oleh He Jian

Tahun 2018 situasi internasional mengalami perubahan besar, dunia sedang menyambut perubahan tatanan terbesar sejak masa Perang Dunia II.

Amerika Serikat sekali lagi menjadi motor dari perubahan bersejarah ini, dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) juga telah menjadi pusat perubahan abad ini, ini disebabkan karena PKT sendiri selama ini terus menanam permusuhan di segala penjuru sehingga terkucil dari dunia.

‘Teman Lawas’ berpaling dan bergandengan dengan Rusia untuk melawan PKT

Menurut berita di situs terkenal Amerika ‘Daily Beast’ pada akhir bulan Juli bahwa, Henry Kissinger yang oleh PKT pernah disebut sebagai ‘teman lawas dari rakyat Tiongkok’ telah menyampaikan saran kepada Presiden Trump, bahwa untuk melawan Tiongkok gandenglah Rusia.

Henry Kissinger dikenal karena strateginya melawan Uni Soviet dengan menggandeng Tiongkok, tetapi kali ini nasehatnya kepada presiden AS adalah sebaliknya.

Meskipun Gedung Putih menolak memberikan komentar mengenai hal ini, Kissinger juga menolak untuk menanggapi laporan Daily Beast. Namun tindakan Presiden Trump tampaknya tidak berseberangan dengan saran Kissinger tersebut.

Meskipun politik Amerika terpengaruh pasukan anti-Trump dan media berhaluan kiri yang mengkritik keras sikap Rusia, namun Presiden Trump melawan segala rintangan yang dihadapi dan tetap melakukan KTT dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan Juli, serta mempertahankan hubungan yang baik.

Trump telas menjelaskan motivasinya : “Saya lebih suka mengambil risiko secara politik untuk mengejar perdamaian daripada mengambil risiko damai dalam mengejar politik”

Media mainstream Rusia telah dengan lugas menunjukkan bahwa KTT Trump – Putin adalah event ‘Amerika Serikat dan Rusia bersama-sama melawan PKT’.

Presiden AS, Donald Trump berpidato pada acara ‘Salute to Service Dinner’ di White Sulphur Springs, Vairginia, AS, pada 3 Juli 2018. (Samira Bouaou/The Epoch Times)

Yang ingin dirangkul Presiden Trump tidak saja Rusia.

Mengapa AS membentuk pola Indo-Pasifik ?

Pada 3 Agustus, pemerintah AS memberikan status Lisensi Perdagangan Strategis (STA-1) kepada India, menjadikan negara di Asia Selatan tersebut negara ketiga yang menerima STA-1 setelah Jepang dan Korea Selatan.

Status ini akan memungkinkan India untuk mengimpor berbagai produk teknologi tinggi dari Amerika Serikat, termasuk teknologi pertahanan yang sensitif. Media India percaya bahwa STA-1 sangat penting untuk kemitraan strategis global antara Amerika Serikat dengan India.

Pada 4 Agustus, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada kesempatan KTT ASEAN berjanji untuk menyediakan dana yang jumlahnya mencapai hampir USD. 300 juta kepada negara-negara Asia Tenggara untuk mempromosikan keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Sebelumnya yakni pada 30 Juli, Pompeo dalam kesempatan mengikuti Forum Bisnis Indo-Pasifik yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang AS, ia mengumumkan Strategi Indo-Pasifik berupa investasi di kawasan tersebut untuk pembangunan ekonomi digital, energi dan infrastruktur dasar yang nilainya mencapai USD. 113 juta.

Mike Pompeo menjelaskan bahwa investasi tersebut mewakili janji AS kepada kawasan Indo-Pasifik. Investasi yang sebenarnya harus bergantung pada perusahaan, Amerika Serikat mendorong ekonomi pasar dan tidak pernah bermaksud untuk mendominasi kawasan Indo-Pasifik.

Pompeo mengatakan bahwa strategi Indo-Pasifik menekankan kerjasama daripada kepemimpinan  dan akan berpusat pada ASEAN. “Ke mana Amerika Serikat pergi, ia akan  mencari kerjasama, bukan dominasi”, tekannya.

Strategi Indo-Pasifik diusulkan oleh Presiden Trump ketika dia mengunjungi Asia pada bulan November 2017. Tujuannya adalah untuk menjaga kebebasan dan keterbukaan wilayah Samudra Hindia-Samudra Pasifik. Meskipun Amerika Serikat tidak mengakui, tetapi strategi Indo-Pasifik dipandang dunia luar sebagai upaya menghadapi perluasan dari inisiatif Sabuk Ekonomi Jalur Sutra yang dipromosikan oleh PKT dalam beberapa tahun terakhir.

Inisiatif Sabuk Ekonomi Jalur Sutra PKT merupakan strategi PKT yang dicetuskan pada tahun 2013 dengan mengatasnamakan kerjasama ekonomi dan perdagangan regional untuk menyalurkan pinjaman kepada negara kurang mampu pembangunan infrastruktur.

ancaman inisiatif one belt one road (sabuk dan jalan) tiongkok cina
Para jurnalis mengambil gambar di luar tempat pertemuan puncak saat Forum Sabuk dan Jalan (Belt and Road Forum) di Beijing pada 15 Mei 2017 (Thomas Peter-Pool / Getty Images)

Meskipun tujuan awal PKT adalah untuk mengekspor kelebihan kapasitas industri mereka. Sementara itu PKT dapat mengambil sumber daya strategis dari negara-negara peserta, dan melalui perangkap utang untuk ikut campur dalam kebijakan domestik dan luar negeri negara peserta.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional, sebuah wadah pemikir AS pada bulan Maret bahwa, 23 dari 68 negara peserta Sabuk Ekonomi Jalur Sutra telah mengalami risiko utang (kepada PKT) yang tidak terbayar, bahkan 8 negara dari mereka telah meningkatkan beban utang negara mereka.

Sebagian besar negara termasuk negara Asia Selatan seperti Pakistan dan ASEAN telah bergabung dengan Sabuk Ekonomi Jalur Sutra PKT, dan utang luar negeri mereka telah meningkat secara signifikan.

Sri Lanka bahkan menyerahkan sebuah pelabuhan strategis di Samudera Hindia kepada PKT sebagai kompensasi pembayaran utang yang tinggi karena bergabung dalam proyek Sabuk Ekonomi Jalur Sutra.

Presiden Trump dengan semangat tinggi mempromosikan strategi Indo-Pasifik dan AS tidak ingin membiayai investasi besar untuk kawasan tersebut telah menegaskan tujuan dari strategis Amerika Serikat, yakni AS tidak bertujuan untuk hegemoni regional, kecuali hanya ingin menjamin adanya kebebasan dan keterbukaan kawasan Indo-Pasifik.

Dari beberapa negara Asia Tenggara, Jepang, Australia, India dan negara-negara Asia Selatan lainnya yang berada di sekitar Samudra Hindia bagian utara dan Pasifik Barat, strategi Indo-Pacifik AS adalah untuk mempersatukan mereka melalui semua aspek geopolitik, diplomatik, ekonomi dan lainnya. Pada saat yang sama dalam menjaga kebebasan dan keterbukaan kawasan, secara tidak langsung membentuk tirai pertahanan.

PKT akhirnya menjadi pusat dari pengepungan.

Trump ‘menembaki’ sekutunya yang hanya membuat The drinker’s heart is not in the cup (Hati pemabuk tidak berada dalam gelas anggur)

Presiden AS Trump melakukan pertahanan, dan bukan hanya karena Sabuk Ekonomi Jalur Sutra PKT. Perang dagang dengan Tiongkok adalah puncak sorotan dari hubungan kedua negara besar dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, Presiden Donald Trump yang berasal dari seorang pebisnis sukses, telah memainkan jurus-jurus yang membuat PKT pontang-panting meladeninya, sampai harus mundur, tetapi membiarkan sekutu-sekutunya sadar apa yang harus mereka sesuaikan.

Bulan Maret tahun ini, setelah Trump mengumumkan bahwa akan memberlakukan tarif pada barang-barang impor dari Tiongkok, segera mengumumkan bahwa akan memberlakukan kenaikan tarif pada produk baja dan aluminium untuk sekutunya seperti Kanada, Meksiko dan Uni Eropa.

Sepintas lalu Trump tampaknya sedang menanam permusuhan, ingin meluncurkan perang dagang global.

Setelah beberapa ekstensi pembebasan tarif baru untuk sekutu-sekutunya, Amerika Serikat mulai 1 Juni mengenakan tarif impor untuk produk baja dan aluminium dari Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa.

Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko kemudian mengumumkan kenaikan tarif sebagai pembalasan atas barang-barang impor dari AS.

Perlu disebutkan di sini bahwa Uni Eropa, Kanada dan sekutu lainnya juga telah memulai penyelidikan anti-dumping pada produk-produk baja impor untuk memblokir masuknya baja asing murah ke negara tersebut.

Ternyata Amerika Serikat menembaki sekutu-sekutunya, dan targetnya masih PKT. Ini membuat PKT mau tidak mau harus menghentikan cara damping yang mereka lakukan terhadap produk baja.

Menurut laporan Wall Street Journal, PKT ‘membuang’ produk besi dan baja ke pasar internasional dengan menggunakan cara yang memalukan untuk menghindari denda akibat dumping, yaitu membangun pabrik di luar negeri untuk memproduksi baja.

Dengan subsidi dari pemerintah Tiongkok, produksi baja Tiongkok meningkat tujuh kali lipat dari tahun 2000 hingga 2013, dan mencapai setengah dari kapasitas global pada tahun 2013. Harga ekspor baja Tiongkok turun 50% dari tahun 2011 hingga 2016. Oleh karena itu industri baja global telah terpukul keras.

Kenaikan tarif produk baja dan aluminium AS, meskipun berlaku untuk banyak negara termasuk sekutu, tetapi Tiongkok masih menjadi sasaran utama.

Sasaran sebenarnya dari perang dagang adalah PKT

Serangkaian serangan Trump yang tampaknya tidak terfokus pada satu sasaran, selain tidak hanya cara untuk mengganggu perhatian lawan perang dagangnya, tetapi juga lebih menyerupai strategi militer Tiongkok kuno.

Ini adalah strategi terbaik untuk memenangkan pertempuran di medan perang dagang. Trump yang memahami hal ini dan yang menyatakan perang kepada sekutu jelas tidak benar-benar menempatkan sekutu sebagai sasaran serangan, tetapi untuk mencapai tujuan akhir Trump yang henghendaki perdagangan bebas melalui nol tarif, nol hambatan dan nol subsidi.

Oleh karena itu, Trump melancarkan serangan perdagangan terhadap sekutu yang hanya strategi belaka. Setelah sekutu bersedia bekerja menuju tujuan akhir perdagangan bebas, kedua belah pihak akan berjabatan tangan dan setuju.

Dengan demikian terjadilah perubahan sirkuit.

Para kepala negara dan pejabat menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Forum OBOR Beijing, Tiongkok pada 15 Mei 2017. (Thomas Peter-Pool / Getty Images)

Usai Presiden Trump berbicara dengan pemimpin Uni Eropa yang datang berkunjung pada 25 Juli lalu, Uni Eropa langsung mengumumkan bahwa rekonsiliasi perdagangan dengan Amerika Serikat telah tercapai yang mencakup kesepakatan kerangka kerja, setuju untuk merealisasikan  nol tarif, nol proteksi dan nol subsidi di bidang produk non-otomotif. Pada saat yang sama, Uni Eropa akan memperluas pengadaan kedelai dan produk lainnya yang telah terpukul keras dalam perang dagangan AS – Tiongkok.

Pada 1 Agustus Meksiko menyatakan bahwa setelah Amerika Serikat memberikan fleksibilitas akhir-akhir ini, hambatan paling krusial dalam NAFTA (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara), negosiasi tentang mobil AS dan Meksiko akan segera mencapai kesepakatan.

Amerika Serikat mengindikasikan bahwa mereka berharap untuk mencapai Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara yang baru dengan Kanada dan Meksiko pada bulan Agustus.

Pada 9 Agustus, AS, Jepang akan mengadakan negosiasi perdagangan di Washington DC. Dan Jepang telah mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa untuk menerapkan nol tarif pada bulan Juli lalu.

AS dan sekutunya berubah sikap begitu cepat membuat PKT yang mencoba untuk bersatu dengan Eropa dalam melawan Amerika Serikat menjadi sangat kikuk.

Yang membuat PKT lebih kikuk adalah pemimpin Uni Eropa bahkan telah menolak ajakan PKT untuk bergabung melawan AS sebelum berangkat ke AS untuk menghadiri negosiasi perdagangan. Dan setelah rekonsiliasi dengan AS secara resmi mendukung AS untuk melawan praktek perdagangan tidak adil Tiongkok.

Tidak diragukan lagi PKT dibuat nanar oleh pukulan keras Trump : Jelas-jelas Amerika Serikat yang menciptakan permusuhan kepada semua pihak. Mengapa pihak-pihak tersebut justru masih membentuk aliansi dengan Amerika Serikat ?

Amerika Serikat dapat dengan mudah membentuk aliansi perdagangan dengan ekonomi utama dunia, daripada mengatakan bahwa Amerika Serikat membuat tekanan-tekanan kepada sekutunya, lebih cocok untuk dikatakan justru PKT bertindak tidak adil.

Perdagangan tidak adil PKT tampak pada pencurian hak kekayaan intelektual, pengalihan paksa teknologi asing dan cara tidak adil lainnya yang tidak saja merugikan kepentingan Amerika Serikat selama beberapa dekade, tetapi Jepang dan Uni Eropa juga menderita hal yang sama.

Dengan melihat kembali langkah Presiden Trump yang tampaknya berantakan, pada kenyataannya itu tak jauh berbeda dengan : Xiang Zhuang (Pangeran pada jaman Perang Chu-Han di Tiongkok) yang melakukan tarian pedang dengan maksud untuk membunuh Liu Bang (bertindak dengan motif tersembunyi) :

Sasaran sebenarnya dari perang dagang adalah membubarkan Partai Komunis Tiongkok. (Sin/asr)

(Bersambung)

Share
Tag: Kategori: OPINI

Video Popular

Ad will display in 09 seconds