Kisah Sinshe Dong Yanling diceritakan kembali oleh: Huang Yanhua

 Semua orang tahu bahwa CPR adalah metode pertolongan pertama CardioPulmonary Resuscitation, tetapi Anda mungkin tidak tahu bahwa Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) juga ada “Pertolongan pertama CPR”. Dong Yanling (84) yang dikenal sebagai “Dokter Pengobatan Tradisional Tiongkok kelas Nasional”, pernah menggunakan CPR – PTT dalam menyelamatkan banyak orang. Dalam artikel ini, dia mengajarkan rahasia pertolongan pertama PTT dalam waktu yang sangat singkat.

Beberapa tahun yang lalu, saya diundang berceramah di Amerika Serikat, di dalam pesawat penerbangan kembali ke Taiwan ketika melintasi Samudra Pasifik, tiba-tiba terdengar suara panggilan di radio: “Dibutuhkan staf medis, ada seorang wanita pingsan dalam pesawat, mohon bantuan darurat!” Saya pun bergegas menuju ke lokasi kejadian.

Ketika sampai di tempat, terlihat seorang wanita yang sudah tidak sadarkan diri, dua orang dokter kulit putih berdiri disana, dokter yang muda tampaknya kebingungan, yang lainnya sedang mencari sesuatu seperti stetoskop. Saya berjalan maju dan mengatakan, “Biarkan saya mencoba”, mereka pun minggir. 

Saya segera mendiagnosa wanita itu dan memeriksa denyut nadinya dan menemukan bahwa denyut nadinya sangat berat dan sangat lemah, menyimpulkan bahwa wanita tersebut lemah jantung. Saya lalu menggunakan metode pertolongan pertama tangan kosong, menekan dengan otot dada sisi kiri bawah ketiak. Menekan/mengcengkeram cepat dan keras dengan jari sebanyak 3 kali. Dalam waktu kurang dari 5 detik perempuan itu sudah siuman. Dua orang dokter, pilot dan pramugari yang berada disamping melihat dengan terkesima.

Selama bertahun-tahun saya berharap bisa mempromosikan metode pertolongan pertama PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok) kepada dunia.

Mengapa? Pada umumnya ketika seseorang tiba-tiba shock dan koma, pertama-tama yang biasa dilakukan adalah mengantar orang tersebut ke rumah sakit, ini tentunya hal yang baik. Namun ada satu masalah, RS besar menerima pasien pasti harus memeriksanya dengan jelas dulu, baru melakukan pertolongan, tetapi ada seorang teman saya meninggal dunia gara-gara dalam proses penantian selama satu hingga dua jam seperti itu. Dalam hati saya sangat menyayangkan hal tersebut. Jikalau saat itu bisa menggunakan metode pertolongan pertama PTT mungkin tragedi semacam itu tidak sampai terjadi.

Titik akupunktur yang digunakan dalam metode darurat CPR PTT, foto sebelah kiri: Yun Men (atas) & Zhong Fu (bawah) adalah titik akupunktur meridian paru-paru. Foto sebelah kanan: titik akupunktur Ji Quan adalah titik akupunktur meridian jantung. (video screenshot/Epoch Times)

Metode pertolongan pertama PTT dapat ditelusuri hingga 2000 tahun silam

Di zaman Chunqiu Zhanguo (dibaca: Juen Jiu Can Kwo, sebuah zaman dalam penghujung Dinasti Zhou, 770 SM – 221 SM) sudah ada cerita tentang metode pertolongan pertama PTT yang berhasil menyelamatkan orang.

Suatu hari, ketika tabib legendaris Pian Que (dibaca: Bian Jüé) tiba di Negara Guo kebetulan bertemu dengan sekelompok orang Guo yang hendak memasukkan pangeran Negara Guo yang bernama Dan (dibaca: Tan) kedalam peti mati.

Orang yang berkerumun memberitahu Pian Que bahwa pangeran Dan baru saja meninggal dunia. Pian Que bertanya: “Baru meninggal berapa lama?” Orang itu menjawab: “2-3 jam yang lalu.”

Pian Que langsung mendiagnosa bahwa pangeran Dan seharusnya belum meninggal. Dia berkata bahwa pangeran Dan terjangkit penyakit mayat yakni tiba-tiba shock dan pingsan. Dia menusukkan jarum ke titik akupunktur ‘San Yang Wu Hui’ atau “Bai Hui” yang berada tepat di puncak batok kepala. Setelah menusukkan satu jarum, pangeran Dan pun tersadarkan diri. 

Pertolongan pertama PTT memiliki sejarah yang sangat panjang, namun saat ini sangat sedikit orang yang mencari sinshe/dokter PTT untuk pertolongan pertama.

Metode pertolongan pertama “CPR – PTT” dengan menekan titik akupunktur, bagaimana caranya?

Bagi praktisi PTT, jika Anda ingin bisa melakukan pertolongan pertama maka harus memahami akupunktur. Akupunktur PTT ada “Hui Yang Jiu Zhen” yang memiliki efek bangkit dari kematian. Yang termasuk 9 titik akupunktur: Ya Men, Lao Gong, San Yin Jiao, Yong Quan, Tai Xi, Zhong Guan, Huan Tiao, San Li, He Gu.  

Namun orang awam tidak menguasai ilmu tusuk jarum dan ketika menjumpai seseorang tiba-tiba pingsan, juga dapat menggunakan metode pertolongan pertama yakni “Metode Pertolongan Pertama Mencengkeram Titik Akupunktur”. Metode ini memiliki lima keunggulan: sederhana, mudah, tanpa biaya, manjur dan aman.  

Bagaimana cara mengoperasikan metode pertolongan pertama tersebut?

Biasanya orang yang shock dengan posisi berbaring, si penolong harus berdiri di sisi kiri pasien; menggunakan tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri pasien, lalu mengangkat lengan kiri pasien, lengan diangkat hingga posisi lengan hampir lurus.

Ketika tangan kiri diangkat tinggi, otot-otot dada di samping ketiak di dekat dada akan sedikit mencuat, empat jari tangan kiri penolong menahan otot dada bagian luar pasien, dan ibu jari menekan bagian tengah ketiak.

Setelah menekan dengan lima jari yang bertenaga lalu ditarik kearah kiri depan dengan keras! Kemudian diulangi beberapa kali gerakan mencekeram tersebut dengan kuat dan menarik dengan kuat setelah itu orang yang shock akan tersadar dan bangun.

Ketika mencengkeram, besar kecilnya tenaga fleksibel saja. Harus ditentukan berdasarkan kondisi pasien, jika pasien adalah anak kecil, orang tua, orang yang lemah dan kurus tidak boleh menggunakan tenaga terlalu kuat.

Saya pernah menggunakan metode tersebut menolong lebih dari 17 orang bahkan ada orang yang nafasnya sudah berhenti, akhirnya juga tertolong.

Sinshe Dong Yanling (84)

Ketika Anda menemui ada orang yang shock, Anda hubungi ambulans terlebih dahulu dan bersamaan sambil menantikan kedatangan ambulans maka Anda dapat melakukan metode pertolongan pertama ini. Ada seorang teman saya, suatu hari ibunya mendadak pingsan, dia bergegas memanggil ambulans dan kemudian menggunakan cara yang saya ajarkan untuk mencengkeram ibunya, dan dilakukan sebanyak tiga kali tiba-tiba ibunya berkata: “Jangan terlalu kuat, sakit sekali!” Setelah mobil ambulans tiba, melihat ibunya baik-baik saja maka mobil itu itu kembali dengan kosong.

Mengapa metode tersebut mampu menyelamatkan orang?

Dalam literatur PTT tertulis: Paru-paru bertanggung jawab atas Qi (dibaca: Ji, energy vital yang mengalir di dalam meridian), artinya paru-paru mengendalikan semua Qi yang berada dalam tubuh kita. Sedangkan dua titik akupunktur dibagian luar otot dada yang dicengkeram yaitu ‘Yun Men’ dan ‘Zhong Fu’ kebetulan adalah dua titik akupunktur awal dari meridian paru-paru, dua titik tersebut jika terhubung seperti seutas kabel listrik yang lansung terhubung ke dalam paru-paru.

Umumnya shock bisa muncul karena nafas Anda hampir berhenti, paru-paru tidak memiliki energy dan tidak ada Qi, oleh karena itu setelah dua titik akupunktur itu ditekan/dicengkeram, maka sama saja seperti memompa Qi dengan selang Qi. Begitu ditekan segera akan bereaksi.

Sedangkan bagian tengah ketiak yang ditekan ibu jari adalah titik Ji Quan, dia adalah titik akupunktur meridian jantung yang berhubungan langsung dengan organ jantung. Ketika mengalami shock, jantung sepertinya hendak berhenti, begitu titik Ji Quan ditekan adalah membantunya untuk beroperasi. Maka dari itu, menekan/mencengkeram beberapa titik meridian paru-paru dan jantung agar energi paru-paru dan jantung pulih kembali, pasiennya pun tersadar kembali secara alami. Itu sebabnya boleh disebut sebagai metode pertolongan pertama cardiopulmonary resuscitation PTT.

PTT masih ada metode pertolongan pertama apa lagi?

Selain metode pertolongan pertama menekan titik akupunktur ‘Hui Yang Jiu Zhen’  yang dibicarakan tadi, masih ada metode pertolongan pertama yang sudah diketahui oleh banyak orang yakni “menekan Ren Zhong”, ‘Ren Zhong’ adalah satu titik akupunktur dari pembuluh nadi Du.

Pada hari itu, Profesor Mao seorang dokter medis lulusan Amerika Serikat tiba-tiba pingsan, saya lalu menggunakan jarum akupunktur menusuk titik ‘Ren Zhong’nya. Karena terlalu tua dan situasinya terlalu kritis, menusuk ‘Ren Zhong’ saja tidak cukup, lalu saya menggunakan jarum menembus ke atas masih tidak bisa, saya lalu memantik darah di titik ‘Bai Hui’nya. Tusuk jarum, menekan titik akupunktur dan memantik darah yakni tiga jurus sudah saya pakai semua dan akhirnya dapat menyelamatkannya.

Kemudian Profesor Mao dalam artikelnya menulis: Ini adalah suatu hal yang tidak ada di dunia, seorang tua berusia 81 tahun (sinshe Dong) menghabiskan waktu satu jam untuk menyelamatkan seorang tua yang berusia 86 tahun dan tanpa gejala lanjutan.

Dia mengatakan bahwa saya telah memeriksa riwayat medis dan tidak ada catatan seperti itu, ini adalah kasus pertolongan pertama yang sukses di dunia. (LIN/WHS/asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds