Ankara – Mata uang Turki, lira mencapai rekor terendah akhir pekan ini. Mata uang itu tergelincir hampir 8 persen terhadap dolar AS, pada 10 Agustus 2018. Satu dolar AS setara dengan 5,8 lira. Jauh merosot dari nilai awal tahun yang mencapai 3,7 lira per dolar.

Lira runtuh setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengesahkan penggandaan tarif pada impor baja dan aluminium dari Turki. Trump mengumumkan kenaikan bea impor logam via Twitter.

“Saya baru saja mengesahkan penggandaan Tarif pada Baja dan Aluminium Turki. Sehubungan dengan itu, mata uang mereka, Lira Turki, meluncur turun dengan cepat ke bawah, terhadap dollar kami yang sangat kuat! (Tarif) Aluminium sekarang akan menjadi 20% dan Baja 50%. Hubungan kami dengan Turki tidak bagus saat ini!” Tulis Trump.

Washington mengalami kebuntuan diplomatik dengan Ankara. Kebuntuan itu dipicu pemenjaraan dan tahanan rumah terhadap pendeta Amerika, Andrew Brunson.

Trump dan Wakil Presiden Mike Pence mengancam pada 26 Juli lalu, bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki. Sanksi ekonomi akan disiapkan untuk sekutu NATO itu, jika pendeta Brunson tidak dibebaskan dan diizinkan untuk kembali ke Amerika Serikat.

Gedung Putih menindaklanjuti ancaman itu pada 1 Agustus 2018. Istana menyetujui dua sanksi ekonomi terhadap pejabat Turki. Dua hari kemudian, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memperingatkan kepada Turki bahwa ‘waktu sudah habis’, untuk membebaskan Brunson.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan membuat catatan menantang dalam serangkaian pesan Twitter sesaat sebelum pengumuman Trump.

“Ketika datang menikung Turki untuk mengekstraksi konsesi tertentu yang melemahkan hak kedaulatan kami, itu adalah keseluruhan cerita lain. Pada titik ini, kami tidak bermain bola. Tank, pesawat tempur tidak bisa menakuti orang kita. Apakah menurut Anda ancaman semacam itu akan terwujud?” Tulis Erdogan.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Heather Nauert mengatakan kepada wartawan pada 9 Agustus bahwa Amerika Serikat akan mendefinisikan kemajuan dalam hubungan dengan Turki dengan kembalinya Brunson ke Amerika Serikat. Nauert menolak berkomentar tentang negosiasi yang sedang berlangsung.

Turki telah menentang Amerika Serikat di beberapa sektor. Menteri Energi Turki mengumumkan pada 8 Agustus bahwa Turki akan tetap membeli gas alam cair dari Iran. Kebijakan yang melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Pada bulan Juni, Senat AS meloloskan undang-undang yang melarang Turki membeli jet tempur F-35. Alasannya adalah, penahanan Brunson dan pembelian sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia oleh Turki.

“Seperti yang dia nyatakan, Presiden telah menyetujui persiapan dokumen untuk menaikkan tarif impor baja dan aluminium dari Turki,” kata juru bicara Gedung Putih, Lindsay Walters.

“Tarif dikenakan pada impor dari negara-negara tertentu yang ekspornya mengancam atau berpotensi mengganggu keamanan nasional, terlepas dari negosiasi perdagangan atau masalah lainnya.” (Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular