Erabaru.net. Di Thailand, banyak anak-anak sudah berlatih Thai Boxing atau Muay Thai. Mereka terpaksa melakukan itu karena terlahir miskin. Mereka pun mencari nafkah dengan cara bertarung di atas ring demi memperoleh tiga sampai empat ribu Baht ( sekitar1,3 juta rupiah) dalam sebuah pertarungan.

Anak-anak itu tidak seperti orang dewasa yang punya kesadaran dengan keselamatan. Meski legal, namun pekerjaan ini penuh dengan risiko. Apalagi para petarung tidak dilengkapi pengaman, seperti penutup kepala dan dada. Tidak jarang mereka mengalami cedera serius seperti gegar otak, kelumpuhan permanen, dan bahkan sampai meninggal dunia.

Mereka jauh dari orangtua, dan dibiarkan tanpa pengawasan. Mereka bersaing satu sama lain di atas ring, tak jarang, diantara mereka ada yang mengalami patah tulang dan gegar otak.

Masa kanak-kanak mereka penuh dengan kekerasan, di usia yang seharusnya berada di bangku sekolah, justeru harus menguras tenaga berlatih Tinju Thailand atau Muay Thai.

Meski risikonya tinggi, namun mereka diizinkan oleh para orangtuanya. Para petarung bocah sebetulnya harus mengenakan semacam pelindung selama berlaga namun dalam praktiknya mereka jarang menggunakannya.

Kemiskinan menjadi alasan utama mereka untuk bertarung di atas ring. Meski risikonya bisa fatal namun bayaran bagi mereka cukup menggiurkan.

Ada ribuan bocah seperti itu di Bangkok. Tidak hanya anak laki-laki, bahkan ada anak perempuan yang tentunya juga masih bocah.

Anak-anak yang berlatih ekstrim ini, secara fisik memang sekilas tampak bugar, padahal banyak mengalami cedera bahkan cacad permanen.

Sama seperti atlet olimpiade. Setelah latihan keras, mereka harus tampil di atas ring.

Pertandingan Muay Thai yang diikuti anak-anak ini sudah menjadi pemandangan yang umum sehari-hari. Ratusan warga berkumpul dan dengan semangat menyaksikan bagaimana dua bocah kurus saling beradu jotos.

Selama pertandingan, anggota keluarga mereka kadang-kadang datang menyaksikan pertarungan mereka dengan perasaan berkecamuk, tegang sekaligus khawatir.

Ada sekelompok anak-anak di antara penonton.

Ada banyak diskusi tentang isu-isu serupa di masyarakat Thailand, semua orang setuju bahwa ini tidak benar, tetapi telah berulang kali dilarang.

Melihat kerasnya latihan dan pertandingan Muay Thai, para aktivis hak anak pun menyuarakan protes. Mereka meminta agar pemerintah mengetatkan aturan, termasuk soal usia.

Pemerintah memang akhirnya membuat undang-undang yang membatasi minimal usia peserta pertandingan Muay Thai. Namun faktanya, itu tidak benar-benar dijalankan, apalagi jika orangtua si anak menyetujui. Pemerhati kesehatan anak juga tak kalah khawatir.(jhn/yant)

Sumber: moneyaaa.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds