Erabaru.net. Ada kehidupan pasti ada kematian, hidup dan mati adalah hal yang pasti. Dalam adat istiadat orang Tionghoa, hal yang paling penting setelah kematian seseorang adalah menutupi wajah almarhum dengan selembar kertas. Namun, apakah ini hanya sebatas tradisi ? Atau ada dasar ilmiahnya ?

Berikut fakta-faktanya:

1. Dari perspektif kedokteran modern, setelah seseorang meninggal, bakteri parasit kehilangan tempat untuk menetap, kemudian akan meninggalkan jasad si mati, jadi dengan menutupi mukanya, dapat mencegah bakteri keluar dari dalam organ orang yang meningggal.

2. Setelah seseorang meninggal, mukanya akan ditutupi dengan kertas, karena kertas relatif ringan. jika orang itu belum benar-benar meninggal, maka udara pernapasan orang tersebut akan membuat kertas itu bergoyang, untuk menghindari dikuburnya orang yang belum meninggal.

3. Orang Tionghoa punya tradisi membiarkan mayat selama tiga hari. Muka orang yang sudah meninggal dipastikan tidak sedap dipandang, sehingga penutupan dengan kertas untuk menghindari rasa takut keluarga atau orang yang sedang berkabung.

4. Mencegah debu agar tidak mengenai muka si mati, hal ini untuk memberi kesan bersih, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum.

Orang Tionghoa punya tradisi berjaga malam untuk almarhum. Orang yang sudah meninggal dipastikan akan pulang ke rumah setelah tiga hari kematiannya.

Selain itu, tidak boleh membiarkan kucing mendekat, inilah sebabnya mengapa pihak keluarga diwajibkan jaga malam setelah seseorang meninggal dunia.

Orang zaman dahulu percaya bahwa seseorang yang telah meninggal akan berkunjung ke rumah setelah tiga hari kematiannya, karena itulah, anak-anak atau anggota keluarga almarhum diharuskan berjaga malam di ruang jenazahya, menunggunya rohnya pulang ke rumah.

Setiap malam, ada kerabat atau teman-teman yang menemani mereka sampai jenazah itu dimasukkan ke dalam peti mati dan dikebumikan.

Sampai sekarang, berjaga malam menunggui roh si mati, adalah saat semua anggota keluarga almarhum berkumpul, berduka cita atas kepergiannya, dan sebagai bentuk ekspresi perasaan mereka.

Lantas mengapa tidak boleh didekati kucing ?

1. Pandangan dalam takhayul adalah karena konon katanya kucing dapat melakukan komunikasi dengan orang yang telah meninggal, dengan cara masuk ke jasad si mati dengan rohnya. Jika didekati kucing, besar kemungkinan kucing itu dapat mencelakai anggota keluarga alamrahum atau katanya kucing pada saat ini akan menjadi lebih menyeramkan.

2. Kucing adalah jenis hewan omnivora, mereka akan menggerogoti mayat orang yang sudah meninggal. Kucing yang mungil dan terlihat imut ini ternyata merupakan sejenis hewan yang memakan segalanya, jadi harus melindungi mayat si mati, dan pastikan jangan sampai ada kucing di sekitar apalagi mendekat!

3. Penjelasan ilmiahnya adalah, karena kucing dan tikus memiliki listrik statis di tubuh mereka, sementara seseorang yang baru meninggal, beberapa neuron atau sel sarafnya masih tetap ada/aktif, jika kucing terkontak dengan jasad si mati akan mudah menyebabkan jasad si mati bergerak, atau bahkan duduk, dan ini akan sangat menakutkan, membuat orang panik sekektika. Karena itulah, tidak boleh membiarkan kucing atau tikus menyentuh jasad almarhum.

Dan satu lagi pandangan lain yang tak kalah menarik, karena mayat si mati akan tiba-tiba hidup kembali setelah dilangkahi kucing. Terlepas dari itu semua tergantung dari pandangan individu masing-masing.(jhn/yant)

Sumber: pretties.news

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds