oleh He Jian

Tahun 2018 situasi internasional mengalami perubahan besar, dunia sedang menyambut perubahan tatanan terbesar sejak masa Perang Dunia II.

Amerika Serikat sekali lagi menjadi motor dari perubahan bersejarah ini, dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) juga telah menjadi pusat perubahan abad ini, ini disebabkan karena PKT sendiri selama ini terus menanam permusuhan di segala penjuru sehingga terkucil dari dunia.

Siapa yang masih percaya dengan janji-janji PKT ?

18 tahun silam Amerika Serikat setuju untuk membiarkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) bergabung dalam Perjanjian Umum Tarif dan Perdagangan (GATT) sebelum menjadi WTO. Agar ia bisa bergabung dengan WTO, PKT telah menandatangani sejumlah reformasi, tetapi berapa banyak yang menjadi kenyataan ?

Di bawah inventarisasi acak kita temukan bahwa, komitmen PKT terhadap WTO yang sejauh ini belum juga dipenuhi (menurut laporan hasil penelitian Dewan Perdagangan dan Pembangunan Hongkong tahun 2001 dan telah diverifikasi oleh pejabat Departemen Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Ekonomi) adalah sebagai berikut :

Hambatan non-tarif : Persyaratan lisensi impor dan persyaratan tender akan dibatalkan pada tahun 2005, dan semua kuota impor akan dihapus secara bertahap sebelum tahun 2005.

Film yang baru-baru ini populer di Tiongkok ‘Dying to Survive’ (Saya bukan dewa obat), ditambah lagi dengan insiden vaksin palsu, telah membuat penjelasan terbaik tentang hal ini.

Jaringan komunikasi dan internet : Bisnis domestik dan internasional : … Dalam 6 tahun setelah masuk WTO, pembatasan geografis akan dihapuskan dan investasi asing dapat mencapai 49%.

Rakyat Tiongkok yang ingin online membaca berita VOA, Epoch Times, New Tang Dynasty TV dan lainnya saja membutuhkan VPN, apalagi memiliki minat untuk membebaskan bloking bagi perusahaan-perusahaan asing yang investasi di Tiongkok.

sonsor internet china tiongkok
Orang-orang menjelajahi internet di kafe internet di Daerah Otonomi Tibet, Tibet, pada 30 Agustus 2006. (Foto Tiongkok / Getty Images)

Keuangan Perbankan : Semua pembatasan geografis dan pelanggan akan dihapuskan dalam waktu 5 tahun setelah masuk WTO … Bank asing dapat melakukan bisnis dengan perusahaan domestik dengan menggunakan mata uang Renminbi dalam 2 tahun setelah Tiongkok masuk WTO. Dalam waktu 5 tahun, bank asing dapat melakukan bisnis dengan nasabah perorangan Tiongkok dengan menggunakan mata uang Renminbi.

Rakyat Tiongkok yang sekarang memeras otak mereka jika bermaksud mengirim uang ke luar negeri. Tampaknya pembatasan dalam bidang perbankan hanya sebuah lelucon belaka.

Selama Presiden AS Bill Clinton, George W. Bush, dan Obama, PKT telah berulang kali mengucapkan janji-janji, tetapi tidak pernah ditepati.

Pada 28 Juni tahun ini, di bawah tekanan perdagangan yang kuat dari Presiden Trump,  PKT memperkenalkan apa yang disebut Daftar Negatif untuk memperluas keterbukaan, dan sekali lagi berjanji untuk lebih terbuka di bidang keuangan, manufaktur, sumber daya energi dan pertanian.

Namun, kali ini, saat ini tidak ada lagi pihak yang mau percaya.

Terry Branstad, Dubes AS untuk Tiongkok mengatakan bahwa, AS bersikap ragu terhadap  komitmen yang dibuat PKT, sebab “PKT telah berulang kali berjanji, tetapi semuanya mengalami penundaan”

Dalam hal tatanan perdagangan internasional, PKT adalah perusak dan guru ketidakadilan.

Oleh karena itu, perang dagang melawan tidak adil yang dilancarkan Trump langsung memperoleh sambutan hangat, selain memahami juga mendapat dukungan dari para sekutunya.

Upaya PKT untuk menggandeng Eropa melawan AS mengalami gagal total.

Begitu Amerika Serikat dan Uni Eropa menyepakati pembentukan zona perdagangan bebas AS – Eropa yang menjadi zona perdagangan bebas terbesar di dunia, lalu dikombinasikan dengan zona perdagangan bebas tarif nol Jepang – UE terbesar kedua, dan Zona Perdagangan Bebas Amerika Utara yang sedang digarap, total output ekonominya akan mencapai lebih dari 60 % total output dunia.

WTO yang telah dieksploitasi oleh PKT mungkin akan terpinggirkan.

Sedangkan PKT yang tidak mengikuti mekanisme perdagangan bebas, dapat saja dikucilkan dari ekonomi paling makmur di dunia.

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds