateis dan filosofi pertarungan yang penuh dendam terhadap Tuhan sebagai ajaran inti dari komunisme.

“Ateisme” dan “pertarungan” saling mengisi dan saling menghidupi, tidak boleh terpisah satu sama lain. Karena tidak percaya pada Tuhan, maka tidak takut pada Langit, tidak takut pada Bumi dan tidak gentar dengan pembalasan atas perbuatan baik ataupun buruk; karena mengagungkan pertarungan, maka berani melawan Langit, melawan Bumi dan melawan manusia, pertarungannya tanpa batas bawah. “Ateisme” dan “filsafat pertarungan” telah menjadi landasan teori dan panduan operasi bagi seratus tahun politik tirani yang brutal dari partai komunis.

LANGKAH KEDUA: MELAKUKAN UJI COBA DI SOVIET RUSIA

Karena paham komunis tidak populer, setelah Komune Paris gagal lalu melewati setengah abad lagi, hingga tahun 1917 Lenin meluncurkan Revolusi Oktober di Rusia, barulah berdiri rezim komunisme pertama di dunia.

Sebuah sketsa dari tahun 1793 menunjukkan “Gooddes of reason” di bawah Kultus Akal Budi sebuah agama ateistik selama Revolusi Perancis. (Domain publik)

Uni Soviet memulai uji coba serangkaian sistem sosial untuk merusak masyarakat manusia dan metode paksa untuk mengubah manusia, demi tujuan mewariskannya kepada PKT di kemudian hari.

Tujuan dari roh jahat adalah harus masuk ke Tiongkok. Soviet Rusia tidak lebih hanyalah sebuah batu loncatan saja.

LANGKAH KETIGA: TUMBUH BERAKAR DI TIONGKOK

Partai Komunis Rusia (PKR) bersusah payah mendukung Partai Komunis Tiongkok (PKT), mencari agen untuk wilayah Tiongkok, selain keluar dana juga tenaga, dan pada akhirnya berhasil melahirkan sebuah rezim PKT.

Secara permukaan PKT menganggap Uni Soviet sebagai “tuan” dan bersumpah membela Soviet sampai mati, namun pada kenyataannya Uni Soviet dan Eropa Timur tidak lebih hanya pemeran pembantu dari pertunjukan besar ini, PKT barulah merupakan tubuh utama yang diasuh oleh roh jahat.

Saat tragedi revolusi kebudayaan di Tiongkok yang mana gerakan komunisme menghancurkan kebudayaan tradisional (Epoch Times with Wikimedia Commons)

LANGKAH KEEMPAT: KONFRONTASI AMERIKA DAN SOVIET – TIONGKOK MENUTUP RAPAT PINTU UNTUK MEMUSNAHKAN KEBUDAYAAN TRADISIONAL

Setelah Perang Dunia II muncullah sebuah kubu komunisme yang sangat besar. Roh jahat demi mempertahankan kelompok ini, maka membuat militer Uni Soviet menjadi besar, dan memulai konfrontasi militer Amerika–Soviet selama beberapa dekade.

Pemimpin Soviet Vladimir Lenin dan Joseph Stalin pada tahun 1922. Di antara mereka ada kematian tidak wajar dari sekitar 30 juta orang.(AFP / Getty Images)

Kelihatannya Amerika bersaing dengan Soviet, namun sebagai gantinya secara riel memberikan ruang dan waktu untuk PKT. Dengan adanya “perlindungan militer” dari Uni Soviet, roh jahat lalu mengatur PKT menjulurkan tangan untuk mulai menangani kebudayaan  warisan Dewata–ingin memusnahkan peradaban Huaxia (nama kuno dari Tiongkok), dan mendongkel kepercayaan orang Tiongkok.

Bagaimana merusaknya? Dalam sebuah lingkungan yang tertutup, melancarkan serangkaian gerakan politik, mencipta malapetaka bagi tatanan hidup manusia, mengayunkan gada ateisme dengan pertarungan kelas yakni: “benci, tipu, tarung, bunuh” sebagai panduan, yang dihantamkan ke kebudayaan Tiongkok yang diwariskan selama lima ribu tahun, membolak-balik standar benar – salah dan baik – jahat, yang baik dibilang jahat, yang jahat dibilang baik, Negeri Tata Krama tidak eksis lagi, putra putri bangsa Tionghoa yang memiliki kepercayaan, dicuci otak hidup-hidup hingga menjadi anak cucu Marx dan Lenin yang tidak mengakui leluhur.

LANGKAH KELIMA:  UNI SOVIET TERCERAI BERAI – PKT NAIK TAKHTA

Saat kebudayaan tradisional Tiongkok telah dirusak oleh PKT hingga hampir tidak tersisa apa pun, dalam proses ini PKT juga telah mengumpulkan pengalaman untuk mengubah manusia hingga tingkat yang sangat mahir.

Roh jahat komunis merasa bahwa PKT telah memburuk sampai ke taraf dapat dimanfaatkan untuk menjalankan rencana selanjutnya.

Maka itu, Uni Soviet selaku batu loncatan dan tempat uji coba sekaligus tubuh pelindung, misinya pun telah memasuki tahap akhir, sebuah kubu komunis yang begitu besar dengan suara gemuruh telah runtuh, Uni Soviet telah mundur dari panggung pertunjukan sejarah, dan peran sebagai boss besar komunisme pun telah dilanjutkan oleh PKT.

LANGKAH KEENAM: EKONOMI MELEDAK – MORALITAS ANJLOK

Seiring dengan berakhirnya konfrontasi militer Perang Dingin, sebuah pertunjukan besar ekonomi telah dimulai.

Bagaimana caranya sebuah negara yang telah diporak-porandakan oleh gerakan politik sehingga ekonominya sedang di ujung kehancuran, dengan cepat menjadi kaya mendadak? Roh jahat telah mengatur perpindahan besar-besaran kekayaan, memindahkan kekayaan Barat ke Tiongkok.

Museum Revolusi Kebudayaan Jianchuan dekat Chengdu, di provinsi Sichuan, Tiongkok (Mark Ralston / AFP / Getty Images vai The Epochtimes)

Mengapa setelah Uni Soviet tercerai-berai, tidak terjadi lonjakan modal dan teknologi dari Barat memasuki Uni Soviet, sedangkan setelah PKT naik menjadi kepala paham komunis, malah menjadi incaran pemodal dari Barat? Selaku manusia, bisa menggunakan berbagai macam dalih untuk menjelaskan fenomena ini.

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme – Konspirasi Iblis Merah Menghancurkan Umat Manusia (Bagian 1)

Sebenarnya penyebab fundamental di baliknya adalah pengaturan dari roh jahat – sudah tiba saatnya Uni Soviet menarik diri dan PKT menaiki panggung memainkan perannya.

Dijelaskan secara detail, “gandrung terhadap Tiongkok” dari negara Barat terutama orang Amerika, juga adalah demi peristiwa ini.

Pada periode konfrontasi Amerika–Soviet, Tiongkok–Soviet juga saling bermusuhan, Tiongkok yang menutup diri dengan dunia Internasional, tampak terkucil.

(Associated Press Foto, Dokumen)

Kejahatan dari PKT utamanya termanifestasi pada perusakan terhadap kebudayaan sendiri dan pembantaian terhadap rakyat sendiri, serta bersikap low profile di dunia Internasional, secara objektif negara Barat yang bermusuhan dengan Uni Soviet, senantiasa memiliki kesan baik tertentu terhadap Tiongkok.

Betapapun PKT merendahkan Amerika dengan sebutan “Lang Zi Ye Xin (secara harfiah: sifat buas anak serigala. Arti ungkapan: Orang berkarakter buruk yang sulit diubah)” dan lain sebagainya, namun sebaliknya Amerika selalu memiliki semacam perasaan khusus terhadap Tiongkok dan rakyat Tiongkok, mungkin ini adalah kondisi psikologis yang dimiliki manusia di dunia terhadap “negara (yang berada di) pusat”.

Singkatnya, setelah pertunjukan besar dimulai, modal dalam jumlah besar di seberang lautan dan teknologi Barat yang terakumulasi selama ratusan tahun, telah menyerbu masuk bagai tanggul jebol ke Tiongkok. Telah menemukan orang Tiongkok yang lugu – rajin dan yang tidak takut bekerja keras namun cermat dan terampil serta yang telah dicuci-otak oleh PKT menjadi takut miskin dan siap mengejar uang dengan gila-gilaan, demikianlah sebuah “keajaiban ekonomi” ini terjadi.

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme : Bagian Tiongkok – Negara yang Menjadi Pusat  Kebudayaan Warisan Dewata (1)

Menggunakan peluang pasar sebagai umpan, uang dari seluruh dunia digelontorkan ke Tiongkok, dengan uang triliunan dollar AS masuk ke Tiongkok, pasar dari negara Barat juga terbuka lebar untuk Tiongkok, devisa hasil keuntungan juga berputar kembali ke Tiongkok, laba dari para kapitalis Barat juga ditinggalkan di Tiongkok, cadangan devisa Tiongkok pun melonjak secara ekstrem, saking melimpahnya telah sampai kondisi kebingungan bagaimana menggunakannya.

Pada saat yang sama, Partai Komunis Tiongkok mencetak renminbi (yuan) beberapa kali lipat dari nilai tukar mata uang asing disirkulasikan di pasar, membuat uang yang beredar di seluruh masyarakat banyaknya bukan main, setelah itu harga rumah juga meningkat drastis, mencernanya harus menggunakan uang dengan bilangan astronomi, maka itu mesin pencetak uang dari PKT sama sekali tidak dapat berhenti bekerja.

Pada 1953, di Fukang Xinjiang, anggota pengawas militer Komunis Tiongkok sedang mengeksekusi ‘tuan tanah’ dan kaum ‘kontra-revolusioner’. (National Archives)

Kekayaan yang meningkat drastis dalam satu malam ini, bahkan orang Tiongkok sendiri juga terkejut olehnya, bagaimana bisa datangnya begitu cepat dan begitu mudah? Secara permukaan sepertinya dikarenakan orang Tiongkok rajin dan mau bekerja keras, padahal sebenarnya jika tidak ada roh jahat yang mengendalikan perpindahan kekayaan besar-besaran di belakang layar, adalah tidak mungkin memperoleh kekayaan instan.

Sejak dahulu, perkembangan ekonomi masyarakat yang normal dibutuhkan tingkatan moralitas setara sebagai penopang, itu sebabnya ada perkataan Kaya Namun Memiliki Moral (De); roh jahat secara sengaja melakukan hal sebaliknya di Tiongkok.

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme : Bagian Tiongkok – Negara yang Menjadi Pusat Kebudayaan Warisan Dewata (2)

Ada pepatah mengatakan, “orang dusun yang mendadak kaya, lebih ganas”, dari “makin miskin makin terhormat” dari asketisme[1] hingga “segala sesuatu dilihat dengan uang” di era “kebebasan seksual”, moralitas warga melorot dari hari ke hari dan tanpa henti menerobos batas minimum moralitas. Seiring dengan tergelincirnya moralitas, terciptalah sebuah sistem ekonomi yang meningkat pesat, telah membentuk sebuah “monster ekonomi” yang mirip raksasa.

Tujuan dari roh jahat mengatur “keajaiban ekonomi” ini sangatlah sederhana: “Tanpa adanya kekuatan ekonomi, maka PKT tidak ada hak berbicara di dunia”.

Diadaptasi dari poster era Revolusi Kebudayaan Partai Komunis Tiongkok yang bertuliskan “Hancurkan Dunia Lama, Bangun Dunia Baru.” (The Epoch Times)

Namun, roh jahat mengatur segalanya ini sama sekali bukan agar Tiongkok menjadi kuat, roh jahat ingin agar dunia dalam hal ekonomi dan hubungan internasional ada ketergantungan kepada Komunis Tiongkok supaya ketika PKT terus mendorong moralitas orang Tiongkok ke dalam jurang dan terus menindas kepercayaan orang Tiongkok, seluruh dunia dapat dibuat bungkam, melihat tapi tidak terlihat. Pada saat yang sama, juga agar Tiongkok yang telah anjlok moralitasnya ikut menyeret moralitas seluruh dunia, yaitu ke arah “kehancuran bersama”.

Akan tetapi, ketika roh jahat dengan memanfaatkan “globalisasi” memainkan perpindahan kekayaan besar-besaran, agar Tiongkok memperoleh jurus tipuan mendadak kaya dalam semalam, juga telah menetapkan semacam mekanisme yang dapat melenyapkan kekayaan semacam itu.

Orang Barat cepat atau lambat akan bangkit menentang perpindahan kekayaan ini. Ketika politikusnya mendapat tekanan dari para pemilihnya, negara-negara ini juga akan mengubah kebijakannya, bahkan akan secara bersama-sama bangkit melawan PKT, ekonomi Tiongkok yang gendut namun kosong isinya sama sekali bukanlah lawan sebanding.

Pada saat yang sama, ekonomi yang tidak memiliki moralitas tidak akan berkembang untuk seterusnya. Seiring dengan diaturnya ekonomi yang meningkat pesat tanpa perhitungan moralitas, maka telah menabur benih keruntuhan  ekonomi di masa mendatang sebagai akibat biaya moralitas yang terlalu tinggi.

LANGKAH KETUJUH: PARTAI KOMUNIS TIONGKOK MENGGUNAKAN EKONOMI UNTUK MENYANDERA “MORALITAS GLOBAL”

Orang Barat mengatakan, bahwa kebebasan dan demokrasi merupakan nilai-nilai universal. Berinvestasi di Tiongkok adalah agar Tiongkok setelah ekonominya berkembang secara otomatis bertransformasi menjadi negara yang bebas dan demokratis.

Hal dikalkulasikan oleh roh jahat adalah menggunakan keuntungan ekonomi untuk menjerat pihak Barat, menggunakan nafsu keserakahan agar Barat kehilangan prinsip moral mereka dan menjadi kaki tangan Komunis Tiongkok, menggunakan keuntungan ekonomi agar Barat dan PKT terikat menjadi satu di atas perahu yang sama.

Foto tak bertanggal ini menunjukkan 100 yuan, 10 yuan, dan satu yuan Cina di Beijing. (Fred Dufour / AFP / Getty Images via The Epochtimes)

Fakta membuktikan bahwa di hadapan keuntungan, yang namanya demokrasi dan kebebasan sama sekali tidak berharga satu sen pun. Pada saat yang sama, arus pemikiran paham komunis yang menyusup di masyarakat Barat telah berganti baju, dari dalam tubuh Barat mencabik-cabik masyarakat, menciptakan kekacauan, dan mengibarkan bendera mendukung totaliter Komunis Tiongkok.

Apakah itu nilai-nilai universal? “Sejati – Baik – Sabar” di dalam kebudayaan tradisional Tiongkok itulah sejatinya nilai-nilai universal. Ketika nilai-nilai seperti ini mendapat tekanan berat dari Komunis Tiongkok, ketika sejarah memerlukan masyarakat Barat untuk menghadang kebiadaban Komunis Tiongkok, Barat malah membisu di hadapan keuntungan ekonomi, bahkan telah menjadi pendukung tirani.

Dalam pemahaman ini, masyarakat bebas Barat juga telah ikut menciptakan situasi semacam ini, dan diri sendiri juga telah menjadi korban, bersama PKT melangkah di jalan “kehancuran bersama”. Inilah tujuan yang ingin dicapai oleh roh jahat.

Apakah manusia di dunia tidak ada kesempatan untuk terbebas dari kendali roh jahat, dan mengalahkan konspirasi roh jahat?

Tentu saja ada, itu adalah secara aktif kembali ke moralitas, jangan dikendalikan oleh nafsu keserakahan dalam hati dan tersesat oleh apa yang disebut dengan “kemakmuran” yang terpampang di depan mata.

Di tengah imajinasi memabukkan semacam ini, tidak dapat mengenali dengan jelas krisis yang dihantarkan oleh konspirasi komunis, umat manusia berada dalam kondisi sangat membahayakan. (WHS/asr)

[1]Asketisme (dari bahasa Yunani, olahraga atau latihan) atau pertarakan adalah suatu gaya hidup bercirikan laku-tirakat atau berpantang kenikmatan-kenikmatan duniawi, yang seringkali dilakukan untuk mencapai maksud-maksud rohani

Share

Video Popular