EpochTimesId – Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, merilis rincian tentang rencana Pentagon untuk membentuk Angkatan Antariksa pada tahun 2020. Pengumuman Pence disampaikan dalam pidato di acara Kementerian Pertahanan Nasional AS, tengah pekan ini.

Pence mengatakan bahwa Rusia, Tiongkok, Korea Utara dan Iran sedang mencari metode untuk membawa senjata perang baru ke luar angkasa. Karena itu Amerika Serikat harus menempati posisi dominan di luar angkasa.

Pada 18 Juni tahun ini, Trump memerintahkan Pentagon untuk membentuk pasukan ruang angkasa independen yang bertugas untuk melayani angkatan bersenjata AS. Angkatan perang Amerika kini sudah memiliki 5 kekuatan utama, yaitu laut, darat, udara, penjaga pantai dan marinir.

Jika Angkatan Antariksa didirikan, mereka akan menjadi kekuatan angkatan bersenjata keenam bagi AS. Trump pekan lalu mengatakan sudah memerintahkan Pentagon untuk memulai proses membangun kekuatan tersebut.

Setelah pidato Pence, Trump mengeluarkan pesan melalui Twitter yang berbunyi, “Angkatan Antariksa sedang berjalan mendekat!”

Dalam pidato hari Kamis (9/8/2018) lalu, Pence mengatakan, sudah saatnya untuk membentuk Angkatan Luar Angkasa. Gagasan angkatan baru itu sudah waktu untuk dieksekusi. Pence menjelaskan bahwa Gedung Putih berharap proyek tersebut secepatnya terlaksana.

“Presiden dan saya berterima kasih kepada Menteri Jim Mattis atas laporan tersebut yang ia persiapkan. Untuk itu pemerintah akan segera bertindak untuk menerapkan rekomendasi ini dengan tujuan membentuk Angkatan Antariksa AS pada tahun 2020.”

Pence mengatakan bahwa posisi baru berupa Asisten Menteri Pertahanan akan dibentuk untuk angkatan baru ini.
“Untuk membentuk sebuah kekuatan baru dalam militer bukanlah proses yang sederhana. Ini membutuhkan kerjasama, kerja keras, dan terutama kepemimpinan. Ketika tantangan muncul dan tenggat waktu mendekat, harus ada penanggung jawab yang mengoperasikan, biarkan yang lain mengambil tanggung jawab, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya” kata Pence.

Lawan Amerika Serikat mengubah ruang angkasa menjadi medan perang
Pence mengatakan bahwa lingkungan luar angkasa dari generasi sebelumnya telah mengalami perubahan mendasar. Lingkungan yang dulu damai dan tak terbantahkan, kini menghadapi situasi yang penuh sesak dan konfrontatif.

“Hari ini, negara-negara lain mencoba untuk menghancurkan sistem ruang angkasa kami dan menantang dominasi AS di ruang angkasa dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Pence.

“Selama bertahun-tahun, negara-negara seperti Rusia dan Tiongkok (PKT), Korea Utara dan Iran telah mengejar senjata melalui serangan elektronik berbasis darat, menjadikan navigasi dan komunikasi satelit kami tidak efektif,” sambungnya.

“Akhir-akhir ini, musuh-musuh kita telah berkomitmen untuk membawa senjata perang baru ke luar angkasa. Pada tahun 2007, Tiongkok (PKT) meluncurkan sebuah rudal untuk melacak dan menghancurkan salah satu satelitnya sendiri. Ini adalah bukti yang provokatif dari komunis Tiongkok (PKT) untuk menunjukkan peningkatan atas kemampuan militerisasi ruang angkasa mereka.”

Pence juga mengatakan bahwa Rusia telah merancang Airborne Laser untuk menghancurkan sistem ruang angkasa. Baik Tiongkok maupun Rusia sama-sama melakukan kegiatan orbit luar angkasa yang sangat kompleks, memungkinkan mereka untuk memindahkan satelit mereka ke sekitar (satelit) Amerika Serikat. Mereka berupaya membawa bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya ke sistem ruang angkasa AS.

“Kedua negara tersebut juga berinvestasi dalam apa yang disebut rudal hipersonik yang dirancang untuk terbang dengan kecepatan 5 mil per detik di ketinggian rendah yang mungkin akan lolos dari deteksi radar pertahanan rudal kami. Bahkan, Tiongkok (PKT) mengklaim bahwa mereka baru saja sukses dalam menguji kendaraan hipersonik minggu lalu,” katanya.

“Tindakan mereka menunjukkan bahwa lawan kami telah mengubah ruang angkasa menjadi medan perang, dan Amerika Serikat tidak akan merasa ngeri terhadap tantangan ini,” kata Pence. “Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, kita akan mengejar dan mempertahankan negara kita dan membangun masa depan yang damai di bumi dan ruang angkasa.”

Dalam pidato kepada anggota Pentagon, Pence mengatakan, “Kekuatan antariksa tidak akan dibangun dari nol.”

Dia melanjutkan, bahwa dalam 60 tahun terakhir, Amerika Serikat telah membentuk kelompok satelit militer dan intelijen terbesar dan paling kompleks di dunia.

“Kami memelopori teknologi ini, militer kami yang berada di bumi memanfaatkan kemampuan ruang angkasa AS untuk menyediakan intelijen yang mereka butuhkan, termasuk memberikan informasi kepada komunitas intelijen kita. Agar militer kita dapat mempertahankan keunggulan strategis di mana saja mereka ditugaskan,” kata Pence.

Berikut ini adalah 4 komponen pembentukan Angkatan Luar Angkasa dari Departemen Pertahanan AS :

– Pertama, Departemen Pertahanan akan membentuk badan pengembangan ruang angkasa untuk mengembangkan dan merealisasikan kemampuan ruang angkasa dalam hal kecepatan dan skala. Angkatan Udara telah mulai mengubah Pusat Ruang Angkasa dan Pusat Rudal (SMC) mereka. Departemen Pertahanan akan membentuk badan pengembangan ruang angkasa bersama.

– Kedua, Departemen Pertahanan akan mengembangkan pasukan tempur ruang angkasa untuk mendukung komando tempur yang baru. Personel operasi ruang angkasa bersama ini akan menyediakan keahlian khusus bagi komandan tempur dan komando luar angkasa. Mereka juga memperkuat keahlian di saat krisis untuk memastikan dapat menggunakan kekuatan ruang angkasa secara efektif.

– Ketiga, Departemen Pertahanan akan menciptakan fungsi pemerintahan, layanan, dan dukungan dari kekuatan luar angkasa. Sebagai bagian dari anggaran tahun fiskal 2020, Departemen Pertahanan akan mempertimbangkan untuk mengembangkan proposal legislatif untuk diajukan kepada Kongres.

– Keempat, Departemen Pertahanan akan membentuk Komando Luar Angkasa AS yang dipimpin oleh seorang jenderal berbintang empat atau militer senior. Jenderal yang akan memimpin penggunaan aset ruang angkasa dalam operasi dan mempercepat integrasi kemampuan ruang angkasa ke dalam pasukan tempur lainnya. Komando Ruang Angkasa AS akan bertanggung jawab untuk membimbing perekrutan personil pasukan ruang angkasa.

Pence mengatakan bahwa Komando Tempur Ruang Angkasa akan membentuk sebuah komando terpadu dan mekanisme kontrol untuk operasi pasukan ruang angkasa AS. Mereka bertugas memastikan integrasi seluruh pasukan, dan mengembangkan doktrin tempur luar angkasa, taktik, teknologi, dan prosedur masa depan.

Tercapai pemahaman penuh antara Pentagon dan Gedung Putih
Mattis mengatakan kepada wartawan di Pentagon, “Kami membutuhkan ruang angkasa sebagai medan perang yang berkembang. Komando tempur tentu saja merupakan departemen yang dapat kami bangun. Ini adalah proses yang sedang kami lakukan.”

Awal pekan ini, Mattis menyatakan mendukung Komando Ruang Angkasa baru untuk beroperasi secara paralel dengan markas yang ada. Dia juga mengatakan bahwa pembentukan komando yang benar-benar terpisah adalah ketetapan Kongres.

Namun, Mattis mengatakan bahwa Pentagon dan Gedung Putih sebelumnya telah mencapai pemahaman penuh.

“Kami bekerja keras untuk menyelesaikan semua masalah ini. Wakil Presiden adalah tokoh kunci dalam perintah ini, dan kami bekerja sama dengan kantornya dan pendukung Capitol Hill dan komite terkait. Jadi kami bekerja keras untuk mencapai model organisasi yang sebenarnya,” kata Mattis. (Xia Yu/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular